
Seperti biasa kelima remaja berkumpul di meja kantin saat belum istirahat berbunyi. Billa, Alvaro, Sheyna, Rania dan Iqbal sudah berbaikkan.
Sheyna sudah menjelaskan tentang hubungan Alvaro dan Billa kepada Rania dan Iqbal. Awalnya sulit untuk meyakinkan mereka namun dengan bersusah payah akhirnya mereka percaya.Hubungan mereka kembali akrab seperti biasanya, kemana mana selalu berlima.
" Guys... gue tuh beneran gak nyangka kalau kalian berdua tuh bakal jadi sepupu tiri " ucap Rania di sela sela makannya.
" Iiya... dunia tuh sempit banget ya " tambah Billa.
" Gue minta maaf ya sudah salah paham sama kalian " tambah Sheyna.
" Iya gak apa apa, salah paham biasa dalam suatu hubungan " timpal Alvaro mengedipkan sebelah matanya sambil mengelus rambut Sheyna.
" Eghem... iya yang udah resmi balikkan, dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak " timpal Iqbal sedikit sewot.
" Sirik aee Lo unta " Alvaro melempar tisu ke muka Iqbal, membuat semuanya tertawa.
Canda tawa di antara mereka berangsur kembali. Kebahagiaan Sheyna juga kembali ia yang sudah resmi berbalikan dengan Alvaro di tambah semua sahabatnya sudah kembali akur.
Memang terkadang sebuah kesalahpahaman mampu memporak-porandakan hubungan baik antar manusia. Jadi jika kalian memiliki kesalahpahaman cepat cepatlah di luruskan agar hubungan kembali membaik.
Sedang asik asiknya bercanda, bel masuk pun berbunyi, mereka langsung bergegas menuju kelas.
" Guys... guyss... kalian duluan deh gue mau ke toilet dulu " ucap Rania.
" Mau gue temenin gak? " tanya Sheyna.
" Udah Sensen kalian langsung ke kelas aja, nanti kalau ada guru gue belum balik izinin ya " teriak Rania sambil berlari meninggalkan mereka.
Sheyna hanya geleng geleng kepala melihat Rania yang berlari ngacir ke toilet.
" Kebelet banget dia " timpal Billa yang juga memperhatikan Rania.
" Udah biarin ayo.. " ajak Sheyna.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju kelas mereka.
Di toilet.
Rania baru saja menyelesaikan panggilan alamnya, saat ia ingin keluar dari bilik toilet ia menghentikkan langkah saat nama sahabatnya di sebut sebut oleh orang di luar sana.
" Gue denger denger Sheyna sama Alvaro udah balikkan loh "
" Iya beritanya udah nyebar kemana mana, couple goal banget deh mereka "
" Iiihh tapi nih ya, kalian tahu gak Sheyna akhir akhir ini juga deket banget sama Iqbal "
" Aaah... masa "
" Iiya, beneran kemarin aja gue lihat mereka pulang bareng, terus nih ya kan rumah gue searah sama Sheyna, tahu gak gue sering ngeliat Iqbal masuk ke rumah Sheyna, ngapain coba"
Rania yang mendengar semuanya mengepalkan tangannya, dan keluar bilik toilet dengan pintu yang terbuka keras.
" Gosip aja teruss... waktunya belajar " ucap Rania menatap tajam kedua gadis tersebut.
" Eeehh... Rania... " sapa mereka cengengesan.
" Kalian kalau gak tau apa apa gak usah sok tahu, bisa aja Iqbal di rumah Sheyna buat belajar bareng " Rania mencoba mengklarifikasi.
" Tapi Ran, masa hampir setiap hari " ucap gadis yang satu.
" Bener Ran, kalau belajar bareng kenapa gak bareng kalian juga, masa cuma berdua " tambah gadis yang satunya lagi.
" Stop stop, gue gak mau denger lagi, Sekali lagi gue denger kalian gosipin sahabat gue, gue habisin kalian " ancam Rania mengepalkan tangannya di depan kedua gadis tersebut.
" Iii... iya Ran maaf " Setelah itu mereka langsung keluar dari toilet.
" Heran toilet sekarang berganti fungsi jadi tempat gosip " Rania menggelengkan kepalanya tidak habis pikir.
Walaupun tampaknya Rania tidak perduli dengan gosip tadi, tapi sebenarnya dalam hati kecilnya juga banyak pertanyaan tentang itu.
...***...
Sepulang sekolah sesuai janji Sheyna mengunjungi Cahaya di rumah sakit, tidak lupa Iqbal yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi.
" Lo bisa gak sehari aja gak ngikutin gue?! " Seru Sheyna kesal.
" Oh tidak bisa Ferguso, nanti kalau ada apa apa sama Lo siapa yang di salahin? Gue juga " jawab Iqbal santai terus mengikuti Sheyna dari belakang.
" Bal Lo posesif banget sumpah, gue ke rumah sakit kalau penyakit gue kambuh bisa langsung di tangani bokap Lo, Gila! " Sheyna memukul bahu Iqbal karena kesal selalu di ikuti.
" Iya juga ya " Mendengar penuturan Iqbal yang membenarkan ucapannya barulah Sheyna menghentikan aksinya. Namun baru berselang beberapa detik ia kembali di buat kesal dengan kelanjutan ucapan Iqbal.
