
Keesokan harinya adalah hari pertama April berjauhan dengan Fauzi, April pun ke sekolah diantar oleh supir. Ketika di perjalanan Fauzi chat April
"Semangat belajarnya sayang❤." Ucap Fauzi menyemangati kekasihnya. April yang membaca pesan itu hanya tersenyum dan membalas "Kamu juga, semangat kerjanya sayang❤." Balas April. Tak lama, April pun sampai di sekolah. Di gerbang ia disambut oleh Naufal dan Ziyyah.
"Gutten morgen gais." Ucap April menyapa mereka. Ziyyah dan Naufal yang mendengarnya saling bertatapan "Bahasa apaan itu *****, so bule bgt." Ucap Naufal meledek April.
"Suka suka gue dong." Ucap April yang tak ingin kalah dengan Naufal.
"Mmm roman roman nye ada yang baru baikan nih." Ucap ziyyah memotong perdebatan mereka.
"Iya dong, kan kata agama juga dilarang marahan lebih dari 3 hari." Ucap April ngeles, karena ia tak mah diejek gampang memaafkan kesalahan orang.
"Halah, kemarin aja lu nangis nangis sama gue, sekarang lu ngajak gelud gue." Ucap Naufal sambil menoyor kepala April.
"Etdah jomblo bacot banget ngapa." Ucap April sambil memberi ugly face pada Naufal.
"Udah udah ayo kita masuk." Ucap Ziyah melerai mereka berdua. Hari ini untuk kelas aksel banyak sekali belajar tambahan, sehingga April pulang sore.
"Oy lu mau nebeng kagak? gue bawa mobil mau sekalian nganterin ziyah nih?" Tanya Naufal pada April. "Tumben lu bawa mobil, biasanya bawa motor butut lu." Ucap April meledek naufal. "Jir, butut gitu juga pernah nolongin lu." Ucap Naufal. "Halah baru juga gitu." Ucap April yang tak mau kalah. "Yaudeh, lu mau ikut kagak?." Tanya Naufal pada April.
"Yaudah deh boleh, berarti kita nunggu ziyah dulu? dia kan piket." Tanya April pada Naufal. "Yoyoy." Ucap Naufal. Mereka pun memasuki mobil, April duduk di samping kursi kemudi. Sambil menunggu Ziyah, April menelepon Fauzi.
"Assalamualaikum sayang." Ucap Fauzi di seberang sana.
"Waalaikumsalam sayang." Ucap April. Najfak yang mendernganya bergidik geli "Hih dasar bucin." Batin Naufal.
"Gimana? Sekolahnya lancar?." Tanya Fauzi.
"Lancar dong sayang, kamu udah belajar? kok kamu telepon aku?." Tanya Fauzi keheranan.
"Aku baru pulang sekolah mas, tadi banyaaak banget pelajarannya, capek mas makannya aku ingin denger kamu." Ucap Apri gombal.
"Ayyil kecil udah pinter gombal ya, kamu pulang sama siapa sayang?." Tanya Fauzi. Entah kebetulan, entah memang naufal mendengar, ia segera berdehem ketika fauzi bertanya begitu. April yang mendengarnya hanya melirik sinis.
"Sama Naufal sama Ziyah mas, Naufal bawa mobil." Ucap April.
"Oh, kok belum pulang sih? ini kan mau maghrib." Tanya Fauzi. Ia tau semua karena melihat GPS April.
"Lagi nunggu ziyah mas, dia lagi piket mas." Ucap April.
"Oh gitu, yaudah hati hati ya sayang, nanti jangan lupa sholat, tar malem bonus deh kita video call sebelum mas ke Jerman." Ucap Fauzi.
"April yang mendengarnya sangat exited, sebelumnya sebelum kamu ke Jerman, kita ketemu tapi gapapa deh mas, kamu juga jan lupa sholat ya, makan juga jan lupa." Ucap April.
"Iya sayang, udah ya I love you." Ucap Fauzi.
"Love you more sayang." Balas April. Setelah teleponan, April terus tersenyum, Naufal pun membuyarkan kebahagiaan April.
"Tadi gue denger mas lu mau ke jerman?." Tanya Naufal pada April.
"Iya dia mau ke jerman untuk kerja, dan sama ayah gue." Ucap April. Naufal yang mendengar jawaban April hanya ber-oh ria.
"Padahal dia akan kembali, kenapa lu malah ke jerman pak fauzi." Batin Naufal