Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Sweet moment



Ketika di kantor, ia memperkenalkanku ke semua staff, mereka sangat menghormatiku. Tak terasa besok hari tunanganku dengan pak fauzi, aku pun masih menyebutnya dengan sebutan bapak. Agak canggung untuk memanggilnya mas, kakak, atau pun apa.


"April sayaang bangun." Ucap bunda pelan


"Mm masih ngantuk bun." Ucapku


"Kamu lupa sekarang hari apa?." Tanya bunda


"Huwaaaaa aku lupaa bun, aku mau mandi dulu, MUA nya belum dateng kaan?." Tanyaku panik.


"Belum sayang, masih ada waktu untuk kamu mandi." Ucap bunda


"Yaudah aku mandi dulu bun." Ucapku


Aku pun mandi, scrub, mask hahahaha lama banget kan?.


Setelah selesai mandi, aku pun segera didandani oleh MUA. Temanya adalah broken white, warna kesukaan pak fauzi.


"Beres." Ucap mua


"Cantik sekali anak bunda." Puji bunda


"Makasih bun." Ucapku


"Kamu tunggu sini ya, tar bunda jemput kamu." Ucap bunda


"Iya bun." Ucapku


Pov Fauzi


"Sudah siap?." Tanya papi


"Apa sih pi, ini lamaran bukan nikahan." Ucapku.


"Tapi disaksikan keluarga besar april lho." Ucap papi.


"Ih papi jangan buat saya degdegan." Ucapku.


"Yasudah ayo masuk." Ucap papi.


Ketika masuk, aku pun mencari keberadaan April, aku tak bisa membayangkan betapa cantiknya dia.


"Para hadirin kita mulai acaranya." Ucap mc


"Jadi gimana? mau ngapain kamu kesini?." Tanya ayah.


"Saya mau menjadikan April masuk ke dalam keluarga besar yudo saputra." Ucapku tegas


"Mmm, punya apa kamu mau ambil anak saya?." Tanya ayah garang.


"Saya tak punya apa apa, saya pun tidak bisa janji apa apa, tapi yang pasti saya akan usaha untuk membahagiakan april." Ucapku yakin


April pun datang, dia cantik sekali, dengan kebaya simple, rambut ditata sesuai umurnya, dan make up yang tak terlalu tebal.


"Duduk sebelah bunda." Ucap ayah pada april.


"Bagaimana? kamu mau ngapain tadi?." Tanya ayah padaku


"Saya mau menjadikan April calon istri saya." Ucapku


"Tanya sendiri pada april, kami mah gimana april aja." Ucap ayah


"Aprilia Farhana, saya memang tak punya sesuatu yang bisa dibanggakan, saya juga tak bisa janji apa apa, tapi saya hanya bisa usaha membahagiakanmu, mau kah kamu menikah dengan saya?." Tanyaku pada april


"Jika ayah bunda merestui, April mau." Jawabnya malu.


"YESSS!!!!." teriakku kencang.


Para tamu langsung ribut setelah mendengar teriakanku, ada yang menertawakan, ada yang ikut senang, tak ada yang bersedih hari ini.


"Selanjutnya acara tukar cincin." Kata MC


Akupun memasangkan cincin untuk April, dan dia pun memasangkan untuk ku, setelah itu kami saling berpandangan


"Kamu sangat cantik." Ucapku pelan


April yang mendengar itu hanya tersipu malu. Baru saja kamu mau memformalkan acara dengan saling menempelkan bibir, tiba tiba


"Eysh, belum muhrim, kau ini baru saja melamar anak ayah." Ucap ayah sambil menarik kerah bajuku


"Maafkan saya yah, saya terbawa suasana." Ucapku takut.


Semua tamu pun tertawa, begitupun mami papi dan bunda ikut tertawa.


"Selamat ya sayang kamu resmi jadi calon mantu mami." Ucap mami pada april


"Iya makasih mi." Jawab april.


"Wey lu akhirnya nyatanya lu ini sama pa fauzi." Ucap ziyah pada april


"Hehe." Tawa april malu


"Selamat ye, semoga cepet nikah, hahahahha." Ucap ziyah sambil tertawa


"Makasih makasih, lu juga cepet nyusul ya." Ucap april pada ziyah


*Malam itu, malam bahagia disertai gelak tawa karena tingkah konyol fauzi. Ini masih lamaran kok tenang aja


Stay safe para readers, kalo ada yang lagi kurang sehat semoga cepet sembuh ya. Inget di rumah aja ya, jangan kemana mana. Tunggu author UP. Saranghae*:)