Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
KANTOR PAPA



Tiba tiba saja pintu ruangan april ada yang membuka. Ternyata lutfi


"Kamu kata dokter dehidrasi dan kelelahan, kamu kurang tidur juga, kamu kenapa?." Ucap pak lutfi.


"Tidak pak, saya tidak apa apa. Saya butuh me time pak. Tolong tinggalkan saya." Ucapku dengan tegas.


"Tapi kamu." Ucap pak lutfi ragu


"Saya tidak akan apa apa pak." Ucapku tegas


Pak lutfi pun keluar, setiap hari ia datang menemuiku. Hingga sekarang sudah saatnya Ujian kenaikan. Bayangkan sudah hampir 1 tahun aku tidak berkomunikasi dengan pak fauzi. Ia pun terlihat kacau, terdengar masuk clubbing lah, gonta ganti cewek lah. Apakah itu sikap aslinya?. Huh sungguh membingungkan.


"Semangat ya ujiannya." Ucap naufal


"Iya kamu juga." Ucapku


"Kalo ujian kamu besar, aku bakal turutin apa yang kamu mau." Ucap naufal


"Are u sure?." Tanya ku


"Yes i'm sure." Ucap naufal


"Oke baiklah aku akan membuktikannya." Ucapku dengan penuh semangat.


Ujian hari pertama pun telah aku lalui dengan penuh keseriusan, untuk hasilnya ku pasrahkan pada yang di atas. Hari ini aku pulang ke kantor ayah, karena ia akan mengenalkan aku dengan karyawan dan juga relasinya. Karena terburu buru, aku menabrak seseorang


Bruuk


"Maaf pak april tak sengaja." Ucapku


"Kamu kalo jalan pake mata dong." Ucap pak fauzi


"Maaf sekali lagi pak saya buru buru." Ucapku


Tanpa tanggapan pak fauzi pun langsung pergi.


"Tak adakah rasa kasihan padaku?." Batinku


"Sungguh maafkan aku april, tapi aku tak mau merusak hubungan mu dengan lutfi, lebih baik aku mengalah sekarang, daripada ku sudah merasakan bahagia tapi malah disakiti lagi." Batin Fauzi.


Aku pun sampai di kantor ayah


"Ayaah." Ucapku sambil memeluk ayah


"Baik ayah, aku sangat merindukan ayah, apalagi bunda. Mana bunda?." Tanyaku sambil celingukan.


"Ada di dalam, ayo masuk." Kata ayah sambil menarikku ke ruangannya.


Ya, memang semenjak aku SMA, aku,ayah,bunda tinggal terpisah. Hanya ziyah lah tempat ku bercerita. Aku di rumah tinggal dengan si bibi dan si mamang.


"Bundaa, April kangenn." Ucapku sambil memeluk bunda.


"Hai ayyiil sayang, i miss u too so much honey." Ucap bunda lalu menciumku


"No ayyiil bunda, itu hanya panggilan nama kecil yang aneh." Ucapku cemberut


"Tapi bagi bunda kamu tetap kecil ayyil sayang." Bunda memanjaku


"Sekarang anak ayah sama bundanya siap siap ya, kamu pakai pakaian yang formal ya." Ucap ayah padaku


"Siap ayah." Aku pun meninggalkan ayah bersama bunda.


Akupun berganti baju, dan hanya sedikit merias diri dengan liptint lalu bedak bayi.


"Tak menyangka anak bunda sudah pandai merias diri." Ucap bunda padaku


"Iya dong kan mau 17 tahun." ucapku


"Huh dasar tua." ucap bunda


"Iih bunda, masih lama, 1 taun lagi." Ucapku kesal


"Iya deh ayyil sayang." Ucap bunda


Kami pun menaiki lift eksklusif yang disediakan untuk CEO saja. Lalu, ayah pun mulai memperkenalkanku, dan akupun disambut ramah.


"Perhatian perkenalkan ini anak saya Aprilia Farhana Kareem, Ia satu satunya penerus perusahaan saya." Ucap ayah pada karyawannya


"Wah cantik sekali ya anak ibu hana dan pak kareem." Saut bu manager


"Iya cantik sekali." Ucap semua pegawai serempak


Lico please:(