Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
pamit



Setelah acara perkenalan, kami segera pulang. Kami ingin melepas rindu dengan makan malam bersama. Dan katanya Ayah bunda akan membicarakan sesuatu


Dirumah


"Ayyil sayang, ada yang mau ayah sama bunda omongin nak." Ucap bunda.


"Silahkan bunda, kok bunda terlihat sungkan dengan ayyiil." Ucapku


"Gini nak, ayah sama bunda akan pindah ke jerman, dan ayah sama bunda ingin melihat kamu menikah terlebih dahulu." Ucap ayah.


" Hah? kenapa harus nikah dulu yah? ayyiil masih muda, ayyil baru mau naik kelas 11." Keluhku.


"Gini sayang kamu menikah selepas SMA nanti, untuk 1 tahun ke depan kita tinggal bersama." Ucap ayah sambil mengelus kepalaku.


"Lalu nanti kuliah ayyil bagaimana?." Tanyaku berkaca kaca.


"Kamu tak usah khawatir nak, itu sudah ayah atur." Kata ayah.


"Lalu, aku harus menikah dengan siapa?." Tanyaku


"Tenang saja nak, kamu akan ayah kenalkan dengan anak teman kecil ayah." Ucap ayah tersenyum.


"Baiklah ayah, tapi izinkan ayyil menyelesaikan UN terlebih dahulu, baru ayyil mau ketemu lelaki itu." Jawabku


"Iya nak, kamu belajar yang benar ya." Ucap ayah.


Di tempat lain


"Kamu akan papi jodohkan dengan anak teman kecil papi." Ucap papi


"Tapi pi, aku mencintai orang lain." Ucapku


"Tapi kamu harus tau, bagaimana hutang budi kita pada keluarga itu." Ucap papi


"Tapi pi." Ucapku ragu


"Saat kamu lahir, kita tidak seperti ini, kita hanya orang miskin. Keluarga itu lah yang membantu kita, yang memberi modal untuk papi." Ucap papi


"Jadi pi, keluarga dia lebih kaya dari pada keluarga kita?." Ucapku


"Kalo seperti itu kau malu?." Tanya papi


"Pi, aku lelaki, harusnya aku bisa membiayai dia dan calon mertuaku nanti." Ucapku


"Jika begitu, tandanya kau setuju, dia tidak lebih kaya dari kita, dia pemilik perusahaan terbesar di indonesia." Ucap papi


"Mungkin ini jalanku untuk melupakan dia." Batinku.


"Bagaimana? kau setuju?." Tanya papi


"Iya pi aku setuju." ucapku tersenyum.


7 hari kemudian


ujian pun telah usai, sekarang saatnya liburan para siswa. April dan pak fauzi tidak ada kejelasan. Pak lutfi pun katanya akan resign, Naufal sedang liburan bersama keluarganya, tentunya ziyah juga. Bagi rapot yang telah kujalani tadi menghasilkan hasil yang memuaskan.


Flashback ON


"Sekarang, kalian bisa pulang. Sampaikan pada orangtua kalian, bahwa lusa bagi rapot." Ucap pak lutfi


"Iya pak." Ucap siswa serempak


Setelah para siswa pulang


"April bisa ikut saya ke taman belakang?." Ucap pak lutfi dengan wajah yang serius


"Mm baik pak mari." Ucapku


Kami pun berjalan ke taman belakang


"April, sejak pertamakali kamu masuk, saya selalu memperhatikanmu, kamu wanita yang beda, kamu wanita yang tangguh." Ucap pak lutfi


"Terimakasih pak, lantas apa yang ingin bapak sampaikan?." Tanyaku


" Saya menyukaimu april, maukah kamu menjadi pacar saya?." Tanya pak lutfi


"Maaf pak saya tidak bisa, karena bapak sudah seperti kakak saya sendiri." Ucapku


"Tapi april saya sangat mencintai kamu." Ucap pak lutfi


"Pak, saya yakin bapak akan mendapat yang lebih baik dari saya, dan saya juga cinta pada bapak, tapi saya cinta bapak sebagai kakak." Ucapku dengan senyum tulus.


"April terimakasih atas jawabannya, saya pamit." Ucap pak lutfi meninggalkanku.


Malam harinya


Sungguh aku tak enak dengan pak lutfi, aku pun bingung harus chat dia atau tidak. Tiba tiba ada notif masuk di HP ku


Pak lutfi: "April saya pamit, besok saya akan berangkat ke Australia."


Aprilia: "Tapi pak, bapak tidak apa apa?."


Pak lutfi: "Sangat sakit april, tapi apa boleh buat."


Aprila: "Maafkan saya pak sekali lagi."


Pak lutfi: "Apa ini semua karena fauzi?."


Aprila: "Maaf pak tidak ada urusan dengan siapapun karena saya ingin giat belajar saja."


"Sialan kau fauzi, akan ku rebut lagi ia darimu." Batin lutfi