
Desas desus tentang kedekatan Sheyna dan Iqbal sudah menyebar ke antero sekolah. Tapi kelima sahabat ini masih tetap bersikap biasa saja. Mereka hanya menganggap itu hanya gosip belaka.
Namun lain halnya dengan Iqbal dan Sheyna yang merasa tidak bersalah. Sheyna merasa Iqbal pasti sudah menceritakan tentang hubungan mereka kepada Rania dan Billa, Begitupun dengan Iqbal ia merasa Sheyna sudah menceritakan tentang hubungan mereka dengan Alvaro sehingga mereka tidak perlu menjelaskan semuanya lagi.
Terlebih sikap mereka yang acuh tak acuh dengan gosip tersebut membuat mereka semakin yakin jika ketiga sahabat nya itu sudah mengetahui tentang hubungan Sheyna dan Iqbal yang sebenarnya.
" Eee guys... entar malam nginep di rumah gue dong " Ucap Rania dengan memasang puppy eyes nya.
" Sendiri lagi? " sindir Iqbal.
Rania melemparkan kulit kacang yang sedang ia kupas kepada Iqbal.
" Eeehhh... Unta Lo kayak gak tau nyokap bokap Gue aja " kesal Rania.
" Boleh tuh, Gue udah lama gak kelaperan dirumah Rania " tambah Alvaro meledek.
" Wah parah Lo Al, kayak Gue gak pernah ngasih makan kalian aja " Rania memasang raut sedih sambil mengelus dadanya.
" Cup... cup... cup... Kalian gak boleh gitu " timpal Billa, sambil memeluk Rania, Rania semakin memasang ekspresi sedih.
" Kalau Rania buat kalian kelaparan, biar gue yang beliin kalian makanan " sambung Billa membuat semuanya tertawa. Rania langsung melepaskan pelukannya.
" Wah sekata kata Lo Bill, Gue tahu gak se Sultan Lo, tapi gue masih mampu beliin kalian makanan ya " jawab Rania mendramatisir dengan ekspresi mau menangis.
" Ohhh.... sayang... sayang sini sini sama Sensen" Sheyna memeluk Rania.
" Cuma Sensen yang ngerti gue " semakin mendramatisir yang lainnya memasang ekspresi mau muntah.
" Iya Ran, cuma Sensen yang paling ngertiin Lo, sabar ya mereka semua jahat " Tunjuk Sheyna kepada ketiga sahabat nya. Rania hanya mengagguk.
" Walaupun Rania jarang kasih kita makan, tapi Rania tetap baik kok " tambah Sheyna.
" Eeeeaaaa...." Teriak Billa, Alvaro dan Iqbal berbarengan.
" Aaaa...bete ternyata Lo sama aja kayak mereka suka ngatain gue " Rajuk Rania melepas pelukkan Sheyna.
Sedangkan Sheyna dkk malah menertawakan Rania yang sedang merajuk. Persahabatan mereka belum terpengaruh dengan gosip gosip receh yang tersebar. Lagi pula Rania percaya kalau Sheyna tidak akan mempermainkan perasaan Alvaro, terlebih dengan sahabatnya sendiri.
Namun lain halnya dengan Fenty yang masih merasa kesal dengan keakraban mereka yang tampak malah semakin akrab.
"Makin kompak aja mereka" Ujar Inggit ketika melihat ekspresi kesal di wajah Fenty.
" Gak... ini belum seberapa... lihat aja gue bakal buat persahabatan mereka hancur " Fenty menatap benci kearah Sheyna dkk yang sedang tertawa bahagia, di tambah Sheyna dan Alvaro yang tampak romantis dengan saling bergandengan tangan.
Inggit yang duduk di sebelahnya hanya tersenyum smirk.
...***...
Malam harinya mereka sudah berkumpul di rumah Rania, seperti biasa rumah Rania selalu sepi. Wajar saja jika Rania selalu suntuk berada di rumah.
" Gila Lo berani tinggal sendirian di rumah segede ini? " tanya Billa yang memang baru pertama kali ke rumah Rania.
" Yaa... beranilah orang hantu aja takut sama Rania " timpal Iqbal membuat semuanya tertawa.
" Ledekin aja terusss, sampe Lo puas " Jawab Rania dengan wajah datarnya.
Mereka pun masuk kerumah Rania, Alvaro dan Iqbal langsung menuju kamar yang biasa mereka gunakan untuk menginap, sedangkan Sheyna dan Billa pergi ke kamar Rania untuk menaruh barang barang mereka.
Setelah menyimpan barang-barang, mereka berkumpul kembali di ruang Tv Rania, dan sudah tampak kedua cowok yang sedang menyetel PS di TV Rania.
" Waaahhh... serasa rumah sendiri ya " Sindir Rania.
Tuk...
Iqbal melempar bantal sofa kepada Rania dan tepat mengenai wajah Rania.
" Aeeeelah kayak baru sekali aja kita-kita kerumah Lo, biasanya juga gini " Ucap Iqbal Sewot tanpa memperdulikan ekspresi Rania yang sedang menahan emosi.
Rania berniat membalas Iqbal namun di tahan oleh Sheyna.
" Sudahlah Ran udah malam gak usah ribut-ribut gak enak sama tetangga " Nasehat Sheyna.
" Bener Ran, lagian biarin aja mereka main kan kita mau masak makan malam " tambah Billa.
