
"Dihh...masih berani masuk juga si tukang selingkuh "
" Kasihan Alvaro sama Rania ya "
"Mangkanya Alvaro kemarin sama gue aja, di selingkuhin kan akhirnya"
"Gue kira polos eeh ternyata Lossss... " ucap sekelompok siswi yang menatap jijik ke arah Sheyna dan Iqbal.
Sheyna merasa sangat kesal dan malu karena di sepanjang perjalanan menuju kelasnya kata kata cemoohan dan hinaan tidak berhenti mengenai indra pendengarannya.
Ia sangat kesal karena kata kata yang mereka lontarkan tentang dirinya dan Iqbal tidak lah benar, dan malu karena selalu di tatap dengan tatapan menjijikkan.
Tapi ia bersyukur setidaknya ada Iqbal yang selalu menemaninya. Iqbal yang melihat Sheyna merasa tidak nyaman langsung memasangkan earphone ke telinga Sheyna.
"Gak usah di dengerin" ucap Iqbal sambil tersenyum, dan Sheyna membalas senyuman Iqbal.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kelasnya, namun tanpa mereka sadari Rania, Billa dan Alvaro melihat adegan yang menyayat hati tersebut.
"Gak usah di lihat! " ucap Billa sambil menutup wajah Rania dan Alvaro dengan tangannya.
Rania melepaskan tangan Billa dan berucap "Udah terlanjur di lihat" Rania dan Alvaro langsung menyelonong pergi meninggalkan Billa yang masih cengo dengan sikap mereka.
"Memang cinta segiempat itu ribet ya " Gumam Billa lalu menyusul Rania dan Alvaro.
...***...
Bel Istirahat berbunyi, Sheyna dan Iqbal langsung keluar kelas menuju rooftop. Alvaro dan Rania menatap kepergian mereka dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Fix... mereka udah jadian, dan kalian berdua tercampakkan " Ujar Panji salah satu teman kelas mereka.
Braaakkk...
Billa menggebrak meja, tidak suka dengan penuturan Panji yang sedang mengompori Rania dan Alvaro. Walau bagaimana pun Billa masih belum percaya dengan apa yang murid murid katakan. Karena Billa yakin Sheyna sangat menyayangi Alvaro, Billa dapat melihat itu saat Sheyna diam diam menatap Alvaro.
"Lo kalau gak tahu apa apa gak usah kompor deh! " Sarkas Billa menatap tajam Panji.
"Santai Bill, tapi emang Lo gak lihat gimana mesranya Iqbal dan Sheyna? "
"Ya kan guysss... " Panji meminta persetujuan teman teman kelasnya yang belum keluar kelas.
"Bener banget, sekarang kan emang lagi zaman teman makan teman" sambung Santi salah satu ratu gosip di kelasnya.
"Berisik Lo pada, kalian emang seneng kan ngeliat persahabatan kami hancur, sirik aja kalian semua, lihat ya gue bakal buktiin ke kalian semua kalau Sheyna dan Iqbal gak seperti yang kalian pikirkan! " Teriak Billa yang mulai jengah dengan situasi ini, ia mengeluarkan semua uneg unegnya tanpa memikirkan perasaan Alvaro dan Rania.
"Oh... jadi Lo lebih percaya sama mereka berdua di banding kita? " Sinis Rania berhadapan dengan Billa.
"Eee.... gak gitu maksud gue Ran"
"Gue sama Alvaro disini korban Bill,dan Lo lebih percaya mereka? Padahal jelas jelas gue dan Alvaro ngelihat dengan mata kepala kami mereka berpelukkan dan Iqbal ngasih bunga ke Sheyna, masih belum cukup buat Lo! " Teriak Rania dengan mata mulai berlinang.
"Eee... gak gitu Ran... maksss... "
Plaaakkkk...
Billa terdiam saat Rania menamparnya,Alvaro terkejut dengan sikap Rania yang benar benar sulit di percaya. Rania juga ikut terdiam dia benar benar reflek menampar Billa karena terlalu kesal kepada Sheyna dan Iqbal.
"Lo nampar gue?! " Ucap Billa mulai emosi.
"Bill... "
"Gue ngerti Lo cemburu tapi gak semua orang bisa jadi bahan pelampiasan Lo, udah cukup ya berapa hari ini gue ngeladenin sikap kekanakan Lo! " Bentar Billa lalu pergi meninggalkan kelas.
"Al... " panggil Rania menatap Alvaro sambil melirik tangannya yang barusan menampar Billa.
"Yang Billa katakan benar Ran, gak semua orang bisa jadi pelampiasan, Gue tahu Lo cemburu tapi itu salah Lo sendiri gue udah lama bilang ke Lo buat ngasih tahu Iqbal tentang perasaan Lo tapi sekarang... " Alvaro menjeda ucapannya.
"Tapi Al... "
"Stop Ran, gue rasa kita memang butuh waktu sendiri sendiri dulu supaya bisa berpikir jernih" Ucap Alvaro ikut keluar dari kelas.
Rania terduduk di bangkunya, ia benar benar merasa sedih persahabatan nya benar benar hancur, Alvaro, Billa, Sheyna dan Iqbal meninggalkan dirinya. Rania menelungkupkan wajahnya di atas meja, ia menangis dalam kesendirian.
