BASRI

BASRI
Pesta



Terkadang cinta bisa membuat kita menjadi pribadi yang berbeda. Terkadang cinta bisa membuat kita melakukan hal hal yang belum pernah kita lakukan.


Sama halnya dengan yang di alami Sheyna, Sheyna tidak pernah merasa gelisah ketika ia tidak memainkan ponselnya. Tapi semenjak berpacaran dengan Alvaro ia bahkan tidak rela meninggalkan ponselnya walau sejenak.


Sejak pulang dari jalan jalan bersama Alvaro di hari ke-7 mereka berpacaran Alvaro tidak pernah mengiriminya pesan, atau sekedar mampir ke rumahnya.


Sheyna di buat gelisah, dan khawatir, pesan Sheyna juga tidak di balas. Alvaro menjauh darinya, entah apakah dia membuat kesalahan ketika terakhir kali mereka bertemu.


^^^Me^^^


^^^*Al kamu baik baik aja kan?^^^


^^^Kamu marah sama aku?^^^


^^^Al jangan ngilang 😭*^^^


Banyak pesan yang Sheyna kirimkan kepada Alvaro tapi tidak ada satupun balasan. Jangankan mendapat balasan, bahkan pesannya tidak di baca oleh Alvaro, membuat Sheyna semakin khawatir.


Rania


Bebeb acuuu....


Sekarang siap siap gue otw rumah lo


Sheyna di buat bingung dengan Rania tiba tiba mengirimi dia pesan untuk bersiap. Entahlah Rania memang begini sok misterius.


^^^Me^^^


^^^Mau kemana?^^^


^^^Lagi gak mood keluar gue^^^


Baru saja pesannya terkirim tiba tiba ia mendengar suara deru mobil di depan rumahnya. Sheyna mengintip dari jendela.


" Katanya otw, tau tau udah nyampe aja nih anak " Sheyna mendumel ketika melihat mobil Rania sudah terparkir di depan rumahnya.


Tok... tok... tok...


" Tuh kan, nih anak punya jurus menghilang kali cepet banget tau tau udah di depan kamar " Kesal Sheyna lalu membuka pintu kamarnya.


" Halooo sayangnya Rania " ucap Rania heboh, Sheyna memutar bola matanya malas. Rania langsung menyelonong masuk ke dalam kamarnya.


" Hmm.... "


Rania berjalan menuju lemari pakaian Sheyna, dan memilih milih baju.


" Nih pake ini " Rania menyodorkan dress berwarna putih kepada Sheyna.


" Mau kemana sih Ran pake dress segala " protes Rania.


" Temenin gue ke pesta teman SMP gue, buruan ganti baju " Rania mendorong tubuh Sheyna untuk masuk ke kamar mandi.


Sheyna hanya bisa pasrah, terkadang Rania memang suka bersikap semaunya tapi Sheyna tidak keberatan dengan semua itu, karena Rania begitu baik kepadanya.


" Wooowww... Iiihhh cantik banget padahal belum di make up " Ucap Rania ketika Sheyna keluar dari kamar mandi dengan dress putihnya.


" Alay Lo " Sheyna berjalan menuju meja riasnya.


" Lo cantik sih, tapi lebih cantik gue heehehhh " Rania terkekeh lalu membantu Sheyna untuk merias sedikit wajahnya. Hanya butuh waktu 30 menit Sheyna sudah siap.


" Kalau gue cowok gue pasti udah jadiin Lo pacar gue Sen " ucap Rania lagi.


" Udah puas mujinya? " kesal Sheyna, entahlah dia tidak terlalu suka di puji berlebihan.


" Hehehh " Rania hanya terkekeh.


Merekapun keluar kamar Sheyna menuju ruang tengah menemui Nani.


" Waaaw... ini dua bidadari jatuh dari mana " goda Nani.


Kedua gadis tersebut memang tampak Cantik, Rania yang menggunakan dress berwarna peach dengan riasan natural menambah kesan manis. Begitupun dengan Sheyna mereka memang cantik.


" Tante Rania pinjam Sensen ya " izin Rania.


" Iya bawa aja, tapi hati hati ya " ucap Nani memberikan izin.


Kedua gadis tersebutpun mencium punggung tangan Nani, Nani memeluk tubuh Sheyna sejenak.


" Anak mama udah gede, hati hati ya sayang " Nani mencium kening Sheyna.


" Siap ma, mama hati hati di rumah, Nana pergi ya " pamit Sheyna.


Setelah berpamitan merekapun memasuki mobil Rania. Di dalam mobil mereka membahas banyak hal mulai dari hal hal tentang mereka sampai hal hal yang tidak jelas. Tanpa sadar mereka sudah tiba di sebuah hotel tempat acara berlangsung.


Sheyna keluar dari mobil, tanpa sengaja ia melihat sebuah mobil yang familiar di matanya, tapi dia tidak yakin pemilik mobil tersebut.


" Sensen ayo masuk, entar jangan jauh jauh dari gue ya " peringat Rania, Sheyna hanya mengangguk sebagai jawaban.


Dentuman musik mulai terdengar, suara sorak sorai pengunjungpun terdengar. Pestanya cukup mewah dan para tamu cukup banyak membuat Sheyna beberapa kali bersenggolan dengan tamu.


" Inggit.... " teriak Rania, ketika tiba di tempat si empu pesta.


" Rania... " merekapun berpelukan.


" Btw happy birthday ya " ucap Rania sambil memberikan kadonya.


" Thank's udah datang " Inggit menerima kadonya.


" Ini siapa ? " Tanya inggit menyadari keberadaan Sheyna.


