
Selama belum mendapat kabar dari Sheyna hati Alvaro tidak tenang, di tambah sikap Iqbal yang berubah terhadapnya. Tiba tiba Alvaro teringat ucapan Iqbal saat itu.
" Kebiasaan Lo gak berubah, hehh berapa cewek lagi yang mau Lo sakitin! "
" Coba Lo cari tahu kenapa Sheyna gak masuk beberapa hari ini "
Kalimat kalimat itu terus terngiang di benak Alvaro, Alvaro benar benar tidak tahu maksud dari perkataan Iqbal. Dia merasa dia tidak menyakiti siapa pun, dia juga hanya dekat dengan Sheyna, Rania dan Billa.
" Aarrrgghhh...apa gue coba ke rumahnya lagi ya, siapa tahu dia sudah ada di rumah " batin Alvaro langsung mengambil jaket dan kunci motornya.
Alvaro langsung berlari menuju motornya, bertepatan dengan Alvaro yang baru ingin keluar garasi ayahnya baru saja memasuki garasi.
" Mau kemana? " tanya Alfian.
" Ada urusan " Jawab Alvaro singkat.
" Urusan apa? " tanya Alfian keluar dari mobilnya.
" Urusan cinta, byee Yah " teriak Alvaro langsung melajuka motornya.
Alvaro melajukan motornya dengan kecepatan sedang,semilir angin malam menembus jaketnya. Alvaro terus fokus ke jalanan sambil sesekali merapalkan doa ' Semoga Sheyna berada di rumah '.
Tak terasa komplek rumah Sheyna sudah dekat, saat baru saja ingin memasuki komplek Alvaro melihat mobil yang sangat ia kenali baru saja keluar dari komplek rumah Sheyna.
" Iqbal? ngapain dia ? " batin Alvaro heran namun ia terus melajukan motornya ke rumah Sheyna.
Setibanya di rumah Sheyna, Alvaro tersenyum melihat pintu rumahnya terbuka dan itu pertanda Sheyna sudah ada di rumah.
Ting tong... ting tong...
Alvaro membunyikan bel rumah Sheyna, dan tak lama keluarlah mbak Siti.
" Eeehhh... Alvaro " sapa Siti.
" Haii mbak... Sensennya ada? " tanya Alvaro sopan.
" Yaahhh... telat sedikit " Alvaro mengernyit kan dahinya.
"Jangan jangan yang tadi... " batin Alvaro.
" Nana baru aja keluar sama Iqbal " ucap Siti.
Benar dugaannya, Alvaro mengepalkan tangannya.
" Oh Sama Iqbal ya, ok gue permisi ya mbak " pamit Alvaro.
Siti yang melihat ekspresi Alvaro yang langsung berubah merasa bingung.
" Jangan jangan terjadi sesuatu di hubungan mereka " batin Siti.
Alvaro langsung mengenakan helmnya, dan menghidupkan mesin motornya.
" Hati hati " teriak Siti saat Alvaro melajukan motornya sangat kencang.
" Wah gawat nih, jangan jangan Nana belum cerita tentang Iqbal bisa jadi perang Dunia ke-3 nih " ucap Siti langsung menutup pintu rumah.
...***...
Alvaro menghentikan motornya di sebuah warung pecel lele yang tidak jauh dari rumah Sheyna. Alvaro menghentikan motornya karena melihat mobil Iqbal terparkir di sana.
Hanya berjarak kurang lebih 5 meter Alvaro menyaksikan kemesraan kedua remaja tersebut. Tampak Sheyna sangat bahagia ketika berbincang dengan Iqbal dan Iqbal tampak sangat menikmati wajah bahagia Sheyna.
Hati Alvaro menjadi panas, ia mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya berusaha menahan emosi.
" Oh jadi ini alasan Lo ngilang, dan gak ngasih jawaban ke gue gara gara dia " ucap Alvaro penuh amarah.
Alvaro jadi berspekulasi bahwa maksud kata kata Iqbal kemarin, adalah Sheyna telah memberitahu tentang hubungannya, dan Iqbal menyalahkan dirinya karena telah menyakiti Sheyna padahal itu hanya sebuah kesalah pahaman.Dan Iqbal yang juga menyukai Sheyna, menjadi pahlawan telah membatu Sheyna menyembuhkan lukanya.
Alvaro tersenyum lirih, lalu kembali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan pengendara lain yang mencaci maki nya.
...***...
Keesokan harinya dengan lemas Alvaro tetap memaksakan dirinya untuk bersekolah. Ia tidak ingin di anggap lemah hanya karena wanita ia jadi membolos sekolah.
Namun baru saja dia menginjakkan kaki di loby sekolah hatinya sudah terasa panas, lagi lagi ia melihat Sheyna bersama Iqbal yang tengah bercanda canda.
Tampak Iqbal mengacak rambut Sheyna, dan Sheyna yang tertawa bahagia. Alvaro benar benar merasa cemburu, tapi dia gengsi untuk memperlihatkan nya.
Dengan santainya Alvaro berjalan melewati mereka seakan tidak melihat mereka. Namun langkahnya terhenti saat Sheyna memanggil namanya.
" Alvaro " panggil Sheyna.
Alvaro, berniat menoleh namun ia urungkan ketika mendengar kata kata Iqbal.
" Ngapain sih nyapa dia " ketus Iqbal.
" Al... " teriak Billa membuat Alvaro langsung menghampiri nya.
