
"De kamu tuh belajar yang bener, biar bisa keterima di oxford." Ucap lutfi sambil mengusap kepala adiknya.
"Kak, pas kakak bilang gitu, aku jadi takut untuk menikah kak, apalagi setelah tau mas uzi suka membentak, masih belum percaya sama aku." Ucap April murung.
"April, dia kayak gitu karena dia masih muda, dia masih labil, kamu harus mengerti ya." Ucap lutfi mewanti wanti agar adiknya selalu sabar.
"Makasih ya kak, kakak selalu bikin aku nyaman, bikin aku punya perlindungan setelah ayah, aku udah anggap kakak itu kakak kandung aku." Ucap April seraya memeluk Lutfi.
Lutfi pun membalas pelukan adiknya, memang dia memiliki rasa cinta, tapi saat keadaan seperti ini, ia merasa mencintai April seperti adiknya, adik yang sudah lama lutfi dambakan, namun keburu orang tuanya cerai. Hana yang melihat keakuran anaknya pun segera menghampiri, ia ingin segera menemui papa lutfi untuk meminta hak asuh lutfi.
"Eheem, duh ini kakak adik akur banget sih tumben." Ucap hana membuat kekagetan diantara kakak beradik tersebut.
"Bundaa, bunda kemana sih? kok ga ajak aku?." Tanya april kesal terhadap hana.
"Maaf sayang bunda ada urusan sama ibu ibu arisan." Ucap hana mengerti anaknya sangat khawatir.
"Lutfi, papa kamu kapan pulang ya? papa kamu pengusaha juga kan? boleh bunda ketemu? siapa tau bisa mengembangkan bisnis." Ucap bunda sambil tersenyum.
"Kayanya sekarang baru nyampe hotel sih bun, kalo bunda mau ketemu boleh aja, apalagi urusan bisnis pasti papa ga nolak." Ucap lutfi sopan. Tak lama setelah itu, hp lutfi berbunyi,dan bertuliskan "papa radit"
"Haloo pa, assalamualaikum." Ucap lutfi sopan menjawab telepon dari papanya.
"Kamu itu kemana saja? papa telepon ga diangkat, papa udah sampai juga bukannya dijemput." Ucap papa lutfi mengomel.
"Lutfi lagi di rumah bunda lutfi, kita ketemuan ya pa malam ini, oiya bunda sama ayah lutfi juga pengusaha sukses loh, siapa tau bisa kerjasama." Ucap lutfi berusaha membujuk papanya. Radit yang mendengar kata kerjasama pun tanpa berpikir panjang langsung mengiyakan dan meminta lutfi menentukan tempatnya.
"Bun, malem ini papa bisa bun, lusa dia kembali." Ucap lutfi.
Hana yang mendengar itu semua pun merasakan kesenangan yang memuncak dalam hatinya.
"Yaudah, kita berangkat bareng ya, kamu mandi disini aja pake baju ayah." Ucap hana.
Lutfi pun hanya mengangguk mengiyakan, ia tak berani menolak bundanya yang sudah begitu baik. Tak terasa waktu pun berlalu, mereka pun bersiap siap, tapi terjadi sedikit masalah
"Loh dek, kamu kenapa? kita undur aja ya acaranya." Ucap lutfi yang khawatir dengan keadaan adiknya.
"Gapapa kok kak, jangan dibatalin, yang penting tuh kakak ngenalin ayah bunda, urusan aku mah gampang." Ucap April tersenyum.
Meskipun tak tenang meninggalkan April sendiri, mereka tetap pergi karena tak enak membuat radit menunggu. Kebahagiaan terpancar diraut wajah hana, ia akan mendapatkan anaknya kembali. Ketika sampai di restoran shabu yang lutfi pilih, ia melihat papanya yang sedang sibuk main hp, hingga kehadiran mereka pun tak membuat radit tersadar.
"Pa, apa kabar." Tanya lutfi yang cukup mengagetkan radit.
"Kabar baik pa, kenalin ini ayah bundanya lutfi." Ucap lutfi mengenalkan keduanya.
Radit yang melihat hana pun terkaget
"Hana? ini kamu?." Tanya radit spontan.
"Iya ini saya." Ucap hana tersenyum.
"Hana maafkan saya, saya menyesal telah meninggalkan kamu." Ucap radit menyesali perbuatannya dulu.
"Gapapa mas, aku udah maafin kamu." Ucap hana dengan tenang.
"Terimakasih hana, entah mengapa pada saat itu saya tega meninggalkan kamu." Ucap radit menyesal.
"Gapapa mas,mungkin kita belum jodoh." Ucap hana untuk menenangkan mantan suaminya.
"Mas mana adam?." Tanya hana memberanikan diri.
"Hana bolehkah saya berbicara 4 mata dengan kamu?." Tanya Radit.
Kareem suami hana yang mendengar itu semua pun sontak kaget, ia tak ingin mengizinkan, namun ketika istrinya menatap sendu, ia pun tak tega untuk menolak.
"Silahkan, aku percaya sama kamu han." Ucap kareem pada hana.