Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Berbeda



Tak terasa waktu pulang pun telah tiba, April menunggu jemputan karena kali ini ia tak bareng dengan Naufal.


"Pril sori ye, gue bawanya motor, jadi cuman bisa boncengin ziyah." Ucap Naufal tadi sebelum pulang.


"Oke gapapa sans aje." Ucap April pada naufal.


Ia sudah menunggu sangat lama, sekolahan pun sudah sepi, "Huh andai saja aku baterai hp ku tak habis, sudah aku pesan ojol." Batinnya. Tiba tiba ada suara yang mengagetkannya "April kok belum pulang?." Bunyi suara itu. April yang mendengarnya hanya terpelongo, ia sangat kenal betul suara itu. Ya, orang itu adalah lutfi.


"Hey kok gak dijawab?." Tanya lutfi pada April yang masih bengong.


"Mm April lagi nunggu jemputan pak." Ucap April gugup.


"Oh gitu biar saya telepon orang tau April." Ucap Lutfi.


April yang mendengar lutfi memanggilnya dengan nama agak sedikit canggung, ia tidak tau kalo lutfi sedang berusaha melupakannya.


"April kata bunda mobil supirnya bocor, bagaimana jika bareng saya? kali ini saya bawa mobil kok." Ajak lutfi pada April.


"Mm tidak usah pak, April disini aja nunggu supir dateng." Ucapnya berusaha menolak ajakan Lutfi.


"April tolong, jangan biarkan saya yang menjadi wali kelas merasa bersalah jika terjadi apa apa dengan murid saya." Ucap Lutfi yang terlihat memelas.


"Mmm yang sudah pak, April ikut dengan bapak." Ucapnya menyetujui ajakan lutfi.


"Sebelumnya saya akan menelepon bunda april, agar beliau tidak cemas." Ucap lutfi sambil menelpon bunda April, bunda pun berterimakasih dan menyetujuinya.


Mereka pun menaiki mobil, dan ketika diperjalanan, hanya suara motor berlalu lalang yang terdengar, mereka hanya terdiam.


"Mm pak, terimakasih ya atas tumpangannya." Ucap April dengan manis.


"Yaampun April ucapan manis kamu seperti ini membuat aku semakin cinta." Batin Lutfi.


"Mmm bapak selama ini belajar dimana?." Tanya April. ia berusaha mencairkan suasana, karena ia tidak betah jika terus seperti ini.


"Saya belajar di Australia, dilanjutkan ke jepang." Ucap Lutfi singkat.


"Bapak kenapa ngambil matematika? kan itu pusing banget pak, apalagi kalo udah ulangan berasa kiamat 1 jam pak." Ucap April cemberut.


Lutfi yang melihatnya hanya tertawa


"April kok aneh sih? padahal jago matematika tapi suka ngeluh." Tanya Lutfi pada April.


"Ih pak kalo jago mah udah takdir, kalo ngeluh gini mah udah budaya pak. Oiya satulagi, jan panggil nama dong pak, kek anak sama bapak." Keluh April sambil memanyunkan bibirnya.


"Lagian kan emang kita bapak sama anak murid." Ucap lutfi menggoda April.


"Ih pak, masa gitu terus, apa ga ribet April April? gimana kalo kamu saya?." Ucap April menyarankan.


"Nanti ada yang cemburu." Ucap Lutfi kelepasan. Untung saja April tak terlalu merespon serius.


"Tenang aja pak, pacar saya ga cemburuan sekarang mah." Ucap April tertawa.


Lutfi yang mendengarnya pun hanya tersenyum, lutfi terlihat menjadi lebih pendiam dari biasanya.


"Bapak, tar bapak masuk dulu ya, bunda pasti kangen sama bapak." Ucap April.


"Mmm kalo ga macet ya, kalo macet saya takut sampai rumah kemaleman, kasian ibu saya nunggu." Ucap Lutfi. Ya dia sekarang sangat menyayangi ibunya.


"Tapi bapak harus sempetin masuk pak." Ucap April.


"Iya iya saya sempetin 1 menit." jawab Lutfi