" Sheyna "


" Inggit " merekapun bersalaman dan berbincang ringan, lebih tepatnya Rania dan Inggit yang berbincang.


Sheyna melihat lihat ke sekitar, dia tidak tahu harus berbuat apa Rania dan Inggit asik berbincang.


" Oh ya gue denger Lo sekarang punya pacar? " tanya Rania.


" Hehehhh iya, dan Lo kenal kok sama orangnya" ucap Inggit bangga.


" Siapa? " tanya Rania antusias.


" Sebentar... " Tampak Inggit mencari seseorang.


" Nah itu dia " tunjuk Inggit kepada seorang pria yang berdiri tidak jauh darinya.


" Alvaro... " panggil Inggit.


Seketika Sheyna langsung mengalihkan pandangannya, dan memastikan bahwa pendengaran nya tidak salah.


Yang di panggilpun menghampiri mereka, dada Sheyna terasa sesak seakan oksigen sulit untuk masuk ke paru parunya. Hatinya terasa tertusuk belatih.


" Astaga Alvaro Lo kok gak cerita sih kalau Lo pacaran sama Inggit, pantes gue ajak bareng tadi gak mau " ucap Rania heboh.


" Sen Lo kok disini? " tanya Alvaro lembut.


Alvaro sama merasa perih di hati ketika Sheyna melihat dia bersama wanita lain. Sheyna hanya diam dia tidak mampu berkata kata hatinya sangat terluka.


" Gue yang ngajakin, habis Lo sama Iqbal gak ada yang mau bareng gue " Rania bersungut.


" Ran... ee... sorry gue balik duluan ya " pamit Sheyna.


" Loh kenapa ? kitakan baru nyampe Sen"


" Tiba tiba perut gue sakit nih, have fun ya " pamit Sheyna sambil berusaha tersenyum dihadapan mereka.


Sheyna tidak tahan, hatinya sakit ia takut tidak mampu membendung air matanya, jadi ia memilih untuk pergi dari sana. Alvaro yang merasa bersalah ikut berpamitan.


" Sorry gue jemput Iqbal sebentar " alibi Alvaro.


Alvaro mengejar berusaha mengejar Sheyna, Sheyna yang sadar di ikuti oleh Alvaro melepas high heels nya dan berlari secepat mungkin.


" Weee... broo mau kemana Lo? " Iqbal yang berpapasan dengan Alvaro menghentikan langkah Alvaro.


Sheyna yang sudah berada di loby hotel langsung menyetop taksi dan menaikinya.


" Lo liat apa sih Al? " tanya Iqbal penasaran melihat tingkah Alvaro yang seperti orang ketahuan selingkuh.


" Ee... itu... enggak... ayo masuk " ucap Alvaro, mereka pun kembali ke tempat acara berlangsung.


Di dalam taksi Sheyna tidak mampu lagi menahan air matanya mengalir begitu saja,dadanya terasa sesak, hatinya sakit. Bagaimana tidak ia yang beberapa hari ini gelisah karena pacarnya tidak memberi kabar, dan saat bertemu ternyata dia sedang bersama wanita lain.


Ini cinta pertama Sheyna, dan ini pertama kali Sheyna berpacaran,seharusnya Sheyna menyadari bahwa inilah resikonya ketika berpacaran dengan seorang Alvaro yang di kelilingi banyak gadis.


" Tapi kenapa Lo jahat banget Al, harusnya gue gak nerima Lo jadi pacar gue kalau gue tau rasanya sesakit ini " batin Sheyna sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.


Sheyna menatap jalanan, air matanya terus mengalir.Sheyna menghapus air matanya, dan menghela nafas ketika taksi yang ia naiki memasuki komplek rumahnya.


Setelah sampai Sheyna membayar taksi dan buru buru masuk kedalam rumahnya. Nani yang melihat Sheyna menyelonong masuk tanpa salam membuat Nani khawatir.


" Biar Siti aja bu " ucap mbak Siti yang menyadari ke khawatiran Nani.


Setelah mendapat persetujuan Nani, Mbak Siti langsung menyusul Sheyna ke kamarnya.


" Dek... " panggil mbak Siti ketika memasuki kamar Sheyna.


Mbak Siti di buat bingung ketika melihat Sheyna meringkuk sambil menangis di pinggir kasur.


" Kenapa? " tanya mbak Siti merangkul Sheyna.


" Alvaro jahat mbak hiksss... "


" Jahat kenapa? "


" Alvaro punya pacar selain Nana hiksss... sakit mbak... " Sheyna terisak meluapkan kesedihannya kepada Mbak Siti.


" Alvaro pasti punya alasan, Nana jangan sedih lagi " bujuk mbak Siti.


" Tapi Alvaro jahat mbak hiksss "


" Sssstttthhh sudah sudah, jangan nangis lagi ingat kondisi kamu " peringat mbak Siti.


Sheyna terus menangis, tidak perduli dengan keadaannya hatinya sangat sakit, bukan hanya hatinya Tapi kepalanya juga sudah mulai terasa sakit.


" Mbak " panggil Sheyna menegakkan wajahnya.


Tiba tiba Mbak Siti di buat panik ketika melihat wajah Sheyna yang penuh darah.


" Ya ampun dek, Ibu.... " Teriak Mbak Siti. Sambil mengelap darah di wajah Sheyna dengan tisu.


" Kenapa Siti " Nani ikut panik ketika melihat Sheyna yang terlihat lemas dan pucat.


" Ma Na.. na... sa... kit... " ucap Sheyna terbatas sebelum ia hilang kesadaran.


...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...