
Sedang apa, dimana? sedang bersama siapa? pertanyaan pertanyaan ini terus terngiang di kepala Sheyna semenjak ia resmi berpacaran dengan Alvaro.
Sheyna terlalu kaku untuk mengutarakan rasa penasarannya kepada Alvaro, jadi ia memilih untuk memendam sendiri.
Hari merupakan hari ke-7 terhitung sejak mereka resmi berpacaran. Tidak ada yang berubah dari Alvaro ia tetap jarang mengirimi pesan kepada Sheyna, sehari ia hanya akan mengirim 1 pesan yang berisikan bahwa ia sangat menyayangi Sheyna.
Sheyna yang baru merasakan jatuh cinta, dan berpacaran di perlakukan seperti itu saja sudah sangat bahagia. Tapi hari ini Alvaro tampak aneh, dia tidak mengirimi Sheyna pesan hingga malam membuat Sheyna sedikit khawatir.
Tapi Sheyna tetap berpikir positif, mungkin Alvaro sedang ada urusan.
Di sisi lain Alvaro sedang berada di sebuah kafe bersama seorang gadis.
" Al kamu kenapa dari tadi kok kelihatannya gelisah banget? " tanya gadis tersebut.
" Ee.. eehh gini Git.. sebenarnya ada yang mau gue bilang " ucap Alvaro setelah menghela nafas.
" Mau bilang apa? " belum sempat Alvaro berucap tiba tiba gadis tersebut memberikan pernyataan yang membuat Alvaro terdiam.
" Oh iya Al aku bakal pindah ke sekolah kamu " ucapnya dengan bangga.
" Apa? Lo serius? " kaget Alvaro, gadis tersebut mengangguk antusias.
' Mampus gue ' batin Alvaro, sambil tersenyum kikuk.
" Tadi kamu mau bilang apa Al ? " tanya gadis tersebut.
Alvaro tampak berpikir, tapi dia harus memutuskan hubungan mereka, karena dia tidak ingin kehilangan Sheyna.
' Ayo Al Lo pasti bisa ' Alvaro menyemangati dirinya sendiri.
" Nggit sorry gue harus bilang ini, sebaiknya kita udahan ya "
Braaakkkk....
Inggit menggebrak meja keras, ya gadis tersebut adalah inggit pacar Alvaro sebelum Sheyna.
" Lo mau kita putus? kenapa Al? salah gue apa Al? " ucap Inggit sedikit emosi.
" Lo gak salah Nggit, tapi hati gue bukan untuk Lo " ucap Alvaro lagi membuat Inggit semakin marah.
Ia tidak Terima di putuskan dengan Alvaro, terlebih dia sudah meminta ayahnya untuk memindahkan sekolah hanya demi bisa bertemu dengan Alvaro.
" Gak, gue gak mau putus, terserah Lo mau bilang apa, pokoknya gue gak mau putus "
Alvaro di buat bingung dengan sikap Inggit, bagaimana bisa ia menjalin hubungan dengan Sheyna jika Inggit tidak mau putus.
" Nggit, sorry gue mau kita putus, karena gue udah punya pacar, gue sayang sama dia "
" Kalau Lo udah punya pacar terus kenapa kemarin Lo nerima gue jadi pacar Lo " Inggit mulai meneteskan air matanya.
" Ya karena Lo yang maksa gue buat nerima Lo "
Yang di katakan Alvaro benar, beberapa hari sebelum ia menyatakan perasaannya kepada Sheyna, Inggit menemui dirinya dan memaksa untuk menerima cintanya.Alvaro yang saat itu tidak berpikir panjang, dia mengiyakan keinginan Inggit.
" Tapi Al... hikss... "
" Sorry Nggit gue harus cabut, Lo berhak dapat yang lebih baik dari gue " Setelah membayar bil, Alvaro pergi begitu saja meninggalkan Inggit yang menangis di mejanya.
Bukan Alvaro tidak memiliki hati, tapi ia tidak ingin melukai lebih banyak lagi, terlebih dia tidak ingin Sheyna terluka.
...***...
Pagi yang cerah, matahari bersinar, langit biru terhampar. Sheyna baru saja selesai membantu mbak Siti membersihkan kolam ikan di taman belakang rumahnya.
" Dek Istirahat gih sana, biar mbak yang beresin sisanya " ucap Mbak Siti sambil membereskan perlengkapan yang mereka gunakan tadi.
" Iya mbak Nana Istirahat ya capek banget " keluh Sheyna merebahkan tubuhnya di atas bangku dekat kolam.
Ting tong... ting tong...
Suara bel rumahnya berbunyi, Sheyna enggan untuk beranjak tubuhnya terlalu lemas. Sedangkan mbak Siti langsung meninggalkan pekerjaannya dan berlari menuju pintu depan.
Tak berselang lama mbak Siti kembali.
" Dek... ada temen kamu di depan " teriak mbak Siti.
" Aaa... Siapa mbak? Nana capek suruh ke sini aja mbak " ucap Sheyna mager.
" Yakin di suruh ke sini ? gak malu di liatin muka kusam gini? " goda mbak Siti.
" Emang siapa sih mbak? " tanya Sheyna mendudukkan tubuhnya.
" Alvaro? " Sheyna memastikan, mbak Siti mengangguk.
" Aduh gimana ini... Ya Ampun kok dia gak bilang dulu sih, Aduh mbak Nana harus gimana dong " ucap Sheyna panik.