Hari itu, hari dimana Iqbal meminta maaf kepada Sheyna, Fenty dan Inggit berpapasan dengan Iqbal yang tengah membeli bunga di salah satu mall, mereka juga mendengar jika itu akan di berikan kepada Sheyna dan mereka mengirimi pesan kepada Alvaro kebetulan hari itu Alvaro sedang bersama Rania, dan terjadilah.
"Mission succes " Fenty dan Inggit bertos ria.
...***...
Hari hari berikutnya mereka benar benar menjalankan hidup masing masing. Billa memiliki teman baru, Alvaro sibuk dengan eskul basketnya, Rania jarang masuk sekolah, Sheyna dan Iqbal sering menghabiskan waktu bersama Henny dan Cahaya.
Setelah cek up Sheyna dan Iqbal langsung mengunjungi Cahaya di ruang rawatnya.
"Kakak Cantikk..... " teriak cahaya dengan raut bahagianya.
Sheyna tersenyum, dan langsung memeluk tubuh mungil cahaya.
"Wahh... cahaya tambah cantik aja" Sheyna mencubit gemas pipi cahaya.
"Cantik apaan botak gini" Cahaya memanyunkan bibirnya.
Ya itulah salah satu efek kemoterapi, beberapa hari yang lalu rambut cahaya di cukur karena sudah banyak rambuk yang rontok.
"Hey... siapa bilang botak itu gak cantik" Sheyna menangkup wajah cahaya.
"Cewek cantikkan rambutnya panjang " jawab Cahaya dengan polosnya.
"Cantik itu dari sini" Sheyna meletakkan telapak tangannya di dada sebelah kiri cahaya.
"Bukan dari rambut" Sheyna mengembangkan senyumnya lalu memeluk Cahaya erat.
Melihat kondisi Cahaya yang sekarang membuat Sheyna membayangkan dirinya beberapa bulan kedepan. Setelah beberapa kali melakukan kemoterapi kelak ia pasti akan mengalami apa yang di alami oleh cahaya sekarang. Bohong jika Sheyna berkata dirinya tidak khawatir, dia sangat khawatir.
Henny dan Iqbal hanya menyimak perbincangan mereka, Iqbal dan Henny tahu dalam hati mereka berdua sama sama khawatir akan kalah dengan penyakit mereka. Namun mereka berusaha keras untuk terlihat tetap tegar dan kuat.
"Kak besok kita piknik yuk " ucap Cahaya kepada Henny, ketika Sheyna melepaskan pelukkannya.
"Tapi dek, kan kondisi kamu belum pulih" tolak Henny, membuat Cahaya merasa sedih.
"Mau piknik kemana? " Tanya Iqbal menghampiri Cahaya, seketika raut wajah Cahaya kembali sumringah.
"Cahaya mau ke.... " Cahaya menceritakan rencana dan semua keinginannya kepada Iqbal. Sheyna menatap Iqbal yang sedang menyimak rencana Cahaya dengan senyuman.
Iqbal yang menyadari Sheyna sedang menatapnya langsung mengedipkan matanya.
"Bal... tapi kan... " Iqbal langsung berdiri dan menarik tangan Henny keluar ruangan.
"Besok kita akan piknik, yang penting Cahaya cepat sembuh" ucap Iqbal sebelum keluar ruangan.
Mendengar ucapan Iqbal, Cahaya langsung berteriak kegirangan.
Di depan ruang rawat Iqbal melepaskan cekalannya dari Henny.
"Lo denger sendiri gimana bahagianya dia ketika gue bilang besok jadi piknik " Ujar Iqbal.
"Tapi Bal... " Iqbal menepuk bahu Henny.
"Hen jangan terlalu posesif, kita gak tahu apa yang akan terjadi hari esok, apa salahnya kalau kita menuruti keinginannya siapa tahu itu permintaan terakhirnya " Ucap Iqbal berusaha menasehati Henny.
"Maksud Lo apa Bal?! Cahaya bakal... " Sentak Henny tidak terima, namun Iqbal langsung memeluk Henny hingga membuatnya terdiam.
"Kita gak tahu Hen, Gue sama khawatirnya sama Lo dan Gue pernah ngelakuin kesalahan dari situ gue sadar kalau mereka hanya ingin merasakan kebahagiaan walaupun hanya sebentar " Iqbal menghela nafas sejenak dan melanjutkan ucapannya.
"Lagi pula kata dokter jika mereka merasa bahagia itu juga bisa membantu proses penyembuhan Kan" Iqbal melepas pelukkannya dan menatap Henny yang sudah berlinang air mata.
"Sudah jangan terlalu di pikirkan, kita hanya berusaha membuat mereka bahagia, supaya kelak kita juga tidak akan menyesal" Iqbal mengembangkan senyumnya dan kembali memeluk Henny untuk menenangkannya.
Iqbal mengerti apa yang Henny rasakan begitulah yang ia rasakan saat ini, khawatir dan takut kehilangan. Namun semenjak kejadian waktu itu Iqbal jadi sadar kalau sikap posesif mereka lah yang akan membuat kondisi mereka menurun.
Setidaknya jika kelak mereka akan pergi Iqbal tidak akan menyesal karena telah membahagiakannya.
...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...