Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Kebersamaan



Setelah perjalanan yang cukup membosankan, akhirnya April dan Fauzi sampai di tempat yang sejuk, dan asri.


"Mas kita dimana?." Tanya April penasaran. Fauzi yang mendengar pun tak menjawab, ia malah keluar mobil, membuka pintu mobil penumpang, dan menarik tangan April.


"Mas, aku gamau ikut kalo kamu ga jawab." Ucap April mengancam. Fauzi yang mendengarnya pun hanya tersenyum "Sayang, tolong nurut untuk hari ini ya." Ucap Fauzi. Karena April ngambek pada Fauzi, yang menyebabkan april tak ingin melanjutkan perjalanannya, Fauzi pun mengangkat April ala bridelstyle. "Mas turunin aku." Rengek April.


Mereka pun sampai di tepi danau, disana sudah ada meja makan, lengkap dengan makanannya.


"Mas?." Tanya April tak percaya.


"Izinkan aku untuk membahagiakanmu hari ini sayang, sebelum nanti kamu sibuk dengan belajarmu." Ucap Fauzi pada April. April yang mendengarnya hanya bisa tersenyum, dan memeluk kekasihnya.


"Ayo silahkan dimakan sayang." Ucap Fauzi.


"Siapa yang nyiapin mas?." Tanya April.


"Aku yang menyiapkannya sayang, sebelum ke rumah kamu, aku menyempatkan untuk masak dulu, selanjutnya asistenku yang mengurusnya." Jelas Fauzi dengan tersenyum. April mendengarkan itu semua berkaca kaca hendak mengeluarkan air mata, bukan karena apa apa, ia hanya bahagia melihat calon suaminya yang super baik, dan super sabar menghadapi tingkah anehnya.


"Kamu kenapa nangis sayang? kamu masih marah sama aku?." Tanya Fauzi dengan wajah cemas. April yang mendengar hanya tersenyum dan menjawab "Aku cuma terharu mas, mas begitu sabar, mas begitu baik denganku, aku merasa bersalah udah marah sama mas." Ucap April lalu tertunduk. Fauzi yang melihat calon istrinya menangis, merasa tak tega, lalu ia menggenggam tangan April yang dari tadi di meja.


"Sayang, tidak perlu merasa bersalah, aku justru bahagia kamu cemburu denganku, dengan begitu kamu menunjukkan kamu sangat cinta denganku. Berjanjilah untuk menjadi teman hidupku di suka dan duka." Ucap Fauzi menenangkan April. April pun tersenyum, lantas ia mengangguk pertanda setuju.


Mereka pun melanjutkan makan mereka disertai candaan kecil, setelah makan Fauzi membuka obrolan kembali.


"Sayang, sepertinya lusa aku harus ke Jerman." Ucap Fauzi.


"Aku ke Jerman kerja sayang, aku kesana sama ayah, papi dan asistenku." Ucap Fauzi.


"Kenapa baru izin? dan berapa lama?." Tanya April lagi.


"Kurang lebih seminggu sayang, sebenarnya aku ingin mengabari kamu kemarin, hanya aku mengingat masalah yang kita lalui, aku ga ingin nambah beban kamu." Ucap Fauzi berusaha menjelaskan.


"Kamu harusnya izin aja mas sama aku, kamu ga anggap aku?." Tanya April marah.


"Bukan begitu sayang, aku hanya ga ingin kamu kepikiran." Ucap Fauzi. April yang mendengar itu semua hanya terdiam dengan tatapan kosong, ia takut untuk ldr dengan Fauzi, ia takut Fauzi akan berbuat macam macam disana.


"Kamu kenapa sayang? kamu marah?." Tanya Fauzi takut April marah lagi.


"Mas jadi kamu nyiapin ini semua sebagai sogokan biar aku mengijinkan mu?." Tanya April curiga.


"Tidak sayang aku berani sumpah." Ucap fauzi.


"Mm yasudah, asal kamu janji untuk tidak macam macam." Ucap april memperingati Fauzi.


"Enggak sayang, satu macam aja ribetnya udah minta ampun." Goda Fauzi pada April. April yang mendengarnya kesal, ia ingin mencubit pinggang Fauzi, namun Fauzi berhasil lari, mereka pun kejar kejaran hingga akhirnya fauzi mengalah, tapi april lupa dengan niat awalnya, fauzi malah memeluknya dan berkata "I love you Ayyil kecilku." Ucap Fauzi.


"Love u more kakak uzi." Ucap April.