
"April, sekarang saya merasa tak berguna untuk kamu, ketika kamu marah, kamu akan lebih memilihnya daripada aku." Batin Fauzi sambil melihat jalanan yang kosong. Ketika Fauzi sedang melamun, ia dikagetkan dengan suara telepon yang ternyata dari maminya.
"Halo mi kenapa?." Tanya fauzi
"Kamu dimana sayang? jadikan kita makan bareng April?." Fauzi yang mendengar itu hanya merasakan sakit di dadanya, ia merasa bersalah telah membentak April, dan membiarkan April pergi.
"Dia lagi banyak tugas mi." Ucap Fauzi.
"Mm yasudah, lusa saja kita ajak lagi ya." Ucap mami.
"Iya mi, fauzi sedang menyetir mi sudah ya." Ucap Fauzi mematikan telepon.
Di rumah April..
"Kamu kalo ada masalah ceritakan sama saya, itu juga jika kamu menganggap saya kakak." Ucap Lutfi.
Mendengar itu semua, april sontak memeluk Lutfi, dia merasakan hangatnya seorang kakak.
"Saya sayang dek sama kamu, saya juga jujur masih mencintai kamu, tapi saya akan bahagia jika melihat kamu bahagia walaupun tidak dengan saya." Batin lutfi sambil mengusap kepala April.
suasana pun hening, hanya tangisan April yang terdengar.
"Kak, mas uzi tuh sayang ga sih sama aku? kenapa dia bentak aku kak? dia gak percaya aku." Ucap April sambil menangis.
"Bukannya dia gak sayang kamu dek, dia bentak kamu karena dia kaget melihat kedekatan kita, kan dia taunya aku udah pergi, dia sayang banget loh sama kamu." Ucap Lutfi berusaha menenangkan April.
"Kak, bukannya hubungan itu harus disertai kepercayaan? kenapa dia gapercaya April kak?." Tanya April kembali.
"Kamu harus ngerti, dulunya Fauzi diselingkuhin, jadi dia gamau keulang kedua kalinya." Ucap Lutfi sambil tersenyum. Jujur saja lutfi merasa sangat sakit, tapi demi adiknya, apapun ia lakukan.
"Terimakasih kak, April sayaaang sama kakak." Ucap April sambil memeluk erat lutfi.
Lutfi yang mendapat perlakuan itu,ia hanya tersenyum, walaupun tidak sebagai kekasih April, setidaknya ia bisa selalu bersama April.
"Yaudah kamu makan, kakak bawain makan tuh." Ucap Lutfi sambil menunjuk nakas.
"Makasih kakakk sayaang." Ucap April.
Ternyata perbincangan tadi, tidak hanya mereka yang mengetahui, tapi ada orang dibalik pintu yang mendengar
"Bunda harus bicara padamu Fauzi." Ucap bunda menelepon seseorang.
skip ketemu fauzi..
"Bun, adaa apa? kenapa terlihat serius?." Tanya Fauzi mencoba tenang.
"Kamu tau? kamu sudah salah sangka." Jawab bunda.
"Hah maksudnya bunda?." Tanya Fauzi tak paham dengan pernyataan bunda.
"Lutfi dan april sebenarnya adik kakak." Ucap Bunda.
"Oh april sudah bilang pada uzi, tapi mereka kan saudara tiri, bisa jadi tar lutfi kebablasan gimana bun?." Tanya Fauzi takut kehilangan April.
"22 Tahun yang lalu, bunda pernah menikah dengan seseorang raditnya alvianda andriansyah, kamu tau itu? itu papanya lutfi." Ucap Bunda. Fauzi hanya melotot tak percaya.
"Setelah itu terjadi percekcokan diantara bunda dan radit. Kami pun memutuskan untuk bercerai, dan bunda bisa membawa lutfi." Ucap Bunda.
"Namun, bunda lupa jika papanya lutfi begitu licik, ia pun menculik lutfi yang saat itu umurnya 3 tahun." Lanjut Bunda
"Dulu nama dia bukan lutfi, namanya adam, tapi mungkin karena papanya ingin mengamankan dia dari bunda, akhirnya diganti namanya." Ucap bunda lagi
"Mereka tak mungkin bersatu, mereka satu ASI dari bunda." Ucap bunda sambil menatap Fauzi.
"Tapi bagaimana jika dia bukan Adam?." Tanya Fauzi.
"Bunda yakin dia Adam, dia memiliki tanda lahir di lehernya, dia kidal, dan hati bunda berkata itu Adam, kamu juga tak perlu khawatir jika itu bukan Adam, April akan jadi milikmu nak." Ucap Bunda.
"Bun, maafin fauzi ya bun, fauzi hanya takut Lutfi mengambil April." Ucap Fauzi memohon.
"Hanya April yang berhak memaafkan kamu, dan tolong satu lagi, jangan beritahu pada siapapun, tunggu sampai kalian menikah." Ucap bunda.
Lutfi pun hanya mengangguk