Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Naufal



Setelah acara bertukar rindu tadi malam, kini giliran April kembali ke sekolah. Tak terasa 2 minggu lagi ia UN. Hubungan dia dengan Fauzi belum saja mereda.


"Ayo buruan berangkat tar kakak kesiangan." Ucap lutfi yang sudah menunggu April.


"Nyans dong kak, aku juga kan harus siap siap." Sewot April.


"Kalian tuh berantem mulu ya, udah pada gede juga. Kakak tungguin adiknya harus sabar, kamu juga de jangan bikin kakaknya nunggu kelamaan." Ucap bunda melerai keduanya.


"Ini aku udah bun, aku pergi dulu ya, nanti pulangnya aku les dulu, Assalamualaikum." Ucap April menyalami bunda dan mencium keningnya.


"Hati hati." Teriak bunda.


Di perjalanan.


"De, hubungan kamu sama fauz gimana?." Tanya lutfi pada April.


"Hah? Fauz? Siapa?!." Tanya April tak mengerti.


"Itu loh Fauzi, calon suami kamu." Ucap lutfi.


"Oh, udahlah kak jangan dulu dibahas, kan aku juga mau fokus UN dulu." Ucap april masa bodo.


"De, sebulan lagi loh kamu harus nikah, masa kamu mau gini terus." Ucap lutfi merasa jengah dengan tingkah adiknya.


"Kak, kalo aku jodoh, kita pasti nikah kok." Ucap April yang mulai kesal meladeni pembicaraan kakaknya.


"Terserah." Ucap lutfi pasrah.


Setelah sampai di sekolah, mereka pun berpisah. Lutfi masuk ke ruang guru, April ke ruang kelas.


"Hai nyonya manis." Ucap Naufal menggoda April.


"Apa sih lo berisik banget." Ucap April risih.


"Kok lo datengnya siang sih?." Tanya Naufal.


"Kagak ngapa ngapa, btw si ziyah kemana?." Tanya April heran.


"Oh dia sakit, kemarin kecapean kali." Ucap naufal.


"Hah?! emangnya kemarin kalian dari mana?." Tanya april.


"Hunting tempat buat acara nanti." Ucap Naufal.


"Acara apa? OSIS? kok gue ga diajak?." Tanya April semakin keheranan.


"Bukan kok, ini acara keluarga besar kita, tar lo juga gue undang buat jadi bintang tamu." Ucap naufal sambil tertawa.


"Dih alay lo." Ucap April sambil menoyor kepala naufal.


Setelah itu jam pelajaran pun dimulai, hari ini full latihan soal kimia, sontak April pun mengeluh.


"Naufal, lo les kagak nanti?." Tanya April pelan.


"Les lah, mang nape?." Tanya Naufal.


"Bawa motor? tar gue nebeng lah, gue butuh penyegaran nih." Ucap April.


"Kita ke mall aja, terus nyari oleh oleh buat nengok ziyah, terus ke rumahnya, terus ke tempat les." Ucap April panjang lebar.


"Sesuai argo aje ye neng." Ucap naufal bercanda.


"Oh sekarang jadi tukang ojek? oke tar gue bayar hahaha." Jawab April sambil kembali fokus ke pelajarannya.


"Eh kagak bukan gitu, masa cogan gini jadi kang ojek." Ucap Naufal tapi tak direspon oleh April.


Sebenarnya ada alasan lain juga April meminta Naufal untuk bareng ke tempat les, itu semua karena di tempat les ada daffa yang dulu sempet jadi mantan friendzone. Akhirnya jam pelajaran pun berakhir, semua anak anak meninggalkan tempat duduknya.


"Ayo buruan lo lama banget dah beberesnya." Ucap April sambil menarik narik tangan naufal.


"Etdah bocah lo ribut banget, udah nebeng aja berisik banget heraan." Ucap Naufal.


"Ih lo mah, yaudah gausah." Ucap April kesal dengan ucapan Naufal.


"Ih ayo buruan udah jangan marah, maafin gue tar gue beliin lo sbx. " Ucap Naufal memohon.


"Fenti kalo ga gue mau." Ucap April pura pura merajuk.


"Ih yaudah oke buruan." Ucap Naufal.


Akhirnya mereka berangkat sungguh dekat, jika yang tidak mengetahui mereka teman, mereka terlihat seperti sepasang kekasih.


"Pril, gue mau tanya sesuatu." Ucap Naufal.


"Apaan, lo kepo amat." Jawab April.


"Tar aja pas di sbx, kita ngopi dulu ye jan langsung ke tempat les, lagian masih 2,5 jam lagi." Balas naufal.


Mereka pun melanjutkan perjalanannya, sampai mereka tiba di mall yang mereka tuju.


"Kita ke supermarket dulu, terus ke sbx ya." Ucap April.


"Gimane lo aja gue mah bebas." Jawab Naufal.


Saat hendak memasuki mall, April melihat Fauzi dan devinta sedang berjalan bersama lebih tepatnya berduaan. Ia pun berusaha untuk tak peduli.


"Buruan jalannye lama amat lo." Ucap April sinis pada naufal.


"Nyans bae lah." Ucap Naufal.


April pun tak menghiraukannya ia pun berjalan meninggalkan Naufal.


"Eh Tunggu." Teriak Naufal sambil mengejar April.


Ketika sampai di supermarket, dengan sigap April mencari buah tangan untuk ziyah.


"Pal, lo cari pisang, gue cari Apel, tar kita ketemuan di tempat buah naga okey?!!." Tanya April.


"Oke siap bu bos." Ucap Naufal sambil hormat.


April pun hanya menanggapinya dengan tersenyum, menurutnya kehadiran Naufal lah yang bisa membuatnya melupakan masalah.