Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Pertemuan



Sekarang mereka sudah di kedai kopi, sesuai janjinya, Naufal akan mentraktir April, dan April pun mendengarkan pertanyaan Naufal.


"Pril sebenernya apa sih hubungan lu sama daffa? kok dia keliatannya tau banget soal lu?." Tanya naufal penasaran.


"Temen kok." Ucap April gugup.


"Yang bener pril, gue liat lu boong sama gue." Ucap naufal takpercaya.


"Mm, jadi gini dulu dia tuh temen les gue. Gue tuh emang udah dasarnya bucin, masa gue suka sama dia pandangan pertama. Akhirnya kita deket, dia baper sama gue, tapi gue tolak, sekarang dia deket gue mulu jadi gue agak risih gitu." Jelas April.


"Pril, sebenernya gue sering liat dia ke rumah tetangga gue, namanya Arsya." Ucap naufal.


"Hah?! Oh gue udah ga aneh, lagian kan itu mantannya, jadi dia tuh deket sama banyak cewek, tapi masih suka ngemis sama mantannya." Ucap April kesal.


"Hahaha yaudah jangan kesel gitu, kita ke rumah ziyah aja ya." Ucap Naufal.


April pun mengiyakan ajakan Naufal. Ketika sampai di depan rumah ziyah, April dikagetkan dengan sebuah mobil yang tak asing untuknya. Ya mobil Fauzi, yang april yakini dia ada di dalam bersama devinta. April mencoba masa bodo, karena dia masih kecewa dengan Fauzi.


"Assalamualaikum, ziyah omaygat lu sakit apa?." Tanya April yang nyelonong masuk tanpa memperhatikan sekitarnya.


"Waalaikumsalam, biasa gue kecapekan aja." Jawab ziyah lemas.


"EHEEEM." Terdengar deheman dari fauzi. April tidak menanggapi, ia malah pamit pergi


"Zii gue pamit ya mau les, gaenak ditungguin naufal di depan." Ucap April pada ziyah.


"Diih cuman setor muka, tapi tengkyu ya." Ucap ziyah.


"Iya ini buat lu, bai." Ucap April langsung pergi tanpa melihat sekitar. Fauzi yang melihat april sontak mengejarnya.


"Aku mau ngomong sama kamu." Ucap Fauzi.


"Maaf saya mau les, 2 minggu lagi saya UN, temui saya sehabis UN." Ucap April tersenyum.


"Ayo pal,bentar lagi les bakal mulai." Ucap April pada naufal seraya menaiki motor.


Mereka pun sampai di tempat les, ntah mengapa bisa pas sesuai rencana April. Daffa melihat April datang dengan Naufal bertanya tanya.


"Naufal, nanti kamu pulangnya anter aku ya." ucap April sambil mengedipkan mata, berharap Naufal peka.


Naufal yang awalnya tak mengerti, ia pun ngeuh.


"Boleh kok, ayok." ucap Naufal sambil tersenyum manis pada April.


Daffa yang melihat itu tak tinggal diam


"Pril, nanti kita makan bakso kayak dulu lagi yuk." Ucap daffa pada April.


"Sama Naufal ya, kasian tar dia ga ada temen." Ucap April sambil menatap Naufal.


Tanpa menunggu jawaban daffa, april pun segera meninggalkannya.


"Heh lu jangan baper sama gue." Ucap April pada Naufal.


"Dih, siapa juga yang baper, empet yang ada gue liat lu sobaik gitu." Ucap Naufal.


"Hilih." Ucap April sambil meninggakalkan Naufal.


Kegiatan belajar begitu lancar, anak anak diminta mengerjakan latihan soal ujian. April diangkat menjadi asisten guru untuk mengajar yang belum mengerti. Karena para guru merasa ada sebagian anak yang malu untuk bertanya langsung.


"April, aku mau nanya dong, kalo ini gimana sih caranya?." Tanya Daffa yang memanfaatkan kesempatan.


"Eh sini sama gue aja, gue juga anak aksel kok." Ucap naufal menghalangi daffa