
Hari demi hari April selalu kepikiran apa hubungan antara daffa dan khansa. Bahkan ia sampai menanyakannya pada Alfia dan Nasyira.
***Grup Gurl Gung*
April**: "Gais help, ada hubungan apa sih si khansa sama si daffa?"
Nasy: "Eh ada yang cemburu nih."
Alfi: "Eish ada yang pandangan pertama nih, tapi pril, dia emang manis kok."
April: "Ih apasi kalian tuh, gue nanya biasa aja, siapa juga yang suka."
Nasy: "Udahlah pril, tenang aja lagian lu sama khansa juga cantikan lu kemana mana, tambah lagi pinter ya ga? @Alfi."
Alfi: "Udahlah kanjeng ratu ga ada yang kalahin."
"Untung aku punya temen yang baik baik, jadi bisa lupain semuanya deh." batin april.
Setelah April menjadi kaum rebahan di hari minggu, esoknya ia harus kembali sekolah dan pulangnya les. Sebetulnya april capek sih, tapi gimana lagi, demi SMA yang diinginkan dia harus kerja keras.
Pov Ibu April
"Kasian sekali anakku sampe harus tertidur di meja belajar." batinku
"Andai saja ayahmu tidak seambis itu, pasti kamu bisa bermain, kamu tak perlu sampai seperti ini." batinku lagi
mungkin karena april merasakan kehadiranku, ia terbangun
"Bunda, kenapa bunda belum tidur? ada apa bunda kemari? apa April buat salah pada ayah?." Tanya April dengan kepolosannya
"Tidak sayang, bunda hanya ingin menyuruhmu beristirahat, naik ke kasur ya." Kataku karena tidak tega melihat anak semata wayang ku
"Iya bun, selamat malam."
"Malam nak."
"Aprill bangun sayang, kamu harus sekolah, setelah itu kamu les, ayolahh jangan bermalas malasan." kataku setengah berteriak
"Iya bun aku bangun."
karena kurang tidur, di sekolah April sering ketiduran, untung saja hari ini jamkos. Oiya,di sekolah juga ada kaisa teman dekat April, sekaligus temen sebangku April.
"Pril, lu les kagak sekarang?." tanya kai
"Iya, gw les apa lu mau bareng berangkatnya? gw kagak bawa motor, motor ditahan ayah sist:)." kata April sambil menyimpan kepalanya di atas meja
"Kita naik takson (taksi online) aja gais, lagian gue males harus dijemput supir." kata kai sambil menggoyang goyang tubuh April
"Oke oke tapi kali ini lu yang bayar yak, gue kagak bawa duit cash hahaha." Kata april sambil tertawa
"Hilih, giliran gratisan aja mau." Jawab kai
Tak lama bel keluar pun berbunyi
April POV
"Kai gw mau cerita nih." kataku yang saat ini sudah dalam takson
"Apa? pasti lu bucin bucin yak?." tanya kai
"Hehe, kai gue ada anak baru di tempat les, maniss banget namanya daffa kai. Tapiii, kemarin dia tukeran ig dong sama si khansa." jawabku dengan muka murung
"Whaaat!! Si khansa yang bohong itu? wah parah tu cewek, lu juga masa mau kalah sama si khansa?." ledek kai sambil menatap lekat aku yang sedang tertunduk
"Yaudahlah bentar lagi juga kita bakalan sampe, lu juga les lebih awal kan? tar balik mau ngikut kagak? gue dijemput supir." tanyaku pada kai
"Kagak gue dijemput papah." jawab kai
"Yaudah bai." kata kami bersamaan
Sesampainya di tempat les, April menyalami satu per satu guru, tidak lupa dia bertanya pelajaran apa yang akan di les kan. Dan pelajaran yang akan di les kan matematika dan bahasa indonesia. Setelah itu April pun segera masuk ke kelasnya, tanpa disangka, di dalam sudah ada daffa yang duduk sendiri, karena baru seorang yang datang.
"Duh kok baru dia yang dateng, mana duduk di belakang lagi, gimana caranya gue nyapa." batinku
"Eh kok dateng dateng ga nyapa sih, ga ramah amat, masa gue murid baru yang harus nyapa duluan?." batin daffa
lama kelamaan semua siswa datang, dan kamipun memulai pelajaran, tak ada tanya, tak ada suara bising, semua rumus kami lalui, hingga jam pelajaran pun usai.
