BASRI

BASRI
Tahun Baru



Hari demi hari berlalu, waktu demi waktu bergulir, suka, duka silih berganti. Berada di penghujung tahun entah itu menjadi momen yang membahagiakan atau yang menyedihkan bagi Sheyna.


Di tahun ini dia kehilangan Papa yang selalu ada untuknya, selain itu ia di vonis penyakit yang sulit untuk di sembuhkan, tapi di tahun ini pula ia bisa bertemu dengan ketiga sahabatnya.


Dirinya yang semula murung bisa kembali ceria karena ketiga sahabatnya, dan karena mereka pulalah Ia bisa teralihkan dari penyakitnya.


Masih beberapa jam lagi tahun akan berganti, Sheyna duduk di balkon kamarnya, sambil menatap bintang. Entahlah dia tidak tahu harus merayakan pergantian tahun ini atau memilih untuk berdiam diri saja.


Tidak ada papanya membuat semua orang di rumahnya tidak bersemangat, mamanya masih berada di kantor, mbak Siti entahlah Sheyna tidak tahu apa yang ia kerjakan karena dia belum keluar kamar sejak pagi.


Dddrrrrrtttt.... drrrrtttt....


Tiba tiba ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan. Sheyna melihat layar ponsel seketika senyumnya mereka melihat siapa yang menelpon.


" Hallo... woii Sensen Lo dimana kenapa gak nyampe nyampe? " omel Rania di sebrang sana.


Sheyna mengerutkan keningnya tanda tidak paham


" Nyampe kemana Ran? emang mau kemana ? " tanya Sheyna.


" Wah.. bener bener Alvaro mau di tonjok, emang Alvaro gak bilang ke Lo? "


Sheyna menggelengkan kepala, walaupun ia tahu Rania tidak bisa melihatnya.


" Apaan deh Ran, bilang apa? "


" Emang dasar, udah sekarang Lo siap siap, cepetan! " Rania mengintruksi.


" Ran.. ma... " belum selesai Sheyna berbicara Rania sudah memutuskan panggilannya.


" Dih gak jelas banget " Sheyna mendumel tapi ia tetap melaksanakan perintah Rania.


Tak berselang lama Sheyna mendengar suara deru mobil di depan rumahnya, Sheyna mengintip dari jendela kamarnya.


" Loh itukan mobil Alvaro " bingung Sheyna lagi.


" Bodo amat Na, udah nurut aja apa kata Rania dari pada kena omel seharian " Sheyna bersungut sambil berganti pakaian.


Setelah selesai Rania langsung turun dan menemui Alvaro.


" Al.. " panggil Sheyna, Alvaro menoleh.


" Sudah siap? " tanya Alvaro, Sheyna menangguk.


" Emang mau kemana sih? " tanya Sheyna.


" Udah ikut aja "


" Dih rahasiaan " Alvaro hanya terkekeh melihat Sheyna yang merajuk karena penasaran.


" Dek nih udah mbak siapin " mbak Siti datang membawa sebuah tas besar yang entah apa isinya.


" Apaan lagi nih? " heran Sheyna, Alvaro dan mbak Siti hanya terkekeh tanpa memberitahu Sheyna.


" Tahu aaa bodo main Rahasia rahasiaan. " kesal Sheyna langsung keluar rumah.


...***...


Di dalam mobil Sheyna hanya diam, ketika Alvaro ajak berbicara Sheyna hanya diam. Dia benar benar kesal kenapa hari ini semuanya mendadak sok misterius.


Sheyna menatap jalanan yang ramai dengan orang orang yang tengah menyiapkan perayaan pergantian tahun. Sheyna jadi teringat dimana setiap tahunnya dia selalu merayakan pergantian tahun dengan sang papa, namun tahun ini berbeda.


Sheyna tersenyum miris, tapi apapun itu sekarang papanya sudah tenang dan tidak merasakan sakit lagi.


" Sensen... woiii... " panggil Alvaro sambil menoel noel pipi Sheyna.


" Iiihh... apa sih Al " Seketika Sheyna tersadar dari lamunanya.


" Udah nyampe " Alvaro langsung turun dari mobil.


Sheyna terpesona saat tahu dimana dirinya sekarang.Hamparan laut, deruan ombak, di tambah lampu lampu pantai yang memantulkan cahaya dari air laut yang pasang surut.Sheyna buru buru keluar dari mobil.


" Sensen... " Panggil Rania berlari menuju Sheyna.


" Rania.. " Mereka langsung berpelukan.


" Kita bakal ngerayain pergantian tahu disini, gimana bagus gak? di sini kita bisa lihat laut dan bebas memandangi bintang " ucap Rania bersemangat sambil memutar badannya.


Sheyna mengangguk dengan semangat sambil mengikuti Rania yang berputar,tempat ini benar benar indah Sheyna akui itu.


