
"Pak, ayo masuk dulu." Ajak April pada lutfi yang masih di dalam mobil.
"April, saya harus segera pulang." Ucap lutfi, dia tak ingin mengingat semuanya lagi yang malah membuat ia sulit melupakan semuanya.
"Sebentar aja, pamit sama bunda, kak lutfi." Ucap April, ia sengaja menyebut lutfi dengan sebutan itu agar lutfi mau turun dan menemui bundanya.
April yang mengucapkan itu semua terlihat tenang, berbeda dengan lutfi, ia sudah sangat panik, ia takut merebut calon istri orang.
"Ayo kak lutfii." Ucap April sekali lagi.
"Mmm iya iya saya masuk." Ucap Lutfi mengiyakan ajakan April.
Ketika di dalam rumah, bunda sudah menunggu anaknya di meja makan, ia juga ingin menyambut lutfi, yang sudah baik pada anaknya.
"Bundaaa, Assalamualaikum." Ucap April menyalami bunda nya.
"Waalaikumsalam, eh ada nak lutfi, apa kabar?." Ucap bunda pada lutfi. Setelah April menyalami bundanya, kini giliran Lutfi
"Baik bun, bunda juga sehat kan?." Tanya Lutfi. Ia sudah tak canggung memanggil Hana bunda April dengan sebutan Bunda.
"Sehat nak, ayo makan dulu." Ucap Bunda pada Lutfi.
"Gausah repot repot Bun, Lutfi kesini untuk nganter April aja." Ucap lutfi yang menolak halus ajakan hana.
"Gausah kek gitu deh pak, tu muka keliatan mupeng." Ucap April menggoda lutfi, tapi memang aslinya muka lutfi sudah seperti orang kelaparan melihat makanan di meja makan.
"Ayo nak silahkan duduk." Ucap bunda pada lutfi. Akhirnya lutfi pun duduk dan numpang makan di rumah April.
"Bun, ayah sibuk ya?." Tanya April pada bunda.
"Bun, Pak, bentar ya April mau ke WC dulu." Pamit April meninggalkan meja makan.
April pun sampai di toilet,ia mencoba menelpon calon suaminya, tapi nihil tak ada jawaban. Ia pun menelepon ayahnya untuk menanyakan keberadaan calon suaminya, namun ayah menjawab Fauzi sudah ke kamar dari tadi.
Di tempat lain
"Aku harus menyelesaikam pekerjaan ku, agar besok aku bisa pulang." Ucap Fauzi sambil memeriksa file yang harus ia kerjakan.
"Maafkan aku ayyil sayang, aku harus beresin ini semua biar kita cepet ketemu lagi." Ucap Fauzi lagi. Setelah semuanya beres, Fauzi segera meminta sekertarisnya memesan tiket, tak lupa ia pamit kepada ayah mertuanya
"Yah uzi pulang duluan ya? kerjaan uzi udah beres, uzi mau ketemu ayyil yah." Ucap Fauzi pada ayah.
"Mm kemarin dia telepon ayah, katanya dia khawatir sama kamu, ada lutfi juga disana, ayah harap kamu ga cemburu, karena Hana telah menganggap lutfi seperti kakaknya April." Jelas Ayah panjang lebar.
"Oh iya yah, akan saya usahakan." Ucap Fauzi singkat. Sejujurnya banyak pertanyaan dalam pikirannya, mulai dari lutfi kembali? ngapain? kenapa deket lagi? tapi semuanya ia tahan, ia tak ingin terlihat posesif depan ayah mertuanya.
"Permisi pak, ini tiket sudah ada, bapak flight sekitar 4 jam lagi." Ucap sekertaris Fauzi.
"Oke terimakasih, kamu disini jaga Ayah mertua saya, jika beliau perlu apa apa segera turuti, dan pastikan beliau makan tepat waktu." Ucap Fauzi panjang lebar.
Kareem yang mendengarnya hanya tersenyum, ia tak menyangka calon menantunya sangat perhatian padanya.
"Yah, uzi berangkat dulu ya, uzi juga sudah pamit sama papi. Disini uzi hanya meninggalkan asisten uzi untuk menjaga ayah dan papi, hati hati yah." Ucap Fauzi pada ayah mertuanya.
"Terimakasih fauzi." Ucap ayah pada fauzi. Fauzi pun melanjutkan kepulangannya, menaiki taksi ke bandara
"Ku tunggu penjelasan mu April." Ucapnya dalam hati