" Tapi bodo amat, gue gak peduli pokoknya dimana Lo di situ ada Gue " Iqbal menyunggingkan senyumnya dan menaikkan sebelah alisnya membuat Sheyna kesal Sendiri.
Sheyna akan berpura pura tidak menganggap Iqbal ada hingga ia bosan sendiri dan meninggalkan Sheyna sendiri.
Kelang satu ruangan lagi mereka akan tiba di ruang rawat Cahaya.
Tok... tok...
" Permisi... " Sheyna membuka pintu dan di sambut oleh Henny dan senyum bahagia Cahaya.
" Kak Nana... " Teriak Cahaya heboh sambil merentangkan tangannya minta di peluk.
" Ohhh... adik manisss " Sheyna langsung menghampiri Cahaya dan memeluknya.
Henny tersenyum melihat keakraban Cahaya dan Sheyna. Cahaya tampak sangat bahagia saat bertemu dengan Sheyna.
" Gimana kondisi kamu? " tanya Sheyna mengelus pucuk kepala Cahaya.
" Masih lemes kak, tapi tiba tiba aku jadi semangat saat ngeliat kak Nana " ucap Cahaya tersenyum.
" Gombal " Sheyna menoel hidung Cahaya gemas. Cahaya hanya terkekeh lalu mereka saling bercanda.
Henny dan Iqbal yang melihat keakraban mereka hanya tersenyum. Mereka sama sama bahagia melihat orang yang mereka sayang bisa tersenyum bahagia di tengah ujian yang menimpa mereka.
" Bal... " panggil Henny.
" Hmm" balas Iqbal berdehem.
" Temenin beli makan yuk, kalian juga pasti belum makan " ajak Henny.
" Pas banget Hen, ayo " Iqbal menyengir semangat.
" Sen... titip Cahaya ya, gue sama Iqbal beli makan dulu " pamit Henny.
" Oke... siap... " Jawab Sheyna.
Mereka pun langsung keluar ruangan, dan berjalan menuju kantin rumah sakit untuk membeli makanan. Sepanjang perjalanan menuju kantin Rumah sakit tidak banyak yang bisa mereka obrolkan hanya seputar kondisi Sheyna dan Cahaya.
Setelah itu mereka hanya saling diam, Iqbal yang sibuk dengan ponselnya dan Henny yang tidak tahu harus memulai obrolan apa. Hingga tibalah mereka di kantin Rumah sakit.
Tak banyak jualan hanya ada beberapa penjual, tapi cukuplah untuk memenuhi kebutuhan pengunjung rumah sakit.
" Mau makan apa? " tanya Henny pada Iqbal.
" Lo mau apa? " tanya Iqbal balik.
" Yaelah Gue nanya malah nanya balik gimana sih Bal " Henny menggelengkan kepalanya.
" Ya udah gue sama Sensen ikut pesen apa yang Lo pesen " ucap Iqbal kembali fokus pada ponselnya.
Melihat Iqbal yang sibuk dengan ponselnya, Henny hanya menurut dan pergi memesan makanan. Setelah selesai mereka kembali lagi ke ruang rawat Cahaya.
Saat mereka kembali ke ruang rawat Cahaya tampak, Cahaya yang tertidur di ranjangnya dan Sheyna yang tertidur di samping Cahaya.
" Sepertinya mereka lelah " ucap Iqbal dengan wajah cengo nya.
" Maaf ya Bal jadi ngerepotin kalian, liat Sheyna jadi kecapekan karena nemenin Cahaya " ucap Henny merasa tidak enak hati.
" Udah gak apa apa lagian Sensen juga yang mau, selagi itu bisa buat dia bahagia Gue gak masalah " ucap Iqbal mencoba tersenyum untuk meredakan rasa tidak enak hati Henny.
" Ya udah kalau gitu Gue bawa Sheyna pulang ya " Pamit Iqbal.
" Eee... tapi makanannya gimana? " Henny melihat kotak makanan yang ia bawa.
" Kasih ke petugas kebersihan atau suster aja Hen " ucap Iqbal menghampiri Sheyna.
" Sen... Sensen... bangun pulang yuk... " Iqbal mencoba membangunkan Sheyna dengan menggoyangkan bahu nya pelan.
Namun mungkin karena kelelahan Sheyna tidak kunjung bangun, jadi mau tidak mau Iqbal harus menggendongnya menuju mobilnya.
" Eeehhh... Emang Sheyna gak berat Lo gendong kayak gitu? " tanya Henny.
" Berat sih, tapi resiko jadi kakak mah gini " ucap Iqbal mencoba memaksakan senyumnya pada Henny.
" Ya udah hati hati, thank's sebelumnya udah mau nemenin Cahaya " ucap Henny mengantarkan mereka keluar ruangan rawat.
Saat Iqbal dan Sheyna keluar ruangan Henny mengeluarkan ponselnya dan memotret Iqbal yang sedang menggendong Sheyna, dan mengirimkannya kepada Fenty.
" Sorry Sen gue harus ngelakuin ini demi nyelamatin Cahaya " batin Henny, lalu ia kembali masuk ke ruang rawat cahaya dengan perasaan bersalah.
...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...