
Karena nanti mapel eksak akan di les kan, maka kali ini tugas guru mapel tambahan yang bekerja keras agar anak anak tidak mengalami ketertinggalan. Begitu pula dengan hari ini, hari ini adalah pelajaran pal fauzi, tapi belajarnya materi jadinya di dalem kelas.
POV Fauzi
"Selamat pagi anak anak." Sapaku
"Pagi pak." Jawab mereka
"seperti yang kalian ketahui, kita sekolah tidak akan lama lagi. Dan saya harap, kalian bisa bekerja sama dengan saya untuk mengejar ketertinggalan kalian." Ucapku pada mereka.
"Baik pak." Jawab mereka berbarengan.
Di belakang ada april yang sedang menatapku, memang aku masih cinta padanya tapi rasa cinta ku perlahan memudar.
POV April
"Pak maaf jika sikap bapak terus terusan seperti ini, saya mundur." Batinku sambil menatap pak fauzi.
"Baiklah anak anak, sekarang kalian catat yang saya catat, lalu hapalkan,kita akan langsung ulangan." Ucap fauzi
"Iya pak." Ucap kami serempak.
Aku pun mengeluarkan tempat pensil dari calon tunanganku, ketika kami sedang menulis pak fauzi datang ke tempatku
"April maaf ini tempat pensil kamu dapatkan darimana?." Tanya pak fauzi
"Ini dari pacar saya pak." Ucapku dengan penuh penekanan
"Oh sial, bukannya ini tempat pensil limited edition?." Batin Fauzi.
"Kenapa pak? ada yang salah?." Tanyaku dingin.
"Tidak silahkan lanjutkan." Ucap fauzi padaku.
Begitulah aku dengan fauzi, aku yang mencoba untuk mundur, dan akan mencintai calon tunanganku, lagipula aku sudah berjanji pada Naufal, jika aku tidak sama dia akupun tidak sama siapa siapa, kecuali tunanganku nanti.
Dasar alay!:)
Flashback ON
"April bisa ngga kamu kalo temuin aku sepulang sekolah di halaman belakang?." Tanya naufal.
"Boleh kok pal." Ucapku
"Aku tunggu ya nanti, kamu piket dulu kan sama ziyah?." Tanya naufal
"Iyaa pal." Ucapku
Di Halaman belakang
"Ish, teriak mulu dah." Ucap naufal
"Hehe maaf, kamu mau apa?." Tanyaku
"Mmm aku mau ngomong sesuatu." Ucap naufal.
"Ih ko serius amat pal, jadi serem gue." Ucapku bercanda.
"Ini serius pril." Ucap Naufal
"Iya ayo serius." Ucapku
"Sebenernya, selama ini aku ada rasa sama kamu, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu." Ucap naufal membrondong ku pernyataan.
"Hah? Gimana?." Ucapku telmi
"Kamu mau ga jadi pacar aku?." Tembak naufal.
Ya begitulah naufal, ga ada romantis romantisnya.
"Maaf pal, aku juga cinta sama kamu, aku juga sayang sama kamu, tapi sayang sama cinta aku buat kamu sebagai kakak." Jelasku
"Tapi apa kurangnya aku?." Ucap Naufal
"Kau sempurna, bahkan kau selalu menjaga ku, tapi aku udah dijodohin, kamu boleh kok cinta sama aku, tapi cinta kakak pada adiknya ya." Ucapku menenangkan Naufal
"Hah? Dijodohin? Sama siapa?." Tanya naufal terkaget.
"Aku juga gatau, tapi aku harus usaha mencintai dia, karena ini pilihan ayah." Ucapku tersenyum.
"Heeem baiklah kalo begitu, tapi aku minta tolong jadilah wanita terhormat, jangan kamu pacaran sama yang lain, kecuali sama aku sama calon tunangan kamu." Ucao naufal tegar
"Iya abang sayang." Ucapku sambil menepuk pundak naufal.
Flashback off
Gara gara aku ngelamun mulu bukan nulis, pak fauzi menghukumku dan menyuruhku untuk menemuinya di ruangannya nanti.
"April, siap siap mengambil hukumanmu." Ucap pak Fauzi.
"Mm iya pak." Ucapku
"Baiklah ikuti saya dari belakang."
Kira kira apa ya hukumannya:)