BASRI

BASRI
Makan Bersama



Malam ini bintang menerangi langit yang gelap. Rembulan pun tak mau kalah dia juga memancarkan cahayanya untuk membantu menghiasi langit.


" Nana... sudah siap belum? " teriak Siti dari depan kamar Sheyna.


Malam ini sesuai janji Nani dan Nevan keluarga mereka akan makan malam bersama di sebuah restauran di tengah kota.


" Sebentar lagi mbak " teriak Sheyna dari dalam kamarnya.


Ia masih merapikan dress dan make up nya, Sheyna hanya memakai make up natural. Sebenarnya jika bukan ini acara yang cukup penting Sheyna tidak akan bermake up, paling dia hanya menggunakan bedak tabur dan liptbalm.


Tapi dia tidak mau terlihat jelek di depan Arsenio, bisa bisa dia akan di ledeki, dan dijahili seperti saat mereka bertetangga dulu.


" Cepetan om Nevan udah nungguin tuh " teriak Siti lagi.


" Iya iya mbak " Sheyna langsung mengambil tas selempang nya dan tak lupa ponsel kesayangannya.


Setelah di rasa cukup Sheyna langsung keluar kamarnya, dan menuju tempat Nevan menunggu.


" Haii om... " Sapa Sheyna saat tiba di ruangan tersebut.


" Ohh Haii Nana, bagaimana keadaan kamu? " tanya Nevan.


" Cukup baik om, beberapa minggu ini Nana ngerasa sehat aja gak ada keluhan " jelas Sheyna dengan senyum yang mengembang.


Memang semenjak ia berteman dengan Alvaro dkk penyakit nya jarang kambuh, sampai sampai ia beberapa kali lupa meminum obat karena merasa tubuhnya sudah kembali sehat.


Ya walaupun Sheyna tahu sebenarnya tubuhnya masih lemah, dan masih sering kelelahan.


" Bagus dong, Om senang dengarnya, Om janji akan berusaha buat Nana sembuh total " ucap Nevan membuat Sheyna sedikit merasa lega.


Setidaknya, Nevan akan terus membantu dirinya untuk sembuh dari penyakit nya.


" Sudah sudah kok malah bahas penyakit Nana sih, kan malam ini kita mau makan malam bersama " Ucap Nani berusaha mengalihkan perhatian mereka.


Karena jujur saja Ibu mana yang tidak sedih jika anaknya sakit, dan ketika mendengar mereka membahas tentang penyakit Sheyna membuat Nani takut kehilangan Sheyna.


" Iya nih Om, btw anak om mana? " tanya Siti.


" Oh dia nyusul katanya tadi ngerjain tugas dulu " jelas Nevan, mereka pun hanya mengangguk.


" Ya sudah ayo kita berangkat " ajak Nevan.


Mereka pun berjalan keluar rumah dan menaiki mobil Nevan. Di perjalanan mereka hanya ngobrol ngobrol ringan. Sesekali Nani dan Nevan nostalgia tentang kedekatan Sheyna dan anak Nevan dulu, hingga tanpa sadar mereka telah tiba di restauran tujuan mereka.


Mereka pun keluar dari mobil, dan langsung memasuki restauran tersebut. Di salah satu meja Sheyna melihat punggung seorang laki laki yang mirip dengan seseorang yang ia kenal.


" Haii kamu sudah sampai " sapa Om Nevan pada pria tersebut, dan pria tersebut membalikkan tubuhnya sontak membuat Sheyna terkejut.


" Lo... " ucap mereka bersamaan.


...***...


Alvaro tengah bersiap untuk menghadiri acara makan malam bersama calon istri ayahnya.


" Al ayah duluan ya, soalnya mau jemput calon mama kamu, nanti kamu nyusul ya " ucap Ayah Alvaro.


" Iya yah "


Sepeninggal ayahnya Alvaro langsung mengambil kunci motornya dan menuju restauran yang telah ayahnya boking.


Di perjalan Alvaro terus merapalkan do'a semoga calon istri ayahnya bukan lah Mama nya Sheyna.


" Gue harus yakin, ini cuma kebetulan dan gue yakin pasti beda orang " Alvaro berusaha mensugesti dirinya.


Alvaro pun tiba di restauran tersebut, Alvaro memarkirkan motornya dan masuk ke dalam Restauran dan menuju meja yang sudah ayahnya boking.


Alvaro memainkan ponselnya, dan tidak sengaja dia melihat tanggal, Alvaro teringat sesuatu.


" Hari ini tepat dua minggu, berarti hari ini harusnya Sensen kasih jawaban " ucap Alvaro pada dirinya sendiri.


Alvaro berniat mengirimkan pesan kepada Sheyna namun ia urungkan, karena ayahnya sudah tiba.


" Haii kamu sudah sampai " sapa ayahnya membuat Alvaro membalikkan tubuhnya.


Alvaro di buat terkejut saat melihat sosok gadis yang berhadapan dengannya.


" Lo... " ucap mereka bersamaan.


" Kalian sudah saling kenal? " tanya ayah Alvaro.


" Iya om kita teman sekelas " jawab gadis tersebut.


" Kok Lo di sini ? " tanya Alvaro.


Alvaro mengenal gadis tersebut, namun Setidaknya Alvaro bersyukur kalau calon istri ayahnya bukanlah mama Sheyna.


Dan dia masih punya harapan untuk memperjuangkan cintanya.


...***...


Di lain tempat Sheyna benar benar di buat terkejut, ternyata calon kakak tirinya adalah sahabatnya sendiri.


" Lo... " ucap mereka bersamaan.


" Halo... Sensen " sapa Orang tersebut membuat Sheyna memicingkan matanya.


