BASRI

BASRI
Game



Angin sepoi sepoi, di tambah alunan musik klasik membuat suasana semakin menyenangkan.


Alvaro tengah memainkan sebuah lagu dengan gitar yang sudah ia siapkan dari rumah.Iqbal membantu irama dengan memukul ember yang entah dia dapat dari mana.


Sementara yang lain sibuk membakar, Rania dan Billa asik menari tidak jelas menjadi penambah hiburan siang ini. Sheyna sesekali tersenyum melihat tingkah keempat sahabatnya.


" Temen temen kamu asik ya " Nani menyenggol bahu Sheyna seraya menggodanya.


" Iya, Nana bersyukur punya temen kayak mereka ma " ucap Shena sambil membalikkan daging yang ia bakar.


Melihat Sheyna yang sekarang mengingatkan akan kebahagiaan yang dulu dia jalani bersama Seno. Seno adalah laki laki terhebat yang pernah Nani temui.


Seno selalu memastikan keluarganya tersenyum bahagia,tanpa ada kesedihan. Dia selalu berusaha membahagiakan keluarganya bagaimana pun caranya. Dia selalu memikirkan masa depan mereka, termasuk tentang perjodohan ini.


Nani sangat mencintai Seno, sulit baginya untuk menikah lagi, begitupun dengan Sheyna. Tapi ini adalah pesan terakhir Seno, dia berharap Nevan bisa menjaga dirinya dan Sheyna.


Memang Nevan orang yang baik, dan memiliki sifat yang mirip dengan Seno, namun Nani masih ragu hatinya bisa ia berikan untuk Nevan sementara saat ini hatinya masih seutuhnya untuk Seno.


" Bu... Ibu... " panggil Siti menyadarkan Nani dari lamunannya.


" Eee... iya kenapa Ti? " tanya Nani.


" Ibu mikirin apa? " tanya Siti penasaran. Akhir akhir ini Nani terlihat banyak memikirkan sesuatu.


" Gak... gak apa apa Ti "


" Om Nevan? " bisik Siti agar Sheyna tidak mendengar.


Nani mengangguk, dia tidak tahu harus bercerita kepada siapa, hanya Siti yang ia punya sekarang. Orang tuanya sudah tidak ada, mertuanya ? Nani segan untuk bercerita kepada mereka.


" Sudahlah bu, lupakan untuk hari ini, kita senang senang hari ini " ucap Siti memeluk Nani.


" Guys... ini sudah jadi... " teriak Sheyna berlari sambil membawa hasil panggangannya menuju Alvaro dkk.


" Lihat Nana, happy banget kan bu " ucap Siti menunjuk Sheyna yang sedang bersenda gurau dengan keempat sahabatnya.


Jika di pikir pikir ucapan Siti ada benarnya juga, untuk apa ia terus memikirkan masalah pesan terakhir Seno, sebaiknya hari ini ia juga ikut bersenang senang.


" Kamu bener juga Ti " Nani menepuk pundak Siti cukup kuat.


" Aduh... sakit bu " ringis Siti.


" Hehehhh maaf maaf terlalu semangat ini " ucap Nani kembali melanjutkan kegiatannya.


...***...


Selesai acara barbecuean mereka melanjutkan kegiatan dengan game yang sudah mereka siapkan bersama Tomo dkk tadi.


" Baik semuanya sekarang saatnya kita memulai game, masih semangat? " teriak Tomo.


" Masih " teriak mereka kompak.


" Baiklah kita akan membagi menjadi dua kelompok ya, dengan berhitung, yang mendapat nomor genap menjadi satu kelompok begitu pun sebaliknya " jelas Tomo.


Mereka pun mulai menghitung, Sheyna, Rania, Nani dan Iqbal mendapatkan nomor ganjil. Sedangkan Alvaro, Siti, Billa, dan pak udin mendapatkan nomor genap, Tomo dan Dini temannya menjadi juri.


