
2 bulan kemudian.
"Bun jalannya jangan cepet cepet dong, lagian bisa jadi Uzi dan mami belum dateng." Ucapku mengeluh
"Lebih baik menunggu daripada ditunggu." Ucap bunda.
Kita pun masuk ke salah satu boutique terkenal di kota ini. Disana aku melihat ada seorang lelaki yang sedang duduk, sambil memainkan ponsel.
"Samperin dulu sana calon suaminya." Ucap Bunda.
"Bun langsung aja ya aku cobain, aku kan harus pilih cincin bersama dia." Ucapku membujuk bunda
"Ya sudah bunda panggil mami mu dulu, kamu masuk duluan ya." Ucap bunda
Aku pun masuk ke ruang fitting
"Wah dresss nya bagus banget, ini mah buat nikahan bukan buat tunangan." Batinku
Aku pun keluar ruang fitting, ketika aku melihat ke depan di depan ada pak Fauzi
"Loh bapak? Ngapain disini?." Tanyaku terkaget.
"Kamu juga ngapain? Masih sekolah udah fitting baju aja." Ucap Fauzi
"Ini baju tunangan saya, emang bapak aja yang mau tunangan." Kataku sambil menjurkan lidah
"Saya juga fitting baju kok." Ucap Fauzi
"Loh loh kok anak anak mami berantem sih?." Tanya mami.
"Anakk mami?." Kataku dan fauzi berbarengan.
"Iya, Uzi ini ayyil, April ini Uzi." Jelas mami
"Hah? Uzi? Omaygat s**t mimpi apa gue." batinku
"Kalian sudah saling mengenal?." Tanya bunda.
"Dia guru olahraga aku di sekolah bun." Ucap April.
"Dia murid ku di sekolah mih." Ucap Fauzi pada mami
"Syukurlah jika kalian sudah saling mengenal, sekarang mami minta penilaian. Kalian saling tatap satu sama lain, kemudian nilai." Ucap mami
"Gimana Fauzi ganteng kan?." Tanya bunda pada ku
"Gimana? April cantik kan?." Tanya mami pada fauzi
"Tak ada jawaban, berarti iya." Kata sang designer.
"Sekarang kalian ganti baju, kemudian kalian pilih cincin berdua ya, kami tunggu di resto abangmu." Ucap mami pada Fauzi
"Pak pesanan ibu nurul." Ucap fauzi pada pelayan toko.
"Ini mas, sangat cocok untuk kalian,apalagi mbaknya cantik dan muda." Ucap pelayan memujiku.
"Ah terimakasih mas." Ucapku
"Kami ambil ini, segera kemas." Ucap Fauzi pada pelayan.
"Ih bapak kok ga tanya dulu sih." Ucap ku
"Biar cepet." Ucapnya dingin
"Dasar manusia Es." Batinku.
Setelas selesai memilih cincin, kami pun menuju restoran yang dimaksud mami. Resto itu sangat mewah, nuansa merah, dan ada juga ruangan khusus pasangan.
"Tante." Sapa pak fauzi pada bunda
"Mii." Sapa aku pada mami
"Han, gimana kalo kita tukeran anak saja." Ucap mami pada bunda
"Iya nih mereka lebih milih salam sama calon mertua dulu daripada ibunya sendiri." Ucap bunda merajuk
"Iii bunda jangan gitu dong." Ucapku membujuk
"Mami juga jangan gitu." Ucap pak fauzi pada mami.
"Nak fauzi jangan panggil bunda dengan sebutan tante, tapi bunda ya." Ucap bunda pada pak fauzi
"Aiya bun, akan saya coba." Ucap fauzi.
"Oke, sekarang akan ada topik pembicaraan serius." Ucap mami.
Kami pun mendengarkan dengan seksama
"Tunangan kalian, akan dimajukan menjadi bulan depan." Ucap mami
"Hah?." Ucapku dan fauzi barengan
"Kok gitu sih bun." Tanyaku pada bunda
"Karena fauzi akan resign, sehingga kalian perlu cepat cepat mengikat hubungan kalian." Jelas bunda.
Aku dan fauzi pun hanya bertatapan, seaka tanda tanya besar menyeringai di otak kami.
Dimajuin nih gais