" Woiii Lo berdua bantuin kek " protes Alvaro yang mengeluarkan barang barang dari bagasinya.


" Dihhh... ogah minta tolong Iqbal sana " tolak Rania menarik Sheyna menjauh dari mobil.


" Woiii...aelah... " kesal Alvaro.


Tak lama Iqbal datang membantu Alvaro, Alvaro yakin pasti Rania yang menyuruhnya.Terlihat dari tampang Iqbal yang cemberut.


" Gini nih kalau temenan sama cewek, jadi babu " ucap Iqbal sengaja dengan suara yang di keraskan agar Rania mendengarnya.


" Iqbal!!! gue denger, gue lempar ke laut Lo!!! " ancam Rania membuat Alvaro dan Iqbal bergidik ngeri.


" Gue gak ikut ikutan Ran " teriak Alvaro meninggalkan Iqbal.


Terlepas dari sifat galaknya namun Rania memiliki hati yang baik, seperti sekarang setelah semua barang di turunkan dia membereskan dan menata semuanya sendiri tanpa campur tangan mereka.


" Tadaaa... dah siap ayo sini sini " ajak Rania. Mereka pun duduk di atas tikar sambil menghadap Laut.


" Pemandangannya bagus banget guys, gue kali pertama ke pantai malam malam " ucap Sheyna masih menikmati keindahan di depan matanya.


Mereka seakan terhipnotis, tidak ada yang membuka suara semuanya menatap Laut dengan tenang pikiran berkelana, masuk ke dalam pikiran masing masing.


Namun tiba tiba Sheyna tersadarkan ketika Alvaro memakaikan jaket di pundaknya.Sheyna menatap Alvaro dalam begitupun dengan Alvaro.


Hati Sheyna terasa tergelitik, membuatnya tidak tahan menatap bola mata Alvaro terlalu lama.


" Ee... eee... "


" Pake... udara dingin, gue tahu Lo gak bawa jaket " ucap Alvaro tersenyum sangat manis membuat jantung Sheyna berdetak sangat cepat.


Ya Sheyna tidak memakai jaket, dia hanya memakai sweater rajut yang tidak terlalu tebal, karena dia tidak tahu jika akan ke pantai.


Belum mereda detakan jantungnya, lagi lagi jantung Sheyna di pacu berdetak kencang, karena Alvaro menggenggam tangannya.


Alvaro mengerti arti dari tatapan Sheyna yang tampak terkejut.


" Sebentar aja, gue nyaman kalau genggam tangan Lo " ucap Alvaro membuat Sheyna hanya bisa pasrah bahkan bibirnya keluh hanya sekedar membalas ucapan Alvaro.


Lagi lagi mereka kembali sibuk dengan pikiran masing masing. Tanpa sadar Sheyna tersenyum menikmati genggaman tangan Alvaro begitupun dengan Alvaro.


Lain halnya dengan Iqbal dan Rania yang saling menyandarkan kepala di bahu Iqbal. Jika orang melihat mereka berempat mungkin mereka akan berpikir kami saling berpasangan.


" Guys setengah jam lagi " peringat Rania ketika tanda di ponselnya berbunyi.


Mereka bersiap siap, mengeluarkan kembang api dan terompet. Suasana menjadi Ramai dengan suara terompet, dan suara tawa ceria dari orang orang sekitar.


Sheyna tersenyum, setidaknya tahun ini pergantian tahunnya tidak terlalu buruk, ia bahagia.


" Baik kakak kakak, adik adik semua kita siap siap hitung mundur ya " intruksi seorang pemandu saat waktu pergantian tahun hampir tiba, menggunakan pengeras suara.


" Sepuluh.... sembilan.... " semua pengunjung ikut menghitung mundur.


" Tujuh...Enam.... Lima... " Sheyna dkk saling berhadapan.


" Empat... Tiga...Dua... " semua pengunjung mengangkat kembang api yang sudah di nyalakan.


" S.. aaa.. tu.... "


Duaaarrrr.... duuaarrr....Treeeetttt.... duaarrtt... treeeettt....


Suara ledakan kembang api dan terompet saling bersahutan, Sheyna, Rania, Alvaro dan Iqbal saling berpelukan.


" Guysss... gue bahagia malam ini " ucap Sheyna.


" Tetap sama sama ya guys " tambah Rania.


" Bestfriend!!! " ucap Iqbal mengangkat tangannya ke atas.


" Forever !!! " teriak mereka bersamaan sambil melompat dan High Five.


Suara musik, dan deruan air laut menyatu menambah kesan gembira malam ini.


Sheyna membuka tas yang di siapkan mbak Siti, dan ternyata itu berisi perlengkapan bakar bakar untuk mereka.Merekapun melanjutkan acara dengan bakar bakar di tepi pantai.


...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...