Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
kesalahan



Kini April sudah keluar dari rumah sakit, ia dirawat selama 5 hari. Semenjak kejadian itu, Fauzi jarang menengoknya bahkan tak pernah. UN pun tinggal seminggu lagi, hanya 3 hari sekolah kemudian masa tenang. April berjanji pada Ayah, bunda, lutfi untuk mendapat hasil yang memuaskan.


"Dek, kamu besok sekolah kan?." Tanya Lutfi pada adiknya.


"Iya kak." Ucap April sambil mengerjakan soal soal.


"Kamu jangan kecapean, jangan terlalu motah, tar luka kamu buka lagi." Ucap lutfi.


"Iya kak bawel amat." Ucap April.


"Sana minum obat terus tidur." Ucap Lutfi kembali.


April pun tak menjawab ia segera menaiki tangga lalu tidur. Untuk masalah April dan Lutfi adik kakak, April telah mengetahuinya, ia sempat kesal tapi hanya sebentar.


Lutfi pun tengah membereskan file file tentang perusahaan yang ia pimpin, di perusahaanya sedang ada masalah. Papa nya sakit, sehingga tak bisa menghadiri rapat. Namun investor tak terima, alhasil lutfi yang harus turun tangan. Ketika sedang beristirahat sejenak, tibatiba ponsel lutfi berdering tertulis nama Fauzi.


"Halo? kenapa lu call gue?." Tanya lutfi.


"Fi, gue udah ga ngerti lagi tentang April dia belum maafin gue." Ucap Fauzi mengeluh.


Lutfi yang mendengar itu semua merasa kasihan,sungguh April sudah memaafkan Fauzi. Hanya saja ia ingin mengetest perjuangan Fauzi.


"Maaf gue gabisa bantu zi." Ucap Lutfi.


"Huh, gue bodoh banget emang." Ucap Fauzi menyalahkan diri.


"Kalo lu sayang sama April, lu tunjukin perjuangan lu buat dia." Ucap Lutfi menenangkan.


Tak terdengar jawaban dari Fauzi, yang terdengar tinggallah dentuman musik.


"Lu dimana??" Tanya Lutfi.


"Gue di club, gue butuh penenangan." Ucap Fauzi setengah mabuk.


"Gila lu, tunggu gue." Ucap Lutfi sambil mematikan call nya.


Sebenarnya fauzi kesana tidak sendiri, ia bersama devinta yang sudah ia anggap sebagai teman.


Flashback on.


Tokk..tokk..tokk..


Terdengar suara ketukan pintu di appart fauzi, ia melihat dari monitor yang terhubung dengan cctv luar.


"Ngapain cewe itu kesini lagi?." Geram Fauzi.


"Ngapain lu kesini lagi." Teriak fauzi dari monitor.


Fauzi yang mendengar kata maaf, ia membukakan pintu.


"Fauzi aku minta maaf, aku jahat sama kamu, aku jahat sama April." Ucap devinta sambil sujud memohon.


Fauzi yang melihat itupun tak tega.


"Kamu sudah saya maafkan." Ucap Fauzi.


"Terimakasih zi, aku ingin jadi temen kamu juga April." Ucap devinta.


"Iya." Ucap fauzi singkat.


Mulai darisitu devinta selalu memberi perhatian kepada fauzi. Selain itu devinta juga mencoba chat April, tapi tak pernah direspon. Fauzi pun suka menceritakan masalah hubungannya pada devinta. Devinta juga pernah diajak fauzi untuk mencari cincin untuk diberikan pada April.


Flashback off.


"Kamu kenapa lagi sih?." Tanya devinta menggoda.


Fauzi yang melihat itu semua hanya tersenyum.


"Kamu butuh temen cerita? yaudah ayok aku udah siapin tempat untuk kamu." Ucap devinta yang masih menggoda.


Fauzi pun hanya mengangguk lalu digandeng oleh devinta ke kamar hotel. Fauzi tidak sadar kalo ia sedang dijebak. Mereka pun sampai di hotel. Fauzi mulai bercerita.


"Udah jangan sedih kan ada aku." Ucap devinta.


"Thankyou honey." Ucap Fauzi lalu mencium bibir devinta.


Devinta yang merasa menang lantas mencium fauzi, hingga akhirnya ciuman itu menjadi *******.


"Malam ini aku milik kamu sayang." Ucap devinta.


Fauzi menyeringai, ia terus terusan ******* bibir devinta. Hingga akhirnya meraba dada devinta, lalu menanamkan bibitnya di rahim devinta.


Di pagi hari, sinar matahari menyilaukan mata fauzi. Ia kaget melihat devinta disebelahnya. Hanya selimut yang menjadi pakaian mereka.


"Pagi honey." Ucap devinta.


"Kamu telah jebak saya, wanita sialan." Ucap Fauzi yang telah memakai bajunya kembali.


"Kamu gabisa ninggalin aku sayang, di rahim aku ada bakal calon anak kamu." Ucap devinta.


"Saya tahu kamu pernah melakukan itu dengan lelaki lain, jadi jangan manfaatin saya. DAN LUPAKAN ITU SEMUA." Ucap Fauzi lalu meninggalkan devinta.


Devinta pun tersenyum jahat, ia telah mempersiapkan semuanya, ia telah memfoto saat dia dan fauzi tidur bersama