
Liburan april kali ini, beda dengan liburan yang lain. Karena ia hanya di rumah, orangtuanya ingin menghabiskan waktu bersamanya hanya di rumah, karena mereka yakin, mereka akan merindukan rumah ini.
"Bun hari ini masak apa?." Tanyaku pada bunda
"Masak ini seperti yang kamu lihat." Ucap bunda
"Kok banyak sekali bun?." Tanyaku heran
"Ada calon mertuamu nak." Kata bunda tersenyum
"Oh." Kataku ber oh ria
Dan tiba tiba benar saja ada sepasang suami istri yang cukup lanjut usia.
"Hei kareem, kau apa kabar?." Sapa lelaki itu pada ayah
"Baik bro, kau pun bagaimana?." Tanya ayah
"Seperti yang kau lihat, aku sehat. Ini kah calon mantuku?." Tanya lelaki itu padaku
"April, salam pada om yudo dan tante nurul." Ucap bunda padaku.
Akupun menyalami kedua orang tua itu
"Halo om, halo tante." Sapaku ramah
"Panggil kami papi mami saja nak, sebentar lagi kau akan jadi mantu kami." Suruh tante nurul padaku
Aku pun hanya tersenyum.
"Lantas, mana calon mantuku?." Tanya ayah pada om yudo.
"Anakku sedang mengurus masalah di kantor." Ucap om yudo.
"Wah orang sibuk, mentang mentang orang terkaya di Asia no 3." Ucap ayahku bercanda
"Hahaha, ini juga berkat kau." Ucap om yudo
"Jangan sampai jika anak kita menikah, April ditinggal tinggal lagi." Ucap Ayah pada om Yudo.
"Tidak lah, anakku tipe yang setia." Ucap om yudo.
Karena aku pun bingung ingin berbicara apa, aku pun izin pamit ke kamar
"yah,bun,om eh papi, mami, april izin ke atas ya, april sedang tidak enak badan." Ucapku pada mereka.
"Aduh mantuku sedang sakit, istirahat ya nak." Ucap mami nurul
"Iya tante." Ucapku lalu ke tangga.
Di kamar aku hanya memainkan HP, ketika aku membuka w.a ku, aku melihat status pak Fauzi yang sedang main futsal
Tiba tiba ada notif masuk dari naufal
Naufal: "Aku mau balik kamu mau titip apa?."
me: "Gimana kamu aja, bawa ziyah aja aku seneng kok."
Naufal: "Aku pulang nanti, kita harus ketemu ada yang mau aku obrolin sama kamu."
Me: "Ayo dimana?."
Naufal: "Tar aku kabari ya."
Me: "Oke see you."
Setelah berbalas pesan dengan naufal, aku membaca novel. Tapi ternyata, rasa kantukku datang begitu saja, sehingga aku tertidur dalam waktu yang cukup lama. ya emang aku kebo😁.
Ketika aku terbangun, aku melihat jam
"Uh sudah jam 7 malam." Batinku
Aku pun segera turun ke bawah
"Bun om yudo sama tante nurul udah pulang?." Tanyaku
"Sudah sayang, mereka tadi pulang jam 4." Ucap bunda.
"Oh." Aku hanya ber oh ria.
"Bun Aku lapar." Ucapku sambil memegang perut.
"Yasudah kamu makan ya, setelah makan cuci piringnya biar kamu mandiri." Ucap bunda.
"Orang pas gak ada bunda, aku juga mencuci piring sendiri." Ucapku ngeles
"Kamu harus belajar ya, jangan sampai mengecewakan suamimu nanti." Nasihat bunda.
"Mm iya bun." Ucapku
Padahal aku masih belum terlalu menerima lamaran itu.
"Bun ayah mana?." Tanyaku
"Ayah sedang ke perusahaan nak, ia dengan papimu akan bekerja sama membuat perusahaan khusus untukmu." Ucap bunda
"Uhuk." Akupun tersedak
"Ini semua ucapan terimakasih papimu karena sudah mau terima anaknya." Jelas Bunda