" Iqbal Arsenio Pratama " ucap Iqbal menyebutkan nama panjangnya.


" Pantas gue kayak gak asing sama nama Arsen " ucap Sheyna sedikit ketus.


" Sudah sudah ayo kita duduk " ajak Nevan berusaha mencairkan suasana.


" Iya ayo Om " tambah Siti langsung mengambil posisi duduk di samping Sheyna.


Mereka pun memesan makanan, Sheyna terus memanyunkan bibirnya. Dia tidak Terima kalau Iqbal yang menjadi saudara tirinya, selain Iqbal adalah sahabatnya, Iqbal itu juga sangat jahil.


" Kenapa Lo? " tanya Iqbal sambil berbisik.


" Lo hutang penjelasan " ucap Sheyna menatap tajam Iqbal, membuat Iqbal bergidik ngeri.


Tak berselang lama pesanan mereka pun datang, mereka pun makan dengan khidmat. Sesekali mereka mengobrol, lebih tepatnya Nani dan Nevan yang asik mengobrol.Sedangkan Siti, Sheyna dan Iqbal hanya menyaksikan.


" Ma... Om Nana mau kedepan sebentar ya " Izin Sheyna pada Nani dan Nevan setelah menyelesaikan makannya.


" Ya sudah jangan lama lama " setelah mendapat izin Sheyna langsung berjalan keluar restauran.


" Arsen juga, Pa, Tante, Mbak gak usah nungguin kita, Nanti Sheyna biar pulang bareng Arsen " ucap Iqbal yang di setujui oleh mereka.


Iqbal langsung menyusul Sheyna, saat ia tiba di lobi dia tidak melihat Sheyna.


" Cepet amat nih anak ngilang heran " Iqbal mengeluarkan ponselnya dan mendial nomor Sheyna namun tidak ada jawaban.


Disisi lain Sheyna terus membuntuti dua orang remaja yang tidak sengaja ia lihat saat keluar dari restauran tadi. Sheyna berjalan mengendap ngendap agar tidak ketahuan.


Tiba mereka di taman belakang restauran, kedua remaja tersebutpun duduk di sebuah bangku sambil berbincang.


" Ngapain dia disini? berduaan lagi sama cewek" heran Sheyna dengan perasaan yang bercampur aduk.


Sheyna tidak bisa mendengar obrolan mereka, jadi Sheyna akan lebih mendekati mereka, namun saat ia ingin melangkah seseorang menepuk bahunya.


" Ngapain Lo! " ucap Iqbal, Sheyna yang panik langsung menarik Iqbal untuk bersembunyi.


" Ssstttt... ngapain Lo di sini " ucap Sheyna berbisik.


" Lo yang ngapain gue cariin juga" omel Iqbal.


" Sssstttt.... berisik nanti ketahuan "


" Loh itukan Alvaro, sama siapa dia " ucap Iqbal berniat ingin menyapa Alvaro namun di halangi oleh Sheyna.


" Bal..." Sheyna memberi isyarat untuk tidak menyapa Alvaro.


Karena Sheyna ingin tahu ada hubungan apa antara Alvaro dan gadis tersebut.


" Lo lagi mata matain Alvaro? Kalian pacaran? " tanya Iqbal dengan berbisik karena sudah mulai tahu situasi.


Plakkkk...


Sheyna memukul bahu Iqbal.


" Gak usah kepo deh "


" Dih, gue nanya juga "


Akhirnya Iqbal bisa diam, dan mereka pun masih terus memperhatikan Alvaro dan gadis tersebut. Sheyna mulai bosan kakinya juga sudah mulai keram karena berjongkok.


" Kayaknya mereka cuma ngobrol biasa deh, balik yuk " ajak Sheyna menyerah.


Lagi pula Sheyna tidak melihat tanda tanda Alvaro mendekati gadis tersebut, mereka hanya tampak mengobrol.


" Ayo... " ajak Iqbal.


Namun saat mereka berdiri, gadis tersebut duduk menyamping sehingga Iqbal bisa melihat wajah gadis tersebut.


" Sensen... itu Billa kan? " tanya Iqbal, membuat Sheyna langsung menatap gadis tersebut.


" Billa... " ulang Sheyna terkejut.


Lalu tak berselang lama Alvaro memeluk Billa,dan tersenyum, senyum yang sangat lepas keluar dari wajah Alvaro membuat hati Sheyna terasa sakit.


" Apa mereka pacaran? tapi kenapa Alvaro minta balikan? " Batin Sheyna.


Lagi lagi hatinya terasa sakit, saat melihat Alvaro bersama gadis lain, No bukan gadis lain melainkan berpelukan bersama sahabatnya.


Tanpa Sheyna sadari air matanya pun jatuh, Iqbal yang melihat air mata Sheyna jatuh menjadi mengerti bahwa Sheyna menyukai Alvaro.


" Sakit ya? " tanya Iqbal, Sheyna hanya mengangguk sambil menatap Alvaro dan Billa yang masih berpelukan.


" Sini " Iqbal pun memeluk Sheyna mencoba menenangkannya.


" Pulang yuk " ajak Iqbal,ia tidak tega melihat Sheyna menangis dalam diam seperti ini, jadi ia memutuskan untuk mengajak Sheyna pulang.


Sheyna yang merasakan sesak di dadanya hanya memilih untuk menurut, lebih baik dia tidak berlama lama di sana karena semakin lama ia melihat itu maka hatinya akan semakin terluka.


Mereka pun berjalan menuju tempat Iqbal memarkirkan mobilnya dengan Iqbal yang memapah Sheyna yang masih menangis.


...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...