
"Mana Aprilnya?." Tanya mami pada fauzi. Fauzi pun hanya menjawabnya dengan senyuman.
"Loh, ditanya calon istrinya kemana kok malah senyum sih." Goda bunda pada fauzi. "Anak bunda gemesin sih bun." Ucap Fauzi salting karena sudah digoda oleh bunda.
Tak lama April datang dengan pakaian baru, ternyata dia dari tadi mandi.
"Mandi toh?." Tanya bunda sambil melirik April. April yang baru ingin menjawab segera dipotong oleh Fauzi "Mau jalan jalan sama uzi bun." Ucap fauzi sambil melirik ke arah April.
April yang mendengar itu semua pun hanya mendengus kesal "Dasar guru aneh." Batin April.
"Waaa udah baikan nih calon mantu sama anak mami." Ucap mami pada April.
"Iya dong mi, anak siapa dong yang bujuknya pinter banget." Ucap Fauzi membanggakan dirinya. Sungguh april ingin berteriak jika dia memaafkan fauzi karena fauzi mengancamnya.
"Ya udah sana jalan, tar mami pulang sama supir, mami juga mau ngobrol dulu sama jeng besan." Ucap mami pada April dan fauzi.
"Bun uzi pinjem ya anaknya bentar, untuk 1, 5 bulan ke depan uzi akan biarkan April belajar bun." Ucap fauzi pada bunda.
"Silahkan saja zi, asal pulangnya ke rumah ya." Ucap bunda mengingatkan fauzi karena ia lebih suka membawa calon istrinya ke appartement.
"Iya bun." Jawab fauzi dan segera menyalami calon mertua dan maminya. Tak lupa, ia juga menarik tangan calon istrinya.
"Sayang, kamu kenapa sih? kok diem mulu." Ucap Fauzi pada april yang hanya tertunduk.
"Kamu masih marah sama mas?." Tanya fauzi lagi pada April.
"Diem deh mas, aku tuh dari tadi ga marah sama kamu, malahan aku udah maafin kamu." Ucap April sambil menatap fauzi kesal.
"Terus kenapa kamu diemin mas terus tadi di rumah?." Tanya Fauzi pada April. Untuk menjawabnya april perlu menghela napas "Aku malu mas tadi, aku belum mandi." Ucap April pelan, yang membuat Fauzi terbahak bahak. "Mas ih jahat banget deh, yaudah aku turun disini." Ucap April sambil memanyunkan bibirnya. "Maaf sayang, itu terlalu lucu untuk mas, kamu malu karena belum mandi?." Tanya Fauzi padahal dia meledek April.
"Iya mas, aku takut aku jelek sebelum mandi, apalagi dengan mami, bisa bisa aku tercap menantu pemalasan." Ucap April sambil tertunduk dan memanyunkan bibirnya.
"Sayang, untuk mas walaupun kamu belum mandi tetap cantik, mami gabakal cap kamu sebagai pemalasan kok sayang, tar juga kan semuanya sama pembantu. Udah jangan cemberut lagi, tar bibir aku kegoda lagi sama bibir kamu." Ucap Fauzi menggoda April. April pun langsung menutupi bibirnya.
"Mmm mas, kata kamu kalo aku berulah, kamu akan membuat aku tidak bisa berjalan seminggu.Mmm apakah ituu gini mas?." Ucap April sambil menyatukan telunjuknya.
"Mm kamu mau itu? mau sekarang? oh makannya berulah mau ya? ayo sewa hotel dulu." Ucap Fauzi dengan muka pura pura serius.
"Ihh enggak mas, kamu tuh yaa." Ucap April sambil mencubit pinggang Fauzi.
"Aduduh, ampun sayang, asal kamu tau, no sex before married." Ucap Fauzi sambil menatap April dengan lekat. Tiba tiba Cup Fauzi mengecup ringan bibir April. April yang mendapat itu, hanya bisa tersenyum dengan pipi merah.