" Baiklah kelompok sudah terbagi, sekarang kita akan memulai game yang pertama yaitu perang bola siapa yang terkena bola duluan dia gugur dan kelompok yang paling banyak bertahan pemenangnya, skornya 20 point " Tomo menjelaskan permainan pertama.


Mereka pun berkumpul sesuai kelompok dan berdiri di kotak yang telah di sediakan. Sheyna dan Alvaro maju ke depan untuk suit sebagai penentu siapa yang akan menjadi penyerang pertama.


" Ayo Sen Lo bisa " teriak Iqbal dan Rania menyemangati Sheyna.


" Ayo Al menangin, kita ratakan mereka " kompor Siti membuat suasana semakin ramai.


" Su..... iiit..... " Sheyna tersenyum lebar ketika ia memenangkan suit.


" Aku sengaja ngalah, supaya bisa ngeliat senyum kamu " bisik Alvaro sambil mengedipkan matanya, membuat Sheyna jadi tersipu sipu.


Namun sedetik kemudian dia sadar, sekarang bukan saatnya untuk tergoda dengan rayuan Alvaro.


" Licik, pake ngegombal " balas Sheyna berbisik, lalu kembali ke posisinya.


Prrruuuuiiiiittttttt.....


Permainan pun di mulai, Sheyna yang pertama melempar bola, namun lemparannya tidak mengenai lawan. Mereka terus saling menyerang dan menghindar.


" Aaaaa....Sial.... " maki Rania saat Alvaro berhasil mengenainya.


" Jangan maraahhh... " ledek Alvaro, membuat Rania memajukan bibirnya sambil keluar arena.


" Yesss.... " Sorak Sheyna saat dirinya berhasil mengenai pak udin.


" Maaf Pak Nana sengaja " ucap Sheyna melambaikan tangan kepada pak udin.


" Gak apa apa non, maklum faktor U, udah gak pantes main ginian " jawab pak Udin membuat semua yang mendengarnya tertawa.


Satu persatu dari mereka terkena lemparan, sekarang tinggal Sheyna, Billa, Iqbal dan Alvaro yang masih saling menghindar.


" Sensen ayo Lo pasti menang!!! " teriak Rania menyemangati Sheyna.


" Al... jangan mau kalah sama Nana " teriak mbak Siti menyemangati kelompoknya.


Brruuugggghhhh...


Iqbal terdiam, Semua mata tertuju kepada Billa yang saat ini berada di tanah.


" Aaaawwww... sakit... " teriak Billa histeris.


" Bal Lo kalau ngelempar kira kira kali, anak orang sampe jatuh " omel Alvaro yang langsung membantu Billa berdiri.


" Eeehh... " Iqbal bingung dengan maksud ucapan Alvaro, dia bahkan belum melempar Bolanya.


" Aaawww kaki gue sakit banget Al " ringis Billa membuat semuanya mendekat.


" Lo gak apa apa Bil? " tanya Rania.


" Kaki gue sakit banget Ran " ucap Billa sambil meneteskan air matanya.


" Sesakit itu? " tanya Sheyna, merasa heran karena saat di perhatikan kaki Billa tidak terluka atau memar.


" Iya Sen hiksss... "


" Ya sudah biarkan Billa Istirahat, tolong bawa ke sana ya nak Al " ucap Nani meminta Alvaro untuk membawa Billa ke tempat mereka duduk tadi.


Sheyna memperhatikan Billa ketika Alvaro menggendongnya, Sheyna merasa ada sesuatu yang mengganjal.


" Ran bukan gue yang ngedorong dia " Iqbal berusaha menjelaskan kepada Rania, bahwa bukan dia penyebab Billa terjatuh karena Rania terus mengomelinya.


" Tapi jelas jelas Lo yang berdiri di belakang dia "


" Guys... ayolah kok pada bertengkar sih " Sheyna berusaha melerai Iqbal dan Rania.


