Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Devinta



Ketika di mobil aku terus memperhatikan April.


"Mas kenapa sih liatin aku terus?." Tanya April.


"Saya hanya kagum." Ucapku


"Oh." Balas April dengan muka cemberut.


Aku heran kenapa dia jadi tiba tiba badmood, padahal tadi dia happy terus, sampai akhirnya sampai depan rumah April.


"Makasih." Ucap April tanpa menoleh pada ku, otomatis aku menarik tangannya.


"Ay, kamu kenapa?." Tanya ku.


"Saya gapapa pak." Ucapnya.


"Kok pake saya? kamu lagi marah?." Tanyaku.


"Kan bapak yang duluan pake saya, jadi saya hanya ikut ikut saja." Ucapnya.


"Oh karena itu, maafin aku dong sayang, aku kebiasaan ngomong saya, tadi itu aku terlalu kagum sama kamu makannya ga kontrol omongan." Ucapku.


Blusssh muka April memerah karena pujianku.


"Gatau ah mas, aku mau turun,babai." Ucapnya.


"Semangat belajar, besok aku jemput." Ucapku.


Akupun menjalankan mobilku untuk kembali ke rumah, setibanya di rumah..


"Aduh anak mami kok senyum senyum aja sih." Goda mami.


"Mi, mau tau ga? calon istri saya, dia baik sekali." Ucapku.


"Hah? baik kenapa?." Tanya Mami.


"Kan tadi kita tuh mau makan siang ya, udah gitu tiba tiba dia nyuruh saya berhenti di warteg yang sepi, karena panas, saya belikan dia ice cream, di warteg itu ada anak anak yang nangis karena kepanasan, dan April ngasih semua ice cream yang saya berikan, dengan alasan adek itu lebih membutuhkan." Jelasku.


"Calon mantu mami memang top." Ucap mami.


"Dan adalagi yang bikin kagum mi." Ucapku


"Apa itu?." Tanya mami.


"Dia dapet akselerasi mi, jadi nikah kita bisa dipercepat." Ucapku.


"Waaaa mami seneng banget, besok ajak dia,kita makan bersama." Ucap mami.


"Iya mi siap." Ucapku.


Aku pun berjalan ke atas, ke lantai 2 tepatnya ke kamarku, baru saja rebahan beberapa menit.


"Zii, uzi ada tamu nih." Ucap mami.


"Oh iya mi." Ucapku.


"Mas Fauzi." Ucap Devinta mantanku.


"Kamu mau ngapain kesini?." Tanyaku.


Tiba tiba ia memelukku, sontak akupun menghempasnya.


"Mas aku kangen sama kamu, aku nyesel memilih dia daripada kamu." Ucap devi.


"Dulu kamu siasiakan saya, sekarang kamu ngemis ngemis sama saya, lihat ini, saya sudah bertunangan dengan orang yang pantas bersanding dengan saya." Ucapku sambil menunjukan cincin.


"Mas tapi ga ada yang pantas bersanding dengan kamu kecuali aku." Ucap devi sombong.


"Memang selain kamu ga ada yang pantas, tapi dia lebih pantas bukan pantas saja, silahkan pintu keluar depan mata." Ucapku mengusirnya.


"Awas saja mas, aku pastikan kamu hanya milikku, bukan milik yang lain." Ucap devi seraya pergi.


Akupun kembali ke atas,tapi kali ini ke ruang kerja ku.


Flashback on


"Hari ini aku lulus kuliah, tentunya dengan nilai terbaik. Aku bosan terus berpura pura menjadi orang susah, kasihan juga devinta, akan ku lamar hari ini." Batinku.


Akupun kembali ke rumah, bersiap siap untuk kembali ke rumah, dan membawa cincin untuk melamar devinta.


on chat..


Me: "Beb kamu dimana? jalan yuk."


Future wifey: "Gabisa beb aku lagi sakit, ini aja aku baring baring aja."


Me: "Oh yaudah, cepet sembuh ya beb😘."


Future wifey: "Thank you honey:)."


Membaca chat dari devi, tak memutuskan niatku untuk melamarnya, aku pun menuju salah satu mall untuk membeli cincin berlian yang devi inginkan.


Ketika sampai di mall, aku terkaget.


"Devinta?." Batinku


Sontak saja aku mengahmpirinya, ketika semakin dekat, tiba tiba devinta mengecup bibir cowok yang bersamanya.


"Devinta, ngapain kamu disini? bukannya lagi sakit?." Tanyaku marah.


"Maaf ya siapa kamu? orang miskin ga pantes disini." Ucap devi


"Aku pacar kamu, aku mau lamar kamu." Ucapku.


"Jangan mimpi deh, sekarang kamu bukan pacar saya, dia pacar saya seorang." Kata devi sambil mengecup bibir cowok itu.


Akupun pergi, dengan dendam yang menguasai tubuhku .


Flashback off