" Kenapa? " tanya Alvaro dengan ketus.
" Lo kenapa? ada masalah? " tanya Billa.
" Gak, kenapa Lo manggil gue? " tanya Alvaro lagi.
" Entar malam jadi kan? " tanya Billa bersemangat.
" Jadi, mau gue jemput? "
" Boleh deh "
" Oke jam 8 udah siap ya " Alvaro mengacak rambut Billa, dan Billa hanya tersenyum.
Tanpa Alvaro sadari Sheyna melihat dan mendengar percakapan mereka karena jarak mereka yang cukup dekat.
" Eeehh... Sensen udah masuk " Sapa Billa membuat Alvaro tersentak kaget namun ia langsung menuju bangkunya tanpa memperdulikan Sheyna yang sedang menatapnya.
" Eeee iya Bill" jawab Sheyna kaku.
" Sensen!!! " teriak seseorang dari depan pintu kelas Sheyna langsung membalikkan badannya dan tersenyum.
" Rania kuuu " Sheyna merentangkan tangannya, dan Rania langsung berlari dan memeluk Sheyna.
" Akhirnya Lo masuk juga, udah bener bener sembuh kan? " tanya Rania sambil memutar mutar tubuh Sheyna.
" Iya gue udah sembuh, buktinya gue masuk "
" Lo sakit? " tanya Billa khawatir, Iqbal yang mendengar pertanyaan Billa merasa jengah, dan langsung menuju tempat duduknya.
" Iya kemarin gue gak masuk itu karena sakit, dan harus di rawat " jelas Sheyna.
" Kok Lo gak ngabarin kita kita " ucap Billa kecewa.
Sheyna masih belum bisa melupakan apa yang ia lihat di taman waktu itu, sehingga ia merasa sedikit canggung dengan Billa di tambah mendengar percakapan mereka tadi membuat Sheyna semakin yakin jika mereka memiliki hubungan.
Sheyna menatap Alvaro yang juga sedang menatapnya, pandangan mereka bertemu, kilasan kejadian malam itu kembali terngiang. Dadanya terasa sesak, dengan berat Sheyna berusaha menetralkan nafasnya.
" Sensen Lo gak apa apa kan? " tanya Rania yang melihat Sheyna yang seperti menahan sesuatu.
" Eee g.. gue sedikit pusing " ucap Sheyna dan di bantu Rania duduk di bangkunya.
" Kepala Lo pusing lagi? atau mau ke UKS? " tanya Rania panik.
" Gak perlu Ran, udah baik baik aja kok "
" Alay Lo dia tuh udah baik baik aja, tadi aja udah kejar kejaran sama gue, paling dia pusing mikirin doi " timpal Iqbal sambil memberi kode melirik Alvaro.
Rania yang sudah tahu masalah Sheyna dan Alvaro, jadi ikut ikutan menjauhi Alvaro dan Billa.
" Udah Lo gak usah mikirin apapun, gue sama Iqbal selalu ada di pihak Lo " ucap Rania membuat Sheyna tersenyum.
" Apa sih pada alay deh " ucap Sheyna mendorong bahu Rania pelan, lalu mereka tertawa bersama.
Billa yang menyadari akhir akhir ini sikap Rania yang cuek kepadanya, Iqbal yang selalu menatap sinis kepadanya dan sekarang Sheyna seperti menghindar darinya.Billa yakin terjadi sesuatu yang tidak Billa sadari sehingga membuat sahabatnya menjauh.
Alvaro merasa harapannya pupus untuk berbalikan dengan Sheyna, Alvaro berspekulasi bahwa Sheyna menjauhinya karena ia sekarang menjalin hubungan dengan Iqbal, dan Rania sekarang berada di pihak mereka berdua.
Alvaro semakin tidak bisa berbuat apa apa, hatinya benar benar hancur bukan hanya cintanya yang hancur, tapi hubungannya dan kedua sahabatnya juga merenggang.
Dia dan Iqbal sudah saling membenci sejak Sheyna menghilang, dan beberapa hari belakangan Rania juga ikut berubah dan sering berkata ketus kepadanya.
Sheyna menoleh ke arah Alvaro, tampak kesedihan di mata Alvaro membuat Sheyna tidak tega melihat ia di jauhi oleh kedua sahabatnya. Sheyna juga berniat untuk berbicara empat mata dengan Alvaro untuk meluruskan permasalahan mereka.
Karena tadi malam mbak Siti memberitahunya kalau Alvaro mencarinya semalam. Dan mbak Siti juga memberi saran untuk tidak merahasiakan hubungannya dan Iqbal agar Alvaro tidak salah paham.
" Eeee Al... " Sheyna mencoba menyapa Alvaro, tapi Alvaro hanya terdiam dan memasang wajah datar.
Sheyna meneguk salivanya karena merasa canggung.
" Ee... nanti... pulang... se... " Belum sempat Sheyna menyelesaikan ucapannya guru yang mengajar sudah masuk.
" Pagi anak anak " sapa Bu Sinta.
" Pagi Bu... " jawab semua murid.
Sheyna kembali menatap Alvaro dengan tatapan yang sulit di artikan, karena merasa tidak nyaman akhirnya Sheyna memutuskan untuk mengurungkan niat nya. Lagi pula dia masih belum siap untuk memberitahu sahabatnya kalau dia dan Iqbal akan menjadi saudara tiri kelak.
...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...