
Di mall mereka masuk ke toko make up terkenal (u know sephora lah gais), jalan mereka sudah mulai beriringan.
"Pak kok bapa diem aja sih?." Tanya April melihat fauzi kebingungan.
"Mm aku gangerti ginian, mami biasanya pake apa terus ini ada shades sama nomer." Ucap Fauzi malu.
"Yaudah sini biar saya yang pilih." Ucap April.
Mereka asik memilih, bagai tak ada jarak, seperti pasangan yang kembali harmonis.
"Aduh masnya romantis banget mau nemenin pacarnya belanja, semoga langgeng ya mba mas." ucap salah satu pelayan make up.
"Aamin mba makasih." Ucap Fauzi.
"Ini aja deh buat mami cocok kayanya, lagian ini merek biasanya dipake sama ibu ibu sosialita kayak mami." Ucap April.
"Oh oke, kamu ga beli apa apa?." Tanya Fauzi.
"Mau beli kuteks tapi nanti lagi aja di rumah masih ada." Ucap april sambil mengembangkan senyumnya.
"Mm yaudah kamu tunggu di luar ya aku bayar dulu." Ucap fauzi.
April pun menunggu di depan, sebenarnya ia sangat ingin kuteks itu, tapi dia ingin lebih berhemat.
"Ayo udah." Ucap Fauzi sambil membawa paperbag.
"Oh iya ayo pak." Ucap April.
"April, gimana kalo sebagai tanda terimakasih aku, kita makan dulu." Tawar fauzi.
"Tapii pak.." Ucap april ragu.
"Udah gausah tapi tapian, ayokk." Ucap fauzi sambil menarik tangan april.
mereka pun sampai di restoran yang dituju, dan langsung memesan makanan,sambil menunggu pesanan mereka mulai bicara.
"Apa kabar?." Tanya fauzi.
"Kabar baik, mmm bapa sendiri?." Tanya april balik.
"Aku baik." Ucap Fauzi tersenyum.
"Syukurlah." Ucap April.
Tak lama makanan merekapun datang, mereka pun makan.
"Ohok ohok." April tersedak.
"Ini sayang minum dulu air punya aku." Ucap fauzi dengan sigap.
April pun meminumnya.
"Kamu jangan ceroboh gitu, bikin aku khawatir tau ga?." Ucap Fauzi khawatir.
Fauzi pun menghentikan makannya, ia menatap april dengan lekat. Seketika april pun berhenti makan karena merasa tak enak jika ada yang memperhatikan, eye contact pun terjadi diantara mereka.
"April." Ucap fauzi sambil menggegam tangan april yang ada di meja.
"Saya tau saya emosian, saya gabisa kontrol diri saya, tapi saya tak tau mengapa itu terjadi, saya merasa ingin selalu menjadi hero untuk kamu, maka dari itu rasa emosi itu datang tiba tiba." Ucap fauzi.
April yang mendengarnya hanya bisa terpana
"Jujur, dari hati saya yang paling dalam saya masih sangat mencintai kamu,saya gaingin pisah kaya gini sama kamu, saya tersiksa untuk mengingat kamu, saya ketakutan melihat kamu jalan sama lelaki lain." Lanjut fauzi.
"Mungkin ini bisa dibilang lamaran ulang, walaupun dimata ayah bunda, mami papi hubungan kita baik baik saja. Saya tidak romantis, saya pun tak bisa berjanji sama kamu untuk menjadi orang yang paling baik,saya memang lelaki yang tak berani mengambil resiko, tapi saya akan usaha, saya akan buktikan betapa besar cinta saya pada kamu. Aprilia Farhana maukah kamu memulai kembali dengan saya? menikah dengan saya? menjadi tunangan saya?." Tanya Fauzi.
Tiba tiba lampu mati, genggaman tangan fauzi pun sudah lepas dari April, April ketakutan. Lampu pun tiba tiba kembali menyala dan menunjukan seseorang yang sedang bernyanyi di panggung.
Di ujung cerita ini
Di ujung kegelisahanmu
Kupandang tajam bola matamu
Cantik, dengarkanlah aku
Aku tak setampan Don Juan
Tak ada yang lebih dari cintaku
Tapi saat ini 'ku tak ragu
'Ku sungguh memintamu
Jadilah pasangan hidupku
Jadilah ibu dari anak-anakku
Membuka mata dan tertidur di sampingku
Aku tak main-main
Seperti lelaki yang lain
Satu yang kutahu
Kuingin melamarmu
"Aprilia farhana kareem,di depan orang banyak, saya ingin melamar kamu kembali, saya ingin kamu menjadi ibu anak anak saya, will you marry me?." ucap fauzi yang kini sedang berjongkok di hadapan april.
April pun speechless tak bisa berkata kata, hanya mata yang berkaca kaca ia tunjukan,dengan sekali anggukan, dengan yakin ia menerima kembali lamaran fauzi. Begitulah hati tak bisa dibohongi, bila masih ada yang memiliki jangan coba tuk berpaling pada lain hati.
Udah ini bakal muncul banyak konflik gais, siapin kegeregatan kalian😌