Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Selingkuh?



Karena aku pusing memikirkan masalah tadi, akhirnya akupun melanjutkan pekerjaan ku, tapi tak lama kantuk pun datang.


"Jam berapa ini?." Batinku sambil melihat jam.


Dan jam sudah menunjukan pukul 2 pagi.


"Astaga, aku lupa belum ngabarin ayyil,dia minta kan aku ngabarim kalo udah sampe." Batinku.


Aku pun segera kembali ke kamar, sialnya hpku habis batre, segera aku charge lah hp itu. Sambil di charge aku memainkannya


**On WhatsApp


Mine: "Mas aku udah beres nih belajarnya."


Mine: "Mas kamu udah nyampe belum?."


Mine: "Mas kamu kemana?."


Mine: "Mas kamu udah makan?."


Mine: "Mas aku kangeeen."


Mine: "Mas kamu marah?."


Mine: "Maaf ya aku lama ngabarin kamu nya, emang gini kalo pacaran sama siswa sekolah. Mas maaf bukan aku menomerduakan kamu, tapi kan aku udah izin sama kamu mau mulai fokus belajar."


Mine: "Aku tunggu sampe jam 12 ya mas."


Mine: "Mas udah jam 12, tapi kayanya kamu marah banget sama aku ya?, yaudah aku tidur ya mas, kamu jaga kesehatan, jangan tidur larut malam. Besok aku diantar ayah mas, aku juga pulang sore, mas gausah jemput, aku izin ga ke perusahaan dulu. I love you mas."


Me**: "Mas ga marah sama kamu sayang, mas ada urusan tadi, terus ketiduran. Mimpi indah sweety, I love you more❤."


Aku pun tidak bisaa tertidur lagi, aku merasa bersalah pada April, padahal aku udah janji gabakal bikin dia nyariin aku. Karena aku tidak bisa tertidur lagi, aku pun melanjutkan pekerjaanku.


M**e: "Pagi sayang, kamu yakin ga ingin mas antar?."


Mine: "Gausah mas, aku sama ayah, aku juga pulang sore kok."


Me**: "Yaudah, semangat honey, jiayou😘❤."


Pov April.


"Gimana udah siap?." Tanya ayah.


"Siap yah, ayo nanti aku kesiangan." Ucapku


"Yaudah pamit dulu sama bunda." Ucap ayah.


"Bun aku sekolah dulu ya." Ucapku


"Iya sayang, belajar yang rajin ya." Ucap bunda sambil mencium kepalaku.


Aku pun berangkat ke sekolah bersama ayah, ayah cerita kalo ia harus pergi ke Bandung nanti sore sama bunda, jadi gabisa jemput aku.


"Kamu dijemput supir ya?." Bujuk Ayah.


"Gausah yah, lagian aku mau ke kantor." Ucapku.


"Bukannya kamu izin?." Tanya Ayah.


"Oh yasudah, ini sudah sampai, silahkan turun nona." Ucap Ayah.


Aku pun hanya tersenyum mendengar godaan ayah, lalu aku berpamitan pada ayah.


"Hey gue liat lu dianter ayah?." Tanya ziyah.


"Iya gue mau kasih kejutan nanti ke fauzi di kantor." Ucapku.


"Wihh gudluck." Ucap ziyah.


Kami pun melakukan kegiatan KBM, tapi tidak bersama ziyah, ini hanya kelas aksel ziyah sedang seleksi aksel.


"Hay april." Sapa ziyah.


"Lu keterima?." Tanyaku kaget.


"Iya alhamdulillah." Ucap ziyah.


"Selamat ya." Ucapku.


Kami pun belajar dengan serius, ketika pulang, aku bingung ga dapet dapet ojol.


"Heh lagi nunggu apa lo." Tanya opal.


"Nunggu ojol nih kagak dapet mulu." Ucapku.


"Gue anter yok, mau kemana? gue bawa motor kok." Ucap opal.


"Lah ziyah?." Tanyaku


"Dia dijemput supir." Ucap opal.


"Yaudah ayok, anter gue ke kantor gue." Ucapku.


Kami pun menuju kantor ku dan mas uzi, ketika sudah sampai..


"Tengkyu ye bro." Ucapku.


"Sans aja lah, disini ada kantin kan? gue laper." Ucap opal.


"Ada, lu lurus aja, kantin umum deket parkiran kok." Jelasku.


"Oke tengkyu." Ucap Opal.


Akupun menuju ke ruangan mas uzi,


"Eh lebih baik nona April ya daripada ibu ibu tadi." Bisik karyawan.


Akupun menghiraukannya, aku pun membuka pintu ruangan mas Uzi. Betapa kagetnya melihat mas Uzi yang sedang memeluk wanita.


"Mass?." Kagetku.


"Apriil?." Ucap fauzi kaget.


Tanpa aba aba air mataku mengalir, akupun berlari keluar gedung, ke kantin umum berharap si opal masih ada.