
Makan pun telah selesai, sekarang giliran kami membicarakan hal penting itu.
"April, Fauzi dengarkan ayah." Ucap ayah pada kami.
"Kenapa yah? terlihat penting." Ucap April penasaran.
"Ayah ingin, kalian menikah setelah kamu beres UN, langsung." Ucap ayah tegas
"Tapi yah, april kan sudah bilang ingin kuliah dulu." Ucap April lesu
"Sayang, ayah harus secepatnya kembali ke germany, disana perusahaan ayah sedang masalah, ayah ga ingin kamu tinggal sendiri." Jelas ayah.
"Tapi kan aku bisa ikut ayah ke germany, setelah itu aku baru menikah." Ucap april penuh protes.
"Sayang, ayah ga ingin kamu ke germany dulu, rumah ayah disana kecil sayang, ayah mau menabung dulu membeli rumah lebih besar disana, kamu bisa datang dengan cucu ayah nanti." Bujuk ayah
"Mengerti ya nak, kami ingin kamu menuruti keinginan kami kali ini." Ucap bunda
"Mmm iya yah bun april mau, lantas pak fauzi gimana?." Tanya april sambil melirikku
"Saya siap menikahi kamu kapan saja." Ucapku tegas.
April pun tersenyum kepadaku, sungguh manis sekali senyumnya.
"Aku harus segera mengakui, kalo aku mencintainya." Batinku.
"April jangan disenyumin gitu fauzi nya tar diabetes." Ucap bunda menggodaku
"Ah pak fauzi, masa baru disenyumim aja udah diabetes." Ucap april yang ikut menggodaku.
Akupun hanya tersenyum melihat keluarga ini menggodaku.
Keesokan harinya..
"April, bangun kita berangkat sekolah." Ucapku
"April." Ucapku sambil mengelus kepalanya
Pov April
"Eh kok beda suaranya?." Batinku
"April." Teriaknya sedikit kencang
"Tuh ini mah laki laki." Batinku yang matanya masih tertutup.
Ketika aku mencoba membuka mataku betapa kagetnya
"Aaaaaa." Teriakku kencang
"Shuut april, ini saya fauzi." Ucapnya tenang
"Bapak kok bisa membangunkan saya?." Tanyaku kaget.
"Ayah bunda sedang ke surabaya, ke rumah auntymu, dia melahirkan." Jelasnya
"Terus bapak diizinkan masuk?." Tanyaku
"Oh." Kataku
"Ayo cepat mandi, kamu belum sarapan, nanti telat." Cerocosnya macam bunda.
"Terus? bapak masih disini? bapak mau lihat saya mandi?." Tanyaku heran
"Eh iya maaf saya keluar." Ucapnya
Fauzi keluar dengan wajah merah, bayangkan saja pagi pagi ia sudah digoda oleh calon istrinya.
"Pagi pak." Ucapku yang melihat fauzi di meja makan.
"Pagi." Ucapnya dingin
"Saya sarapan dulu ya pak, saya lapar." Ucapku
"Mm iya silahkan." Ucapnya
"Bapak sudah sarapan?." Tanyaku
"Saya gampang." Ucapnya
"Bapak sarapan dulu, nanti bapak sakit." Ucapku penuh perhatian.
Hatiku berdegup kencang, oh mimpi apa sehingga aku bisa perhatian seperti ini
"Nanti kamu kesiangan kalo saya sarapan." Ucapnya lembut
"Kalo bapa belum abis, nanti kita bekal, kita makan di mobil." Ucapku lagi
"Mmm yasudah saya sarapan." Ucapnya
"Bapak mau sarapan apa? biar saya ambilkan." Ucapku
"Apa saja saya suka kok." Ucapnya.
Akupun mengambilkannya nasi goreng, baru saja ia memakan sedikit, jam sudah menunjukan pukul 6.15. Sekolahku agak jauh, sehingga memerlukan waktu cukup lama.
"April,ayo berangkat." Ajaknya
"Tapi, bapak baru makan dikit, saya buatkan roti sebentar." Ucapku lalu mengambil roti
Akupun membuatkannya roti selai cokelat kacang, tidak lupa aku masukan ke dalam misting, dan sertakan orange juice.
"Ayo pak." Ajakku
"Mmm silahkan masuk." Ucapnya sambil membukakan pintu
"Terimakasih." Ucapku sambil masuk mobil
Kami pun berangkat ke sekolah
Bekalnya gimana tuh, buat author aja kali ya:)