Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Canggung



"SIALAN!! Kenapa gue bisa terjebak wanita itu." Ucap Fauzi merutuki dirinya sendiri.


Kejadian itu memang mengejutkan fauzi, ia tak ingat apa yang ia lakukan tapi ia begitu yakin ia melakukannya.


"Gue harus hubungi devinta, biar dia kagak kirim fotonya ke april, kasian april baru sembuh sakit ditambah mau ujian." Ucap Fauzi


Devinta calling...


"Kenapa sayang? Kurang ya tadi?." Tanya devinta dengan manja.


"Lu jangan pernah kasih foto itu ke April, kalo lu kasih gue gabisa janji kalo lu bakal dikubur secepatnya." Ucap Fauzi dengan emosi menggebu.


"Kamu ngancam aku beb?." Tanya Devinta manja.


"Lu jangan banyak gaya, gue pastiin besok lu ga aman." Ucap Fauzi sambil memutuskan telepon.


Setelah memutuskan telepon dengan Devinta tak lama hp Fauzi berbunyi lagi dengan tercantum bacaan Lutfi.


"Halo, lu kemarin kemana? gue susul lu ke club."Ucap lutfi.


"Sori bgt gue kemarin ada urusan penting." Ucap fauzi berbohong, ia takut jika lutfi mengetahuinya akan memberitahukan kepada April.


"Tapi lu aman kan? Oiya gue mau minta tolong bro." Ucap lutfi.


"Aman bro Alhamdulillah, minta tolong apa? tumben amat lu." Tanya Fauzi.


"Tolong jemput April nanti, gue gabakal ngajar, papa nyuruh gue meeting." Ucap Lutfi jelas.


"Tapi april?." Tanya fauzi ragu.


"Ini jalan lu sama april baikan bro, gue percayain semuanya sama lu. Tolong jangan siasiain adik gue." Ucap lutfi panjang lebar.


"Gue gabisa janji bro, biar waktu yang jawab, gue takut kalo janji kagak bisa nepatin, kedepannya kita ga ada yang tau, tapi gue bakal usaha." Ucap fauzi meyakinkan lutfi.


"Oke bro thanks." Ucap lutfi lalu mematikan sambungan teleponnya.


Di sekolah April..


"Wey tumben lu dateng pagi banget." Ucap ziyah pada April.


"Iya nih gue bareng kakak gue dia mau meeting katanya." Ucap April.


"Weh lu balik sama siapa sist?." Tanya ziyah.


"Katanya kak lutfi udah kirim orang buat jemput gue." Jelas April.


"Oh." Jawab ziyah ber oh ria.


"Btw, si naufal mana?." Tanya april.


"Wih gila tu anak, bener bener nekad." Ucap April kagum.


"Udah ah jangan ngobrol bae,kita kudu ngerjain soal pemantapan." Ucap ziyah


"Yaudah sono lu duduk belakang gue." Ucap April sambil menunjuk kursi kosong.


Pembelajaran hampir selesai, hari ini para siswa akselerasi mengerjakan 150 soal untuk latihan ujian beserta utbk.


"Lu dijemput siapa zi?." Tanya april pada ziyah.


"Gue dijemput papa, papa gue bolos kerja hahaha." Ucap ziyah sambil tertawa.


"Jielah bolos, orang papa lu bosnya." Jawab April.


Ketika mereka sedang asik bicara, datang fauzi untuk menjemput April.


"April." Teriak fauzi sambil berlari menuju tempat april dan ziyah.


"Mas uzi? ngapain kesini?." Batin April.


"Mmm calon suami tuh." Goda ziyah.


"Berisik lu." Ucap April pada ziyah.


"April maaf, aku disuruh lutfi untuk jemput kamu,jika tidak percaya aku punya chatnya." Ucap Fauzi gugup.


"Yaampun mas kok kamu jadi gini sih, aku jadi ga tega." Batin April.


"Woy malah ngelamun, tuh pak fauzi disautin dulu kek." Goda ziyah lagi lagi.


"Mmm iya pak eh mas eh pak gausah ditunjukin saya percaya." Ucap April ikut gugup.


"Cie langsung percaya aja, sana balik akur akur ye jangan lupa 2 bulan lagi sah." Goda ziyah tak henti henti.


"Ih berisik lu udah sono." Ucap April sambil mendorong ziyah pelan.


"Ayo april silahkan kamu duluan." Ucap Fauzi.


"Duluan aja, saya mau jalan di belakang, gabiasa diikutin orang." Ucap April.


Mereka pun jalan tak beriringan ketika di mobil pun tak ada yang bersuara, kecanggungan menyelimuti mereka. Hingga akhirnya..


"April, kita ke mall dulu sebentar ya, mau beliin bedak titipan mami." Ucap Fauzi.


"Mm iya boleh." Ucap April.