Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Hukuman



"Silahkan masuk April." Suruh pak fauzi padaku.


"Mm baik pak." Ucapku.


Pak fauzi pun menutup pintu, dan siap siap menghukumku.


"April, hukuman untukmu adalah bersihkan ruangan saya, dan kamu cari di olshop barang kesukaan anak seusia kamu." Perintah pak Fauzi.


"Apa pak? Tapi kan saya harus belajar, apalagi ini bahasa pak, akan ada di UN." Ucapku membujuk.


"Yasudah kamu bereskan ruangan saya saja." Ucap pak Fauzi.


Akupun membersihkan ruangannya, ketika aku membersihkan ruangannya, ia hanya tersenyum melihat handphone dan tiba tiba


"Hantaran untuk tunangan apa ya?." Tanyanya padaku


"Hah? Tunangan?." Kagetku


"Iya saya akhir tahun ini akan tunangan." Ucap pak fauzi tersenyum.


Aku pun hanya tersenyum getir, ternyata perhatian yang ia berikan selama ini palsu:).


"Pak, saya sudah beres nanti tolong jika ada yang mencari saya, saya di UKS, saya tidak enak badan pak." Ucapku


"Apa kau sakit?." Tanya fauzi sambil memegang kening ku


"Hanya tidak enak badan." Kataku sambil menghempaskan tangannya.


Akupun hanya berdiam diri di UKS, meratapi diriku yang seolah olah menyakiti diri sendiri.


"Huh ngapain sih harus ingat ingat dia, lagian kan aku juga mau tunangan akhir tahun ini. Sekolah tinggal 3 bulan kok." Ucapku menenangkan diri.


Akupun keluar dari UKS, menuju kelas. Betapa kagetnya diriku melihat pak Fauzi yang sedang berbicara pada bu guru sambil menggendong tas ku.


"Bapak mau apa bawa tas saya?." Ucapku dengan nada tinggi


"Saya mau antar kamu pulang kan kamu sakit." Ucap fauzi pada ku.


"Saya sudah sembuh pak, saya minta tas saya kembali." Ucapku padanya


"Tapi kan kamu belum diperiksa dokter." Ucap Fauzi.


"Ya sudah bapak kalo tidak mau mengembalikan tas saya, saya bisa kok belajar tanpa tas saya." Kata ku sambil berjalan ke tempat duduk.


Tanpa ada aba aba, dan tanpa aku ketahui, pak fauzi menarik ku hingga aku pun terjatuh ke pelukannya.


"Ehem." Deheman dari bu guru


Aku pun langsung terbangun


"Maaf pak, sebaiknya bapak kembalikan tas saya." Ucapku


"Maaf ini tas kamu." Ucap pak fauzi sambil memberikan tas ku.


Aku pun berjalan ke kursiku


"Kayaknya abang lu cemburu tuh." Ucap ziyah


Aku pun langsung menatap Naufal, benar saja ia sedang badmood.


"Sorry." Ucapku


"Its okay." Jawab naufal.


4 Bulan kemudian


Sekarang aku sudah libur, cuman masuk sekolah 4 kali seminggu, hanya untuk bimbel mapel eksak saja. Tanpa bertemu pak fauzi, dan ada naufal yang selalu jagain aku, ah semoga saja aku bisa melupakan pak fauzi, dan mencintai tunanganku.


"Anakku sayang." Teriak Bunda


"Iya buuun kenapa?." Jawabku


"Ini ada papi mami mu sayang." Ucap bunda


"Whaaaat, papi mami? Tadi aku teriak teriak terdengar papi mami dong." Batinku


"Ayoo sayang." Ucap bunda lagi


Aku pun tak menjawab bunda, dan segera ke bawah. Aku melihat papi mami tak lupa aku menyalami nya.


"Wah, tambah cantik aja mantu kita pi." Ucap mami pada papi


"Iya mi, pasti uzi sangat suka jika melihat April." Ucap papi


"What siapa uzi?." Batinku lagi


"Oiya nak, kamu pasti bingung ya siapa uzi? Uzi itu calon suami kamu."Jelas mami


"Oh kak uzi mi?." Tanya ku


"Iya sayang."


Author ga sabar nih mereka tunangan