Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
SMA nih



April gagal masuk ke SMA yang diinginkan, bukan karena apa apa, tapi ayahnya ingin dia masuk SMA swasta yang sudah fokus terhadap PTN.


Masa MPLS pun dimulai, setelah perjalanan panjang, April sampai ke sekolahnya, ia malu untuk masuk, karena di kelasnya rata rata lelaki famous nan cogan yang biasanya disebut ti*to*ers.


April POV


"Assalamualaikum." sapaku


"waalaikum salam." sapa mereka


"Aku duduk dimana ya." batinku bingung


"Ah aku duduk disitu aja."


Ya aku duduk disamping anak cewek yang suka lettering gitu pake brush pen. Aku pun mengajaknya berkenalan


"Hai, April." sapaku sambil menjulurkan tangan


"Ziyah." sapanya sambil membalas juluran tanganku.


"Kamu hebat ya keren bisa belajar kayak gituan." kataku sambil mengacungkan kedua jempol tangan


"Hehe makasih." kata ziyah sambil tersenyum malu.


Bel masuk pun tiba, tidak banyak di kelas ini muridnya hanya sekitar 20 orang, oiya ini juga eksklusif school jadi hanya sedikit muridnya.


"Kalian perkenalkan diri kalian masing masing ya ke depan." suruh seorang guru lelaki


"Mm iya pak." jawab kami serempak.


mmm mata ku tertuju pada seorang teman sekelasku, namanya naufal, dia campuran chineese sepertinya, soalnya sipit ahhaha. Sekarang giliran ku


"Hai semua, perkenalkan nama saya April, tepatnya Apriliani Farhana Kareem, kalian bisa panggil saya April, eem saya usianya 15 tahun, dan saya berasal dari X mipa 1." kataku


Ternyata selama April memperkenalkan diri, ada seorang guru muda yang memperhatikan, setiap kata yang terucap dari April, guru muda itu selalu tersenyum. Sekarang waktunya semua siswa masuk kelas.


"Mungkin ada perkenalan guru." batinku


Dan benar saja kata April, sekarang saatnya perkenalan guru, guru muda itu masuk ke kelas April.


Guru muda POV


"Perkenalkan anak anak nama saya lutfi alvianda andriansyah, kalian bisa panggil saya lutfi, saya disini guru sejarah, sekaligus wali kelas kalian, jika kalian ada perlu apa apa kalian bisa hubungi saya." kataku


"Baik pak." jawab mereka serempak


"Sekarang izinkan saya mengabsen nama kalian semua." Kataku pada mereka. Pada saat ku mengabsen nama April, dia tersenyum sangat manis, sungguh senyumnya menghanyutkan duniaku.


Setelah kegiatan absen mengabsen, kini giliran anak anak main games, di lapangan, tapi bukan lapangan sekolah.


April berjalan di sebelahku, bersama ziyah, bukan karena apa dia jalan di sebelah ku, tapi karena ayahnya menitipkan dirinya pada sekolah, dan sekolah menitipkannya pada ku.


"April." tanyaku padanya


"Iya pak ada apa?." tanya april


"Mm kamu rumahnya dimana?" tanyaku, mungkin kalian bingung, tapi aku tak ingin April jadi milik orang lain.


Pov April


*Flashback On*


sebelum bermain games di lapangan, semua siswa melakukan pemanasan. Bukan April namanya, jika ia tak melihat sekelilingnya. Mata nya tertuju pada guru muda itu,


"Aneh sekali setelannya, masa mau main, mau olahraga malah pakai kemeja." bisik April pada ziyah. Ziyah yang mendengar itu hanya tertawa.


*Flashback off*


"Hai April, kok kamu tidak menjawab pertanyaan saya?." Tanya pak lutfi


"Mm bapak mungkin bisa lihat di biodata saya, disitu tertulis lengkap pak. Saya duluan pak." Kataku sambil lari dan tak lupa menarik tangan ziyah.


Masa MPLS pun telah usai, kini siswa mulai belajar seperti biasa, sesuai dugaannya, karena ini akan terfokus pada PTN, maka banyaaak sekali PR. Tak lupa PR sejarah yang menyulitkan. Karena, pr nya membuat keterampilan sedangkan April tak berbakat.


"Parah sih ini susah zii, si bapak jahat banget sama gue." Ocehku pada ziyah


"Sabar aja pril, lagian kan ini untuk nilai kita." Kata ziyah. Ziyah memang penyabar, beda dengan April, cerewet.


"Lu mah enak bisa, lah gue? ini mah bikin otak mumet zi." Ocehku yang kali ini hanya ditanggapi senyuman ziyah.


Tak terasa hari pun sudah semakin sore, supir april tidak bisa menjemput karena sedang pulang kampung, Ayah April juga sedang ke luar kota, mau tak mau April harus pulang pakai angkutan umum.


"Bu April pamit ya." Pamitku pada guru biologi


"Kamu naik apa pril?." Tanya bu guru biologi


"Kayanya angkutan umum deh bu, soalnya ayah sama mang supir gabisa jemput." Jawabku padanya


"April, ya ampun bahaya sayang anak putri pulang malam naik angkutan umum, belum lagi rumahmu jauh. Kebetulan pak lutfi belum pulang, biarkan ibu yang memintanya untuk mengantarkan kamu." Cerocos guru biologi itu


"Eh bu jangan, April udah biasa kok, lagian April gak enak sama pak Lutfi bu." Tolaku pada bu guru


"Sudah serahkan semua pada ibu, tidak ada penolakan. Kamu tunggu saja di kursi depan." Tegas bu guru.


April hanya bisa diam mematung, di depan ia hanya bisa mengerutkan bibirnya karena tak ingin diantar guru aneh itu. Sementara di tempat lain


Pov lutfi


Aku masih belum selesai dengan tugasku, lagian aku juga tidak enak jika harus pulang lebih dahulu, sedangkan muridku sedang kerja kelompok mengerjakan tugas dariku. Tak lama ada suara tok..tok..tokk


"Masuk." kataku


"Maaf pak menggangu, tapi saya ingin meminta tolong bapak untuk mengantarkan salah satu siswi kita, dia tak ada yang menjemput pak, ditambah lagi ini sudah malam, saya was was untuk membiarkan dia pulang sendiri." Jelas guru biologi


"Baru mendengarnya saja aku sudah males, apalagi kalo rumah siswi itu jauh, dan aku sedang membawa motor, aku takut kalo siswi itu malah modus padaku hahahah." batinku


"Bagiamana pak?" tanya guru biologi


"Memang siapa siswanya bu?." Tanyaku pada guru biologi


"Apriliani pak, murid yang dibimbing oleh bapak" jawab guru itu


"APA?? kasihan sekali April belum pulang." Aku terkaget hingga sedikit bernada tinggi


"Iya pak, maka dari itu saya meminta bapak untuk mengantarnya." Kata guru biologi


"Baik bu, saya akan bereskan semuanya, dan tolong suruh April menunggu di parkiran." Jelasku pada guru biologi