
Pov Fauzi
"Lama sekali april." batinku
"Aku akan susul dia ke dalam lah." Ucapku kesal.
Ketika aku sampai di sekolah,ternyata suasana ramai, pak kepsek pun menyapaku
"Hei pak, apa kabar." Ucap pak kepsek.
"Baik pak." Ucapku singkat. Jujur saja aku ingin cepat cepat menjemput April.
"Bapak mencari siapa?." Tanya Pak kepsek.
"Calon istri pak." Ucapku.
"Oh dia lagi senang senang di lapang pak." Ucap pak Kepsek.
Tak lama berselang, datanglah April, Naufal, dan Ziyah.
"Hei kamu ngapain disini?." Tanya April padaku.
"Kamu kenapa reject telepon aku?." Tanyaku balik.
"Kita duluan ya Pril." Ucap naufal sambil menarik tangan ziyah.
"Oh oke hati hati guys." Ucap April.
"Pak saya pamit pulang dulu." Ucapku dingin pada pak Kepsek.
"Pak april pulang dulu ya." Ucap April sambil menyalami pak kepsek, lalu mengejarku.
Di mobil..
"Mas kenapa sih?." Tanya April padaku.
Aku pun tak menjawabnya.
"Mas." Ucapnya sambil memegang tanganku.
"Kamu kenapa lama? kamu sama naufal habis senang senang?." Tanyaku
"Mas kenapa sih curiga sama aku?." Tanya April.
"Saya bukannya curiga, tapi pak kepsek sendiri yang bilang kalo kamu senang senang." Ucapku
"Oh gitu, sayang sekali mas salah sangka sama saya." Ucap April dengan mata berkaca kaca.
Aku pun hanya menatapnya, sungguh tidak tega melihatnya menangis, tapi rasa cemburuku jauh lebih besar.
"Saya hanya foto bersama, dan itu pula tidak hanya dengan naufal, dengan ziyah juga, dan saya mau menyampaikan sesuatu pada mas." Ucap april menangis.
Karena tak tega, aku pun meminggirkan mobilku. Aku pun menatapnya lekat.
Akupun membacanya, dan ternyata April mendapat kelas aksel, dengan nilai tertinggi.
"Saya mau pulang aja." Ucap April.
Akupun menggenggam tangannya.
"Maafkan mas, mas salah sangka." Ucapku sambil memeluknya.
"Lepas mas, apa mas lebih percaya pak kepsek daripada saya?." Tanya april menangis.
"Maafkan mas, itu karena mas sayang dan cinta sekali sama kamu." Ucapku.
"Mas, aku minta mas jangan kayak gini lagi, mas percaya sama aku. Mas tau? di hati aku cuman ada mas." Ucap April lirih.
"Iya sayang, mas akan lebih percaya sama kamu, sekarang kita ke appartement dulu ya." Ucapku.
Aku pun memajukan mobilku ke appartement.
"Sayang, kamu duluan ke atas, mas mau ngambil paket dulu." Ucapku.
"Iya mas." Ucap April
Ia pun berjalan ke atas, dan akupun tak tega melihat mata sembabnya. Sungguh rasa bersalah yang besar tertancap dalam hati. Akupun membelikannya bunga terlebih dahulu.
"Sayangg mas ada sesuatu untuk kamu." Teriaku pada April.
"Sini mas, aku lagi nonton drakor ni tanggung." Ucap April.
Aku pun menghampiri April, dan terkejut ternyata drakor yang dia tonton sedang adegan kissing.
"Astagaa April." Ucapku kaget.
"Eh mas nggak seperti yang mas lihat." Ucap April, lalu mematikan handphonenya.
"Kejutan apa yang akan mas berikan?." Tanyanya padaku.
"Ini sayang, maafin mas ya, mas terlalu sayang sama kamu, hingga rasa sayang mas berubah menjadi cemburu." Ucapku pada april.
"Gapapa kok mas, aku ngerti." Ucap April sambil mengambil bunga itu.
Kami pun saling bertatapan, dan lama kelamaan wajah kami saling mendekat, hingga tak ada lagi jarak yang mengikis. Bibir kami pun saling bertempelan, aku pun mencium april. Ia sangat kaku dalam melakukan itu, tapi lama kelamaan ia mengikuti gerakan ku. Dan lama lama gerakan itu menjadi lumatan. Aku pun melepaskan lumatan itu, karena napas April sudah mulai habis.
"Mas." Ucap april malu.
"Bibir kamu suka godain mas." Ucapku.
April terlihat merah wajahnya.
"Udah sana ganti baju, siap siap kita ke kantor." Ucapku.
Tanpa jawaban, ia pun segera ke kamar mandi tak lupa mengambil bajunya di lemari.