Lagi pula Sheyna percaya kepada Iqbal, karena Sheyna melihat Bola yang Iqbal pegang masih di tangannya, dan itu berarti bukan Iqbal penyebab Billa terjatuh.


" Sudah sudah ayo kita lanjutin lagi, biarkan Billa istirahat " ucap Nani.


" Baiklah berarti pemenangnya adalah tim ganjil!!! " teriak Tomo mengumumkan pemenangnya.


Mau bagaimana pun Nani tetap ingin melanjutkan permainan, ia tidak ingin acaranya hancur hanya karena satu orang, memang terdengar sangat egois tapi dia hanya ingin melihat Sheyna bahagia.


Mungkin ini bisa jadi kali terakhir ia bisa menghabiskan waktu seharian penuh dengan Sheyna, karena tidak ada yang tahu bagaimana kondisi Sheyna setelah ini.


Mereka melanjutkan permainan demi permainan tanpa Billa dan Alvaro. Entahlah Sheyna merasa Billa menahan Alvaro untuk tidak ikut bermain bersama mereka, dan entah mengapa Sheyna merasa sedikit kesal dengan Alvaro yang tidak menolak permintaan Billa.Karena itu pula mereka harus mengatur ulang kelompok mereka.


" Baiklah ini game terakhir, yang di request oleh Sheyna dan teman temannya " ucap Tomo saat mereka tiba di sawah yang mereka tunjuk tadi.


Sawah yang baru sudah di bajak membuat lumpurnya cukup dalam, namun itu tidak memudarkan semangat Sheyna dan yang lainnya.


" Al Lo yakin gak mau ikut? " tanya Iqbal.


" Alvaro boleh bergabung, Billa biar sama tante aja, tante capek " ucap Nani.


" Oke gue ikut " Alvaro mendekat dan masuk ke kelompok Sheyna.


Billa yang tidak nyaman bersama Nani, memilih ikut bergabung.


" Tante aku ikutan juga ya, kaki aku udah gak sakit banget nih " ucap Billa.


" Katanya takut kukunya kotor, takut ada cacing " ucap Iqbal masih sedikit kesal karena ia di tuduh mendorong Billa tadi.


" Eee... Iqbal gue juga mau kali seru seruan bareng kalian " timpal Billa.


" Ya udah Lo tetep di kelompok Lo bareng mbak Siti, Kak Dini bareng kita" ucap Rania.


Rania berusaha mengatur kelompok mereka lagi Sheyna bersama Alvaro dan Rania. Sedangkan Iqbal bersama Siti dan Billa. Pak Udin dan Nani memilih untuk beristirahat karena sudah kelelahan.


Namun meski sudah Rania atur tapi Billa terus menempel pada Alvaro.


" Gue mau bareng Alvaro aja " ucap Billa.


" Tapi, kita udah cukup kelompok nya Billa " Ucap Sheyna menolak secara halus.


" Tapi Sen gue gak mau sekelompok bareng Iqbal " ucap Billa lagi.


" Ya gak bisa gitu dong " protes Rania.


Dan terjadilah sedikit keributan, membuat mood Sheyna buruk. Dia paling tidak suka ada orang yang bermain tidak sportif tapi dia tidak bisa berbuat apa apa karena Billa sahabatnya.


" Oke Fine gue ngalah " putus Rania akhirnya ia berpindah kelompok.


Mood Sheyna sudah tidak baik, jadi dia bermain dengan tidak bersemangat. Terlebih dia melihat Billa yang selalu menempel dengan Alvaro.


Namun game terus berlanjut,Sheyna terus mengikuti alur permainan walau terasa tidak semenyenangkan tadi. Tubuhnya sudah berlumuran lumpur, kakinya terasa berat karena lumpur yang terlalu dalam.


Bruuuugggghhhh....


TBC °°°


...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...