Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Pengakuan



"Pak, kok rotinya ga dimakan?." Tanyaku malu.


"Mm, saya sedang menyetir, tangan saya kotor, nanti saja di sekolah." Jawab fauzi


"Saya suapin ya pak, nih aaa." Ucapku sambil menyuapi roti ke dalam mulut fauzi.


Fauzi pun hanya tersenyum sambil mengunyah roti.


"Ga enak ya pak? maaf saya ga pandai masak." Ucapku sedih


"Ini roti terenak yang saya makan, terimakasih sudah membuatkan." Ucapnya tersenyum


"Mmm iya pak sama sama, bapak kalo udah habis rotinya bilang ya." Ucapku


"Ini sudah habis." Ucap fauzi


"Nih aaaa lagi." Ucapku sambil menyuapi, tidak lupa memberinya orange juice tadi.


Setelah selesai makan, tak ada kata yang terucap dari mulut kami, hingga sampai di sekolah. Sekolahan pun sudah ramai


"Ahh pasti jadi bahan gosip nih." Batinku


"Tenang saja, ini hari terakhir ku kerja." Ucap fauzi seakan tau isi pikiranku.


"Mmm iya." Ucapku


Kami pun berjalan beriringan, banyak sekali suara suara gemuruh yang menggangu kuping kami


"Wih liat tuh, cewek cantik sama cowok ganteng." Ucap kelas 10


"Wuih pantesan nilainya bagus mulu." Ucap anak lain.


Aku pun melaluinya dengan sabar, kami berpisah di depan kelasku. Tiba tiba ada bel pertanda apel


"Panggilan kepada seluruh siswa, untuk segera memasuki lapang apel." Ucap guru dari sumber suara


Kami pun menuju sumber suara, ternyata apel itu adalah apel perpisahan pak fauzi


"Anak anakku yang berbahagia, hari ini adalah hari terakhir saya menginjakan kaki di sekolah ini sebagai guru. Banyak sekali kenangan yang telah kita lalui, dari guru guru pun saya banyak belajar, untuk kelas 11 dan 12 semangat UN dan SBMPTN, saya yakin kalian bisa. Dan mohon maaf jika tadi pagi saya membuat kehebohan, tapi ini berita baik tak elok jika terus disembunyikan, saya dengab salah satu siswi disini akan segera melaksanakan pertunangan. Bukan karena hamil diluar nikah atau apa, tapi ini murni karena cinta kami masing masing. Sekian pidato dari saya, maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan, selamat tinggal sekolahku tercinta, dan untukmu pujaan hatiku kita pulang bareng ya." Ucap pak fauzi.


"Huuh, syukurlah." Batinku


Pelajaran ku lalui dengan tidak nyaman, karena teman kelasku memperhatikan aku semua, apalagi para siswi seperti ingin membunuhku.


Dan lagi lagi bel pulang menyelamatkanku


"April, kau hutang penjelasan padaku." Jelas naufal.


"Mm iya nanti ya." Ucapku.


Akupun berjalan menuju parkiran, benar saja fauzi sudah menungguku.


"Ayo pak." Ucapku


"Mm sebelum naik, saya mau mengklarifikasi, bahwa pernyataan saya tadi benar tanpa rekayasa." Ucapnya


Lagi lagi dia berhasil membuat wajahku panas.


"Oh yaudah pak, ayo." Kata ku menggantung.


"Kita ke kantor kita dulu ya, walaupun kita masih lama nikahnya, tapi mereka harus tau mana nyonya mudanya." Ucap fauzi


"Mmm, iya ayok." Ucapku semangat


Di jalan fauzi terlihat beda, ia mengajaku bercanda, mengobrol, dan paling tak disangka


"Kamu mau punya anak berapa?." Tanyanya


"Hah? apa harus secepat itu pak? kita nikah saja belum." Ucapku


"Jika nanti sudah menikah? mau berapa?." Tanya fauzi lagi


"Sedikasihnya pak, lagian saya mau kuliah dulu, bolehkan?." Tanyaku


"Tenang saja apa yang engga buat kamu." Ucap fauzi


maaf ya up nya malem malem terus. Stay Healthy semuanya. #Dirumahaja