"Istirahaaat paakk." teriak semua murid
"Iya iya bapak juga denger, silahkan sholat dulu." Kata pak guru math
ketika april berdiri hendak mengambil wudhu ke toilet, ada yang memanggilnya dari belakang
"Oh iya kenapa? ada apa?." tanya April
"Ini aku ga ngerti yang ini boleh ajarin ga nanti udah sholat?." tanyanya yaa siapa lagi kalo bukan daffa
"Boleh, boleh banget, tar yaa aku sholat dulu." kata April sambil berjalan ke toilet
"Pril tunggu kita berjamaah aja yu, gara gara aku kan kamu ditinggal sama temen temen kamu." ajak daffa pada april
"Hah? kamu imam? yaudah hayu, tapi kan wudunya ga mungkin bareng wkwkwk." ucap april
"Yaudah kamu duluan tapi kamu tunggu aku ya nanti." jawab daffa
Sholat berjamaah pun kami lalui, setelah sholat kini giliran April mengajarkan math pada daffa, ya walaupun dia relakan jam istirahatnya, tapi apapun dia lakukan untuk pujaan hatinya ini.
A****PRIL POV
"Gini daff, kamu tinggal masukin ke sini aja." jelasku pada daffa
"Oh gitu ya, **** bgt ya aku gabisa ngerti gitu aja." katanya sambil tertawa
"Hahaha, engga kok mungkin kamu aja yang belum beradaptasi disini, jadi agak susah." kataku sambil menatapnya, tanpa disangka dia juga menatapku, hingga mata kita saling tatap dan dihiasi senyuman:)
"Hayolo lagi ngapain." kata nasyira dan alfia
"Hai kalian udah jajannya? ninggalin gue sih jahat." kataku sambil memanyunkan bibir
"Masih lama kok waktunya, tuh tukang bakso nanyain lu, kesana gih, sekalian ajak daffa kenalan sama tukang bakso." kata nasyira sambil senyum mengode
Aku pun melirik ke arah daffa, tanpa disangka iya mengangguk tanda setuju aku membawanya ke tukang bakso. Kita pun turun ke bawah ke tukang bakso, hanya kita berdua, eh bertiga deng ada si khansa. Tanpa disangka si khansa menjadi paparazi diantara kita, dia rekam kegiatan kita, lalu memberinya pada mantan daffa.
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
Singkat cerita UN pun hampir tiba, karena bakalan UN, maka jadwal les pun dipadatkan. Setiap hari, dan kalian bisa bayangkan, bagaimana capeknya jadi April. Suatu hari, ia bingung ke tempat les harus naik apa hingga dia memberi tau daffa bahwa ia akan telat. Oiya mereka sudah bertukar no telepon loh, dan yang minta duluan daffa:')
DAFFA POV
April: "Daff aku telat ya ke tempat les nya, aku bakal naik angkot kayanya."
Hah? dia ngechat aku? harusnya aku bisa menjemputnya, tapi gimana lagi aku juga gabaawa motor.
Daffa: "Iya pril tar aku izinin ke guru, kamu hati hati ya aku tunggu di tempat les."
April: "Iya daf makasih."
April pun menaiki angkot untuk ke tempat lesnya, ketika turun dari angkot, dia melihat orang seperti daffa, langsung saja ia memanggilnya.
"Daffa." panggil April
"Ah ada seseorang yang memanggilku." batinku.
April pun mengejar daffa, hingga mereka jalan beriringan.
"Pril hujan, gimana nih nyebrangnya?." tanyaku pada april.
"Kita lari aja yu, kan kamu juga pake jaket, aku juga pake." ajak April pada ku.
Sesungguhnya aku tak mau April kehujanan tapi apa boleh buat, akhirnya aku mengiyakan keinginan April.
"itungan tiga yaa." kata april
1...2...3... kita pun berlari menuju tempat les, dan benar saja kita kesiangan, april pun duduk di depan ku dan aku dibelakangnya.
"Pril kamu kayak orang **** pas lari." Kata aku ngelawak
"Oh jadi aku ****? yaudah makasih?" kata april dengan muka kesalnya
"Ih pril maafin aku bukan gini maksudnya." sambil menepuk lengannya
"Yaudah gapapa." jawab april, mukanya terlihat memerah apa mungkin aku bikin dia baper?.
ketika istirahat, aku niatnya ngereceh ingin jailin April
"Pril,kamu jangan depan aku mulu dong, ngalangin mulu dah." Kataku sambil tertawa
"Oh aku ngalangin, yaudah aku pindah." kata april sambil membawa tasnya
"Eh tunggu maksud aku bukan gitu." kataku sambil menarik tangan April.
karena kelakuanku, aku sukses membuat satu kelas bertiak "aaaa seperti di drama korea."
Waktu demi waktu telah April jalani, sekarang saatnya April masuk SMA, jika kalian bertanya, gimana hubungan April dengan daffa? hanya sebatas teman:). Walaupun sudah saling mengutarakan isi hati, tapi april tetap mempertahankan prinsipnya untuk tak berpacaran