
Tok...tok...
Suara ketukan pintu.
"Hmmm...masuk " Ujar Sheyna sambil memoles wajahnya dengan make up.
"Udah siap belom, lama amat " sarkas Iqbal dengan wajah yang di tekuk.
"Elah kayak gak tau cewek dandan aja sih Bal " protes Sheyna melirik Iqbal sekilas lalu kembali memoles bibirnya dengan liptint.
"Iya sen tapi Lo dandan udah berjam jam, bukan satu atau dua jam " kesal Iqbal.
Jelas Iqbal sangat kesal, Sheyna sudah membangunkannya sejak pukul 04.00, ia harus di paksa mandi dan bersiap siap karena acara pernikahan Alfian di mulai pukul.09.00.
Pukul 04.00 menuju pukul 09.00 itu butuh waktu lima jam dan Sheyna terus memaksanya dengan alibi takut terlambat.
Iqbal yang tidak ingin berdebat dengan Sheyna akhirnya menurut dan dia sudah siap sejak pukul 06.00 itupun dia lakukan dengan sangat santai, dan Sheyna hingga pukul 07.00 belum juga selesai.
"Santai lah Bal, gue kan cuma mau terlihat cantik di depan keluarga Alvaro " akhirnya Sheyna selesai dengan dandanannya.
Pltakkk...
Iqbal menjentik kening Sheyna gemas, di benar benar di buat geram oleh calon adik tirinya ini.
"Awsss sakit Bal " Sheyna mengusap keningnya.
"Bodo, habis Lo buat gue kesal, ayo buruan " Iqbal meninggalkan Sheyna yang memanyun di kamarnya.
"Dasar kakak tiri jahat " cibir Sheyna namun masih di dengar oleh Iqbal.
" Gue denger, cepetan turun lima menit gak turun gue tinggal ya, btw mama sama papa udah berangkat duluan" teriak Iqbal, Sheyna hanya menghela nafasnya.
Mbak Siti hari ini tidak bisa ikut karena ada seminar proposal, mangka sejak tadi Sheyna bersiap siap sendirian biasanya ada mbak Siti yang selalu membantunya.
Sheyna membuka lemari sepatunya dan mengambil high heels yang senada dengan gaunnya dan barulah ia menyusul Iqbal ke lantai bawah.
Saat tiba di lantai bawah Sheyna tidak melihat keberadaan Iqbal, dengan panik Sheyna langsung berlari ke luar rumah namun mobil Iqbal juga tidak terlihat. Sheyna terduduk di teras rumah ia berspekulasi Iqbal telah meninghalkannya, Ia hampir saja menangis karena tidak tahu harus pergi dengan siapa, namun suara seseorang mengurungkan niatnya untuk menangis.
"Sensen..." Sheyna mengenali suara tersebut, ia langsung menoleh ke belakang.
"Alvaro kok kamu di sini bukannya di gedung" Tanya Sheyna seraya berdiri.
"Cantik" gumam Alvaro ketika melihat dandanan Sheyna yang simple namun terlihat cantik.
"Al..." Teriak Sheyna menyadarkan Alvaro dari keterpesonaannya.
" Eee...iya...Iqbal udah aku suruh duluan " Jawab Alvaro tidak nyambung.
"Gak nyambung deh, orang nanya apa jawab nya apa " rajuk Sheyna.
Alvaro langsung mendekati Sheyna, "Apasih pacarnya Alvaro, udah cantik cantik gini jangan ngambek dong " Alvaro mencolek dagu Sheyna.
Sheyna tersipu malu mendengar gombalan Alvaro.
"Apa sih Al gombal "
"Hehehh tapi asli hari ini kamu cantik " puji Alvaro lagi membuat pipi Sheyna semakin memerah.
" Aaaa bisa aja, tapi makasih udah mau muji " ujar Sheyna.
Alvaro mengelus pucuk kepala Sheyna dan menggandeng tangannya menuju mobilnya yang terparkir di luar pagar Sheyna.
