
"Dek kakak jemput jangan kemana mana, ini udah malam tungguin ya, kakak udah di jalan." Ucap lutfi diujung telepon.
"Hem iyaiya buruan, lesan udah mau tutup." Ucap April kesal.
"Iya sabar." Ucap lutfi sambil menutup teleponnya.
Sekarang April sudah pulang les, tapi lutfi ngotot ingin menjemputnya. Alhasil ia pun harus menunggu lutfi sendirian.
"Lu yakin gabakal nebeng lagi?." Tanya naufal khawatir.
"Engga, kak lutfi mau jemput." Ucap April.
"Yaudah lu hati hati ya nunggunya, kalo ada apa apa buruan telepon gue." Ucap Naufal.
"Iya,lu juga hati hati jangan ngebut." Ucap April.
"Oks duluan ya." Ucap Naufal sambil menjalannkan motornya.
April pun menunggu di luar, karena jika di dalam ia canggung untuk bermain hp di depan guru.
"April masuk yuk, di luar bahaya." Ucap miss Firza.
"Oke miss thanks." Ucap April.
Dia memang tak suka menunggu di dalam, tapi ia juga tak enak menolak tawaran gurunya.
"Hai Aprillia belum pulang?." Tanya bu karina.
"Belum bu lagi nunggu kakak." Ucap April.
"Oh yaudah tunggu di dalem ya, di luar mah dingin." Ucap bu karin.
"Iya bu." Jawab April disertai senyuman.
Karena April merasa canggung, akhirnya ia menelpon kakaknya kembali.
"Kak, kakak dimana? lama banget sih." Gerutu April.
"Dek, kamu masuk ke tempat les, kakak gaboleh masuk sama satpam, di tempat karaoke yang deket tempat les kamu ada tawuran." Jelas lutfi.
April yang mendengar itupun sontak kaget, ia menatap bu karin.
"Gausah gapapa dek, kakak sama satpam disini, mobil kakak titip di rumah orang sini." Ucap Lutfi.
"Kakak hati hati ya, kalo ada apa apa cepet kabarin aku." Ucap April khawatir.
"Kamu yang hati hati dek, kamu lebih dekat, kalo ada apa apa kabari kakak." Ucap Lutfi.
Tiba tiba saja keributan terjadi di luar, sontak saja bu karin menutup pintu, ia terlihat takut.
"Ibu kenapa?." Tanya April.
"Kita sembunyi, mereka sangat berani pada wanita." Ucap bu karin.
Mereka pun bersembunyi di ruang gelap di lantai atas.
"Bu april takut." Ucap April yang langsung dipeluk oleh miss firza dan bu karin.
"Tenang ya sayang." Ucap para guru menenangkan April.
Tak lama dari percakapan itu, terdengar suara pintu dibuka paksa dari luar, sontak mereka semua semakin ketakutan. April pun langsung mengirim pesan pada kakaknya.
"Kak, tolong April." pesan april pada lutfi.
Lutfi yang membaca pesan itupun sontak kaget, adiknya dalam bahaya, ia menerobos satpam untuk menyelamatkan adiknya.
Para pemuda yang sedang mabuk itu pun menemukan April dan para guru. Pemuda itu tak berhenti menggoda April dan para guru.
April pun tak tinggal diam, ia teringat bahwa ia bisa beladiri. April pun menyuruh guru gurunya untuk mencari senjata yang mudah digunakan.
"Wih bos, cewek cantik ini punya nyali." Ucap salah satu pemuda.
"Banyak bacot lo, sini kalo berani hadapin gue." Ucap April penuh emosi.
Akhirnya terjadi perkelahian diantara mereka. April memang bisa mengalahkan lawanya, tapi jumlah mereka terlalu banyak, dan itu tidak sepadan dengan tenaganya. Karena April yang masih tidak ingin menyerah, para pemuda itupun mengeluarkan pisau. April kaget bukan main.
"Kau masih berani manis?." Ucap pemuda itu.
"Gue gapernah takut." Ucap April teriak.
Perkelahian pun terus terjadi, sampai akhirnya tangan April tergores pisau, darah segar mengalir darisana. April pun mulai pusing dia pun oleng. Untung saja lutfi datang tepat waktu dan menghabisi semua pemuda itu sebelum polisi datang. Selanjutnya lutfi membawa April ke rumah sakit.