Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Aturan baru



"Sudah kalian tak usah bertatapan seperti itu, nanti khilaf." Ucap mami


"Ish apa sih mi." Ucap fauzi kesal


"Fauzi, mulai sekarang ada aturan baru, kamu yang antar jemput ayyil ke sekolah." Ucap mami tegas.


"Tapi mi aku bisa berangkat sama pak sopir kok." Ucapku memelas


"Tak ada bantahan sayangku, calon mantuku." Ucap mami mengelus pipiku


"Pak, bapak ngomong dong." Ucapku pada fauzi


"Iya mi, jangan kayak gitu, tar ketauan sama satu sekolah." Ucap fauzi


"Lagian kamu mau resign kan zi? kenapa harus takut." Tanya mami


"Hah? bapak mau resign?." Tanyaku kaget


"Iya saya akan mengurusi perusahaan yang diberikan papi untuk kita." Ucap fauzi


"Nah, kamu sudah tau alasannya? sekarang fauzi akan mengantar jemput kamu ke sekolah ya sayang." Ucap mami membujuk


Aku pun melihat mami, hanya anggukan yang mami beri.


"Pak gimana ini?." Ucapku berbisik pada fauzi.


"Ikuti saja." Ucap fauzi


"Huft, yasudah iya mi." Ucapku


"Nah yasudah mulai besok kamu diantar oleh uzi." Ucap mami


"Dan kamu han, kita bisa travelling keliling indonesia lagi hahaha." Ucap mami pada bunda


"Iya rul, bener." Jawab mami


Esok harinya April ada jadwal sekolah, dan benar saja Fauzi menjemputnya.


"Assalamualaikum ayah bunda." Ucap fauzi


"Waalaikumussalam." Ucap ayah bunda bareng.


Aku? jangan harap ingin menjawab, lihat mukanya saja sebel.


"Nak, ada calon suaminya kok diam saja, tawarkan sarapan toh." Ucap bunda padaku


"Tak usah bunda, lagian dia sudah pasti sarapan kok." Ucapku ketus


"Iya bun, saya sudah sarapan." Ucap fauzi


tiba tiba Kruyuk kruyuk suara perut fauzi


"Hish tak tau situasi" Batin fauzi


"Udahlah gausah malu malu, kalo mau sarapan dulu ya tinggal makan." Ucapku pada fauzi.


"Engga kok, lagian bapak ini datang kepagian." Ucapku ketus.


Kita pun sarapan bersama ketika sudah selesai


"Ayo pak buruan." Ucapku pada fauzi


"Pamit dulu lah gimana sih." Ucap fauzi


"Gitulah ayyil, suka lupa kalo masih punya ayah bunda, beruntung punya calon mantu yang suka inget sama ayah bunda." Ucap ayah


"Oh jadi ayah membela dia? April juga bisa kok pamit." Ucapku sambil menyalami ayah bunda


"Nah gitu dong." Ucap ayah


"Yaudah, ayo kalian berangkat tar april kesiangan." Ucap bunda


"Iya bun saya pamit." Ucap fauzi


Ketika di jalan tak ada tegur sapa diantara kami, hanya suara kendaraan saja yang terdengar.


"Saya resign lusa." Ucap fauzi dingin


"Oh iya." Ucapku


Ketika sampai di sekolah, sekolahan masih sepi, aku pun bisa masuk sekolah dengan aman, begitu pula fauzi, dia masuk ruang guru dengan aman. Tiba tiba hp ku berbunyi


Pak fauzi : "Pulang sekolah tunggu saya, mami ingin bertemu kamu."


Me : "Oke."


Pak fauzi : "Nanti pulangnya ke ruangan saya tunggu sekolah sepi."


Me : "Iya bawel banget."


"Hey chat sama siapa sih serius amat." Ucap ziyah.


"Sama pak..." Ucapku terhenti karena guru datang.


"Sekarang kita akan mulai jam pelajaran, persiapkan alat tulis." Kata guru matematika pengganti pak lutfi


"Baik pak." Ucap para siswa serempak


Jam pelajaran pun dimulai, semua siswa terlihat serius memperhatikan apa yang guru sampaikan, walaupun ga ada jam istirahat, tapi sekolah kita cuma sampe jam 10


Bel pulang pun tiba


"Kita hangout yu?." Ajak ziyah


"Gue ada perlu nih gabisa." Ucapku


"Oh yaudah next time kudu bisa." Ucap ziyah


"Oke." Ucapku