Merekapun masuk ke dalam mobil sebelum Alvaro ikut masuk, Alvaro membukakan pintu untuk Sheyna membuat Sheyna semakin tersipu.
***
Gemerlap lampu nan indah,bunga bunga yang tertata apik, di tambah dekorasi ala negeri dongeng, membuat para tamu terpesona.
Sheyna dan Alvaro baru saja tiba di gedung tempat acara pernikahan Alfian berlangsung. Ketika akan masuk ke dalam gedung Alvaro menggandeng tangan Sheyna.
Sesekali Alvaro menyapa sanak saudaranya, Sheyna hanya tersenyum menyapa mereka. Alvaro mengajak Sheyna untuk duduk di salah satu meja VVIP yang di siap kan untuk orang orang terdekatnya. Di sana sudah ada Billa, Rania, dan Iqbal.
"Haii..."Sapa Sheyna langsung memeluk Rania dan Billa.
"Uluh bestie akoohhh cantik banget hari ini" puji Rania.
"Aaa bisa aja, sih yang paling cantik" Sheyna duduk di antara Rania dan Billa, sedangkan Alvaro pergi menuju keluarganya yang tidak jauh dari meja mereka.
"Eghemm...gak ada yang mau muji gue gitu " timpal Iqbal yang sejak tadi merasa terabaikan.
"Eeeitttsss situ sapa ya " ketus Rania membuat Sheyna dan Billa menahan tawa.
"Diihhh gitu amat Lo Ran, masih marah Lo sama gue " Rania memutar bola matanya malas.
"Jangan marah lagi dong Ran " bujuk Iqbal sambil memegang tangan Rania membuat Rania meneguk salivanya susah payah.
"Apa sih Bal, jangan pegang pegang deh modus " Rania menepis tangan Iqbal membut Sheyna dan Billa menghela nafas kecewa.
"Kalau suka bilang suka, entar di ambil orang nangesss" cibir Sheyna pada Rania yang terlihat salah tingkah.
"Iiiihhh kalian berdua apaan deh " kesal Rania namun jujur di dalam hatinya ia merasa sangat senang.
"Emmm...Ran ntar pulang bareng gue ya " ucap Iqbal dan langsung beranjak entah kemana.
"Eeehh...woiii...Mau kemana ?" teriak Rania tanpa sadar hingga membuat mereka menjadi sorotan.
"Nyet...suara nya " Billa menutupi wajahnya karena malu.
"Bukan temen gue " tambah Sheyna ikut menelungkupkan wajahnya.
"Waaahh...p..." belum sempat Rania menyelesaikan kalimatnya, Mc sudah lebih dulu berbicara dan memulai acara.
Tahap demi tahap di lalui dengan lancar, sekarang Alfian dan Dewi telah resmi menjadi sepasang suami istri, mereka tengah duduk di atas kursi kebangsaan layaknya raja dan ratu.
Sejak tadi Sheyna hanya di temani oleh Rania dan Iqbal,sedangkan Billa dan Alvaro sibuk menyapa dan menyambut sanak saudara mereka, sekarang mereka berdua telah resmi menjadi saudara sepupu tiri.
Waktunya acara hiburan, Iqbal yang sejak tadi menunggu momen ini langsung bersemangat ia langsung menghampiri MC untuk memanggil dirinya kelak, karena katanya dia akan menghibur mereka semua.
"Bal please deh jangan buat malu, kali ini aja " mohon Sheyna yang sudah paham akan sifat Iqbal yang sering membuat kerusuhan.
"Dih...siapa yang buat malu orang gue mau menghibur " timpal Iqbal cuek.
"Iya definisi menghibur Lo itu memalukan buat kita " sambung Rania setuju dengan Sheyna.
"Aaa kalian gak asik " rajuk Iqbal beranjak menuju stand makanan, lebih baik ia mengisi perutnya pikirnya.