Rania menghela nafas berat " Selamat Lo kali ini ya " Rania menatap tajam ke arah Iqbal yang sudah meledeknya.
Akhirnya merekapun memutuskan untuk menuju dapur dan melanjutkan kegiatan memasak makan malam mereka. Sheyna bertugas mencuci sayuran, Billa bertugas memotong sayuran, dan Rania bertugas membersihkan daging yang akan mereka masak.
Memasak memang hal yang menyenangkan bagi kaum Hawa, terlebih jika bersama sahabat, yang tadinya tidak bisa masak jadi Pura-pura pandai masak, yang tadinya tidak bisa memotong sayur jadi pura-pura pandai memotong sayur sama halnya dengan mereka kali ini.
" Sensen Lo nyuci sayur apa nyuci sepatu sih? " Billa menertawakan Sheyna yang mencuci sayur satu demi satu.
" Hahhah... biar bersih Bill, emang Lo mau makan cacing? " jawab Sheyna sambil menertawakan pekerjaannya.
Jujur Sheyna jarang memasak, terlebih dia juga belum pernah masak sayur biasanya yang masak juga mbak Siti, jadi harap maklum.
" Hehhh... dugong sebelum Lo ngetawain orang liat dulu itu sayuran udah hancur Lo potong asal " Ucap Rania menunjuk sayuran yang di potong oleh Bila sudah tidak tahu bentuknya lagi.
" Hahahah ternyata bukan cuma gue yang gak bisa masak " mereka saling menertawakan.
Sheyna melirik pekerjaan Rania tidak ada yang perlu di komentari ia mencuci daging dengan bersih.
" Nih kayak gue nih bersih kan, calon Istri idamanan nih "ucap Rania membanggakan diri sendiri.
Ya mereka akui di antara mereka memang Rania yang paling pandai memasak, mungkin karena faktor tidak ada pembantu dan jauh dari orang tuanya, Rania bisa mandiri.
" Iya percaya menantu Idaman" ucap Billa dan Sheyna kompak di depan wajah Rania.
Wajah kaget Rania membuat Sheyna dan Billa menertawakan nya. Mereka pun lanjut melakukan kegiatan mereka.
Dengan tutor dari Rania kali ini mereka mencuci dan memotong sayur dengan benar. Hingga kurang lebih satu jam pun berlalu masakan mereka pun selesai.
" Tadaa.... " Sheyna dan Billa memamerkan hasil karya mereka entah masakan apalah itu.
" Mmmpppfffftttt...." Rania menahan tawanya.
" Wahhh... rese, ngetawain kita dia Sen"
" Iya Bill, padahal kita udah susah payah masak sayur ini " Tambah Sheyna mendramatisir sambil memandangi sayuran mereka.
" Eeehhh... gak kok, kerja kalian bagus kok, siapa dulu turornya... " Rania mencoba menghibur.
" Rania... " teriak Sheyna dan Billa berbarengan lalu mereka kembali tertawa.
Setelah menata masakan mereka di taman belakang rumah Rania, Sheyna di tugaskan memanggil Iqbal dan Alvaro.
" Every body.... ayo makan malam " teriak Sheyna mengagetkan Alvaro dan Iqbal yang sedang asik bertarung di game.
" Mati Lo... "
" Mati Lo..."
Karena merasa terabaikan, Sheyna memicingkan matanya dan timbullah sebuah ide di otaknya untuk menghentikan kedua orang tersebut.
Sheyna mendekati TV, dan mencabut colokan Ps membuat Alvaro dan Iqbal terkejut.
" Anj.... " Iqbal menghentikan ucapannya saat Sheyna langsung memelototkan matanya.
" Eehhh... sayang kok dimatiin kan lagi seru " ucap Alvaro mengambil tangan Sheyna.
" Lagian sih di panggil buat makan malah asik main, sampai gak sadar kalau aku ada di sini " omel Sheyna.
" Oh... udah selesai masaknya " Sheyna mengangguk manja.
" Oh... ayo Bal " Alvaro memberi kode kepada Iqbal untuk beranjak sebelum mereka kembali mendapat omelan.
" Gini nih kalau temen punya pacar, lebih takut pacar daripada macan " Dumel Iqbal yang masih mampu di dengar oleh Sheyna.
Alvaro memelototkan matanya, pertanda urgent.
" Apa Lo bilang? jadi gue lebih galak dari macan " Sheyna langsung menjewer telinga Iqbal.
" Aw... aw... aduh... sakit Sen " rintih Iqbal. Sheyn semakin menguatkan jewerannya dalam hati Sheyna merasa bahagia karena mendapatkan kesempatan seperti ini.
" Kapan lagi kan ngejewer Iqbal " batin Sheyna.
" Eeee... sayang udah udah kasihan Iqbal liat tuh udah merah telinganya " Alvaro mencoba melerai.
" Tapi dia nyebelin " ucap Sheyna manja pada Alvaro.
Alvaro langsung melepaskan tangan Sheyna dari telinga Iqbal.
" Udah kasihan, tangan kamu juga kasihan " Alvaro menciun tangan Sheyna yang berhasil membuat Sheyna tersipu.
" Astaga... gue bener bener berasa ngontrak di bumi ini " Iqbal menggelengkan kepalanya melihat kemesraan adiknya dan sahabatnya, lalu melenggang pergi meninggalkan mereka yang masih bermesraan.
...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...