Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Dia kembali



"Mas, mas hati hati ya disana, jangan jelalatan, dan ingat sholat sama makan ya mas, I love u❤." Begitulah isi pesan singkat yang April berikan pada Fauzi, ia sengaja hanya mengirim pesan karena ia yakin calon suaminya sedang di pesawat. Sedangkan jam masuk pelajaran akan segera dimulai.


"Heh lu senyum senyum sendiri mulu dah." Tegur Naufal pada April. April heran dengan sahabat yang satu ini, baru saja hendak membalas teguran Naufal, pak kepsek sudah datang.


"Selamat pagi anak anak." Ucap pak kepsek. "Pagi pak." Balas kami serempak.


"Kali ini bapak ingin memperkenalkan sesorang yang sudah kalian kenal." Ucap pak kepsek dengan antusias.


"Mari kita sambut, guru matematika kita, bapak LUTFI ALVIANDA ANDRIANSYAH." Ucap pak kepsek dengan lebih antusias. Para siswa yang mendengar nama itu bergemuruh bertepuk tangan, tapi tidak dengan April, dia hanya melongo, seakan akan ini mimpi, orang yang dulu pernah menyatakan cinta padanya telah kembali, ditambah lagi ia kembali dengan kemeja yang sempat April pilihkan. Masa lalu itu seakan berputar hebat di kepala April. Sebenarnya dia juga pernah merasakan cinta pada Lutfi, namun ia tersadar karena Lutfi itu gurunya, jadi tak mungkin untuk dimiliki.


"April are u okay?." Tanya Ziyah yang cemas melihat sahabatnya. Sebenarnya ziyah tak tau April pernah cinta dengan Lutfi, dia hanya tau bahwa mereka dekat.


"Okay kok zi." Ucap april sambil tersenyum.


Naufal yang melihat April bengong, merasa cemas karena ia takut kalo April akan berpaling dari Fauzi.


"Silahkan pak bila ada yang ingin disampaikan." Ucap pak kepsek pada pak lutfi.


"Mm mungkin kalian bingung kenapa saya ada disini dengan profesi yang berbeda bukan? dulu saya guru sejarah kalian, sekarang saya guru matematika kalian." Ucap lutfi pada anak anak.


Anak anak pun bertanya tanya kenapa lutfi menjadi guru matematika.


"Oke untuk hari ini kalian harus mengejar soal sbm dan un matematika, jadi kalian pulang sore dengan seharian belajar matematika, semangat, dan saya pamit undur diri." Ucap pak kepsek.


"Silahkan pak, dinikmati ngajarnya." Ucap pak kepsek pada pak lutfi.


"Terimakasih pak." Ucap pak Lutfi pada pak Kepsek.


Akhirnya pak lutfi pun mengambil buku absen yang tersedia di meja guru.


"Sebelum mulai belajar, tolong dikumpulkan HPnya, lalu akan saya absen kalian." Ucap pak lutfi pada kami semua. Kami pun mengikuti perintahnya, kemudian duduk kembali. Pak Lutfi pun mulai mengabsen nama nama siswa, ketika nama yang dipanggil berbunyi "Aprilia Farhana Kareem." Ucap Lutfi. April pun menaikan tangannya dengan wajah pucat, karena tak percaya dia akan kembali.


"April, apakah kamu sakit? wajahmu terlihat pucat." Tanya Lutfi cemas. Ya, dia memang masih mencintai April, meskipun sudah merelakannya, tapi sulit untuknya. Akhirnya ia membiarkan rasa cinta itu tetap ada.


"Gapapa pak, cuman tadi lupa sarapan." Jawab April. Ya dia memang tak sarapan karena terburu buru ke sekolah. Lutfi pun mengambil roti dan air minum dari tas nya.


"Ini silahkan dimakan, saya tak ingin anak murid saya sakit." Ucapnya sambil menyodorkan roti pada April. Lalu ia kembali ke depan


"Kalian jangan sungkan dengan saya, saya telah mengambil hak kewalikelasan kalian, sehingga saya guru matematika sekaligus wali kelas kalian, jika kalian sakit saya pun sakit, jika kalian sedih saya pun sedih." Ucap Lutfi sambil melirik Fauzi