Sheyna melihat sekeliling gedung, tampak Nevan dan Hani tengah asik mengobrol dengan rekan rekan mereka yang kebetulan bertemu di acara ini.
Tanpa sengaja Sheyna melihat kehadiran Fenty dan Inggit.
"Tumben Si Fenty gak bareng antek anteknya " gumam Sheyna.
"Apa Sen, kenapa ?" ujar Rania sedikit berteriak karena suara musik yang cukup keras.
"Aaa itu gak ada " balas Sheyna juga sedikit berteriak.
Mereka menikmati musik yang sedang di mainkan sesekali mereka ikut bersenandung, saat asik bersenandung Sheyna di kagetkan oleh Alvaro dengan menepuk bahunya.
"Astajim..." Sheyna menoleh ke belakang yang di tatap hanya cengengesan.
"Alvaro...Iiihh...ngagetin tau " omel Sheyna.
"Hehehh sorry, ayo ikut aku omah mau kenalan sama kamu " ajak Alvaro, Sheyna hanya tersenyum malu malu.
Secara ini baru kali pertama ia di perkenalakan secara resmi kepada keluarga Alvaro.
"Tinggalin aja gue sendirian, bodo amat gak di luar, di acara serame ini pun gue terus aja di tinggal sendirian " Ujar Rania kesal.
Sheyna paham akan perasaan Rania, yang di katakan olehnya benar, dia selalu sendirian orang tua nya sibuk kerja, di rumah pun ia hanga sendiri tidak ada teman berbicara, dan sekarang ia juga akan di tinggal sendirian, Sheyna merasa Iba dengan Rania.
"Eeeiiitttsss sapa bilang Lo sendirian kan ada gue, ayo saat nya kita menghibur " Tutur Iqbal tiba tiba menghampiri mereka dan menarik Rania ke atas panggung.
"Mereka cocok gak sih " tanya Sheyna ketika melihat calon kakak tirinya dengan Sahabatnya tengah bertarik tarikan di atas panggung.
Rania berniat turun tapi Iqbal terus menariknya membuat Rania harus mengalah serta menahan malu, Sheyna hanya geleng geleng kepala tidak paham.
"Udah ayo, biarkan mereka mengurus urusan mereka sendiri " putus Alvaro lalu membawa Sheyna bertemu Omah nya.
"Haiii Omah " sapa Alvaro ketika mereka sudah tiba di meja keluarga Alvaro.
"Haiii cucu ganteng Omah " Balas Omah Alvaro dengan mencium pipi Alvaro.
" Eeeiiitttsss...siapa ini " tanya Omah dengan nada menggoda.
"Hehehhe...ini pacar Al Omah " Alvaro terkekeh sambil mengenalkan Sheyna.
"Oh..haii cantik, panggil saya Omah monik" Oma monik mengelus wajah cantik Sheyna membuat Sheyna tersipu.
Sheyna mencium punggung tangan Omah Monik lalu balas menyapa "Haii Oma Monik, aku Sheyna pacarnya Al " Sheyna tersenyum sangat manis.
Lalu mereka duduk bersebalahan, mereka ngobrol banyak hal, Omah Monik yang lebih mendominan ia banyak bercerita tentang masa kecil Alvaro, sesekali Sheyna tertawa ketika mendengar cerita lucu tentang Alvaro.
Dari kejauhan tampak Fenty dan Inggit yang terus memperhatikannya, jelas dari raut wajahnya jika mereka tidak suka melihat kedekatan Sheyna dengan keluarga Alvaro.
"Pokoknya kita harus ngelakuin sesuatu" Ujar Inggit sambik meremas tisu di tangannya.
"Kita mau ngapain lagi, kita gak bisa ngancurin persahabatan mereka " timpal Fenty.
"No, gue gak ngincer persahabatan mereka, gue ngincer Sheyna " Inggit tersenyum miring. Fenty yang mengerti maksudnya hanya mengangguk.