" Udah buruan mandi sana, dia nunggu di ruang tamu" ucap Mbak Siti melanjutkan pekerjaan nya.
Seakan terisi lagi energi pada tubuh Sheyna, Sheyna langsung belari dengan kencang menuju kamarnya.
Namun nasib baik tidak berpihak kepadanya, baru saja ia berniat menaiki tangga, tiba tiba seseorang memanggilnya membuat tubuh Sheyna menegang.
" Sensen... " panggil Alvaro, entah apa yang ia lakukan di disini.
" Eeehhh... Al tunggu di ruang tamu aja ya, aku mandi dulu " ucap Sheyna tanpa menoleh.
Rambut acak acakan,dan baju tidur yang kotor menambah kesan jelek pada dirinya pagi ini.
" Sensen kamu kenapa? kok gak mau liat aku? " heran Alvaro.
" Iiihhh... Al aku malu tahu, sana kamu pergi dulu " tanpa menunggu jawaban Alvaro Sheyna langsung berlari menuju kamarnya.
Alvaro tahu Sheyna malu karena penampilannya, tapi menurut Alvaro walaupun ia belum mandi, dengan rambut acak acakan dan baju tidurnya menambah kesan imut pada Sheyna, membuat hati Alvaro semakin klepek klepek.
" Pacar gue emang cantik, walaupun belum mandi " gumam Alvaro lalu kembali ke ruang tamu sambil menunggu Sheyna selesai mandi.
Tak butuh waktu lama Sheyna sudah selesai, Sheyna menghampiri Alvaro yang sedang memainkan ponselnya.
" Al... " panggil Sheyna.
Alvaro berbalik, lagi lagi ia di buat terpesona, walau hanya menggunakan mini dress simpel dengan warna biru, dan riasan tipis Sheyna terlihat sangat cantik.
" Al... " panggil Sheyna lagi, membuat Alvaro tersadar dari lamunannya.
" Eeh... iya Sensen, emm... itu... anu... jalan yuk " ucap Alvaro gugup.
" Mau kemana Al? " tanya Sheyna.
" Udah ikut aja, tadi aku udah izin ke mbak Siti" Sheyna akhirnya menurut.
Mereka berjalan beriringan keluar rumah, dan menaiki mobil Alvaro.Alvaro melajukan mobilnya menuju sebuah taman bermain.
" Waaahhh..." ucap Sheyna tanpa sadar membuat Alvaro tersenyum.
" Suka? " tanya Alvaro, Sheyna mengangguk.
" Terakhir kali aku main kesini saat papa masih hidup, semenjak papa gak ada aku belum pernah datang kesini lagi " ucap Sheyna tanpa sadar mengenang sang Papa.
" Justru itu aku bawa kamu kesini supaya kamu bisa bahagia lagi, aku tahu tempat ini dari mbak Siti " Alvaro menggenggam tangan Sheyna seakan menyalurkan kekuatan.
Sheyna yang tadinya sedih, sekarang tersenyum ketika merasakan kenyamanan dari genggaman tangan Alvaro. Ingatkan Sheyna untuk berterima kasih kepada mbak Siti yang selalu memberikan yang terbaik untuk dirinya.
Dengan antusias Sheyna menaiki semua wahana permainan layaknya anak kecil, Alvaro ikut bahagia ketika melihat Sheyna bahagia.
Sekarang tempat terakhir dan ini atas permintaan Alvaro, karena sejak tadi dia yang menemani Sheyna dan sekarang giliran Sheyna yang menemaninya.
" Al yakin mau masuk kesana? " tanya Sheyna takut takut melihat rumah hantu di hadapannya.
" Iya udah, tenang aja hantu di dalam sana cuma bohongan kok " ucap Alvaro, namun bagi Sheyna tetap saja wajah hantu bohongan di dalam sana sangat menakutkan.
Sheyna memegang erat lengan Alvaro,Alvaro hanya tersenyum melihat wajah ketakutan Sheyna. Setelah membeli tiket akhirnya mereka masuk kedalam rumah hantu.
Sheyna benar benar takut sejak masuk ia tidak berani membuka matanya dan terus berpegang erat pada Alvaro. Alvaro tidak menyangka Sheyna akan setakut ini, ia jadi merasa bersalah tapi mereka sudah terlanjur masuk.
Alvaro mendekap tubuh Sheyna dari samping, sebagai ganti rasa bersalahnya. Sheyna yang merasakan dekapan Alvaro memberanikan membuka matanya, dan menatap Alvaro.
" Tenang ada aku " Alvaro tersenyum membuat hati Sheyna sedikit tenang.
Namun tiba tiba sebuah tangan memegang kaki Sheyna membuat Sheyna menjerit ketakutan.
" Aaaaaa..... " Tanpa sadar Sheyna berlari meninggalkan Alvaro.
Sheyna terus berlari dengan mata tertutup, tanpa memperdulikan suara suara menyeramkan, ia hanya menggunakan naluri nya untuk terus berlari keluar rumah hantu tersebut.
Alvaro yang merasa di tinggalkan sedikit kecewa.
" Aelah... baru aja mau romantis, jadi kabur kan dia gara gara Lo " tunjuk Alvaro pada suster ngesot yang berada di belakang nya.
Dengan perasaan sedikit kecewa Alvaro keluar dari rumah hantu tersebut.
...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...