
"Kalo ngantuk tidur lagi aja." Ucapku pada april.
"Enggak pak, saya nunggu aja." Ucap april
"Saya masih harus mengedit beberapa file." Ucapku padanya.
"Enggak pak." Ucap April
"Oh yasudah, saya ngedit dulu ya." Ucapku
"Iya pak, jangan lama lama." Ucapnya
Aku pun merevisi beberapa file, aku mengedit hanya sekitar 15 menit, ketika aku melihat april
"Loh tidur lagi." Ucapku dalam hati
Kupandangi lagi, hidung mancung, bulu mata lentik, akupun mencium keningnya.
"I love you." Ucapku pelan
Tapi nyatanya ciumanku membuat april terbangun
"Bapak mau ngapain?." Ucap April
"Saya mau bangunin kamu, saya sudah beres." Ucapku tenang
"Oiya pak, maaf saya ketiduran." Ucapnya
"Yaudah, ayo pulang." Ajakku
"Mm ayo." Ucapnya
Di jalan, masih tak ada yang berubah, masih sama sama diam dengan seribu bahasa, akhirnya mobil kami pun sampai ke pekarangan rumah.
"Assalamualaikum bunda." Ucapku sambil menyalami bunda
"Waalaikumussalam calon mantuku." Ucap bunda
"Bun ini file yang ayah minta." Ucapku
"Kasihkan saja pada ayah, kamu makan siang disini ya, bunda sama april akan masak." Ucap bunda
"Memang anak kecil ini bisa masak bun?." Ucapku menggoda april
"Saya bisa masak pak, ayo bun masak." Tegasnya
Di halaman bersama ayah
"Assalamualaikum yah." Kataku sambil menyalami ayah
"Waalaikumussalam, mantu ayah udah nyampe." Ucap ayah
"Iya yah, ini file yang ayah minta." Ucapku
"Ohiya terimakasih nak, ada yang mau ayah sampaikan." Ucap ayah serius.
"Permisi." Ucap April
"Ini yah minum sama cemilan buat kalian mengobrol." Ucap April
"Wah terimakasih, siapa nih yang buat?." Tanya ayah
"April doong." Ucap april
"Pantas rasanya enak." Ucap ayah memuji april
"Makasih yah, april balik ke dapur ya, pak fauzi jangan lupa dicicipi." Ucap April
"Iya pasti saya akan mencobanya." Ucapku.
April pun kembali ke dapur kami pun melanjutkan obrolan kami
"Bagaimana yah?." Tanyaku
"Ini soal hubungan kalian, ayah tau kalian belum saling mencintai, tapi ayah harap pernikahan kalian bisa dipercepat." Ucap ayah.
"Hah? April masih harus menyelesaikan sekolahnya yah." Ucapku dengan segan
"Iya ayah tau, ayah juga tidak sejahat itu, tapi ayah minta, kalian menikah setelah April UN. Bagaimana?." Tanya ayah padaku
"Biar saya bicarakan dengan april." Ucapku segan
"Paak Fauzi, ayah masakannya sudah siaap." Teriak April
"Ish kamu ni, ada calon suami berteriak seperti itu." Ucap bunda
"Abis april capek bun kalo harus ke halaman." Ucap april ngeles.
"Waah enak enak sekali nih makanannya." Ucap ayah
"Ini April yang mau makanan seperti ini." Ucap bunda sambil melirik ke arahku.
"Masakan korea kan?." Tanya ayah pada April
"Iya yah, kapan lagi aku bikin tteok, bikin ramyeon, bikin kimchi." Ucap April tertawa
"Mari makan nak fauzi." Ajak bunda padaku
"Oiya bun, terimakasih." Ucapku malu
"Ini tteok nya april yang bikin loh." Ucap bunda
"Apasih bun, cuma tteok." Ucap april tersanjung.
"Enak sekali." Ucapku sambil mengacungkan 2 jempol.
"Ahahah makasih pak." Ucap april, wajahnya sangat seperti tomat.
"Oh iya, setelah makan mari kita obrolkan hal yang penting." Ucap ayah
Semuanya hanya terdiam, aku pun bingung harus menyetujuinya atau tidak, bagaimana pun aku ingin wanita yang ku cintai menikmati hari harinya terlebih dahulu, meraih cita citanya terlebih dahulu
Maap nic lupa up, keasikan nonton drama hehe:)