Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Pembicaraan



"Dek kamu bertahan ya." Ucap lutfi.


Lutfi sangat khawatir bukan karena luka yang mengalirkan banyak darah, melainkan ketika dicek, perut april banyak memar.


"Ya Tuhan tolong ayyil, dia anak baik." Doa lutfi untuk adiknya. Lutfi pun tak mengabari bundanya yang baru saja melakukan perjalanan bisnis, ia khawatir bundanya akan kepikiran.


Setelah 4 jam menunggu, akhirnya dokter keluar.


"Bagaimana keadaannya dok?." Tanya Lutfi.


"Nona April baik baik saja tuan, hanya lukanya yang dalam membuat dia kekurangan darah, untung saja stok darah masih banyak. Dan untuk lebam di perut, itu tidak apa apa, hanya memar biasa " Jelas Dokter itu.


"Oh baiklah terimakasih." Ucap lutfi.


"Baik tuan, mm maaf bila saya lancang tuan, apa nona April anak tuan besar juga?." Tanya dokter.


"Nanti akan ada saatnya saya umumkan." Ucap lutfi lalu masuk ke ruang rawat April.


Lutfi pun mengabari Fauzi perihal ini, dia sangat khawatir dan berniat untuk menjenguk April, tapi Lutfi melarangnya karena April masih terlelap.


Tiba tiba saja papa radit menelpon lutfi, ia berkata jika harus ada rapat penting yang dihadiri lutfi di jogja. Sontak saja itu membuatnya bingung, antara papanya dan adiknya. Ia pun kembali menelpon fauzi, meminta untuk menjaga April. Fauzi pun dengan sigap datang ke rumah sakit.


"Gue titip april sama lo." Ucap lutfi.


"Tenang aja, gue jaga dia." Ucap Fauzi yang langsung masuk ke ruangan rawat.


Fauzi yang melihat April terkapar sangat sedih, apalagi tangannya dibalut perban besar.


"Yang kuat ya sayang, kamu hebat." Ucap Fauzi sambil mengelus kepala April.


Tak lama Fauzi pun tertidur.


Pagi harinya, April bangun lebih dulu. Ia kaget melihat kepala fauzi disampingnya, apalagi tangan Fauzi yang menggenggam tangannya.


"Mas kamu nungguin aku, maafin aku ya mas, sebenernya juga aku gamau jauh dari kamu, tapi aku ingin tau seberapa besar cinta kamu." Ucap April pelan.


"Kamu kenapa? tangan kamu sakit? bentar ya aku panggil dokter." Ucap Fauzi.


"Gausah, lagian kan harusnya kak lutfi yang jaga aku kenapa malah kamu?." Tanya April yang masih sinis.


"Lutfi lagi ada kerjaan." Ucap Fauzi dengan lembut.


"Oh yaudah." Ucap april ketus.


Keheningan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua. Yang satu canggung takut salah berucap yang satu malu untuk berucap.


"April saya ingin bicara serius dengan kamu." Ucap fauzi menatap April dengan lekat.


"Silahkan bicara." Ucap April.


"13 hari lagi kamu bakal UN, udah gitu kamu ulang tahun." Ucap Fauzi.


"Ya terus? ada masalah?." Tanya April.


"Pernikahan kita harus tetap berlanjut." Ucap Fauzi memutuskan.


"Saya mau kuliah pak, cita cita saya harus saya gapai. Saya tidak mau kalo misalnya nanti menikah muda, suami saya berselingkuh dengan mantannya, saya harus bergantung padanya." Ucap April penuh penekanan.


"Saya tidak seperti itu." Ucap Fauzi.


"Mungkin sekarang memang tidak, tapi tak tau nanti. Dan saya juga takut nantinya suami saya bermain di belakang tanpa sepengetahuan saya." Ucap April lagi.


"Saya tidak seperti itu April." Ucap Fauzi dengan nada bicara sedikit naik.


"Saya tidak membicarakan bapak, jadi tolong bapak jangan bentak saya." Ucap April.


"Maafkan saya April, saya tak mengerti harus bagaimana lagi, saya sangat menyayangi kamu." Ucap Fauzi memohon.


"Kita lihat alurnya saja." Ucap April tersenyum getir.