
POV Fauzi
"Sekarang pelajaran olahraga, apa aku yakin akan memberikan hukuman pada april?." Batin Fauzi
Tiba tiba ada yg mengetok ruangan fauzi
"Permisi pak, saya sudah siap menerima hukuman." Ucap April
"Mm kamu lari keliling lapangan 10 kali tanpa henti." Ucapku tegas
"Baik pak." Ucap April.
April pun mulai menjalankan hukumannya, ketika di keliling ke 7, ia pingsan. Sontak saja fauzi dan kawan kawan april panik
"Pak april pingsan." Teriak kawan kawan
Di saat itu ada Lutfi melewat, ia mendengar perkataan anak anak, sontak saja ia langsung melihat April
"Permisi pak ini tanggung jawab saya." Ucapku pada lutfi
"Tapi dia anak didik saya." Ucap lutfi
"Dia juga anak didik saya, dan ini jam pelajaran saya, lagian anda juga perlu mengajar bukan?." Tanyaku pada lutfi
"Baik, saya titip dia." Ucap lutfi sambil menjauh.
Aku mengangkat april ke ruang UKS, tak seorang pun yang aku izinkan untuk menyentuhnya. Aku pun menunggu ia sadar di UKS
"Kamu kenapa? Asal kamu tau saya sangat khawatir." Ucapku bicara sendiri
Tak ada jawaban dari April sampai sampai
"Bun april rindu sama bunda, april ingin kita kumpul bareng lagi." Ucap april mengingau
Akupun tak tega melihatnya,dan mencoba untuk menyadarkannya.
"April, bangun ini saya." Ucapku sambil menepuk pipinya.
"Pak fauzi, saya dimana? saya kenapa?." Tanya April dengan suara lemah.
Oh sungguh ku tak tega mendengarnya
"Pak." Ucap april memanggilku
"Oh iya kamu di UKS, kamu tadi pingsan, maafkan saya." Ucapku menyesali semuanya
"Tak apa apa kok pak, lagian ini juga salah saya, saya terlambat dan saya tidak sarapan." Ucap april tersenyum.
"Kamu belum sarapan?." Tanyaku pada april
"Hehe iya pak, tadinya saya mau sarapan di jalan tapi takut telat." Kata April
"Ya sudah kamu tunggu sini, saya belikan bubur, oiya kamu juga sudah dapat izin pulang, nanti kamu saya antar ya." Ucapku
"Tapi pak april ga laper." Ucapnya
"Sudah tunggu saja." Ucapku
Sungguh sebenarnya april menyukai pak fauzi, karena ia cool. Tapi ia juga menyukai naufal, bagaimana caranya?.
15 menit kemudian datang pak fauzi membawa bubur
"Ini silahkan makan." Ucapku sambil menyodorkan buburnya.
"kamu ini bandel ya, sini saya suapin." Ucapku
Aku pun menyuapkan bubur pada April, sungguh hatiku panas, wajahku memerah mungkin.
"Bapak sudah sarapan?." Tanya april padaku
"Kamu dulu saja saya gampang." Ucapku
"Bapak harus makan juga, kalo tidak apri tidak mau makan." Ucap april ngambek
"Kalo kamu mau gitu, ayo pulang sekarang, kita sarapan di luar."
Jeeeep muka april memerah langsung
"Saya ambilkan tas kamu." Ucap pak fauzi
POV April
Aku tak menyangka akan seperti ini, sungguh pak fauzi aku suka padamu.
Setelah pak fauzi mengambil tasku, ia pun mengangkatku, karena katanya aku masih lemah. Tapi, aku memaksakan jalan, dan alhasil aku pingsan lagi
"Apriil." Teriak pak fauzi
Ia pun segera mengangkatku dan membawaku ke rumah sakit.
Di Rumah Sakit
"Aduh pusing." Kataku lemah
"Tolong kamu jangan banyak bergerak."Ucap pak fauzi dingin
What?!! kenapa dia jadi dingin gini?
"Mana nomor orang tua kamu, akan saya telepon, karena saya banyak urusan." Ucap pak fauzi
"Tidak usah pak, mereka sedang di Bali, sedang ada kerjaan jika bapak sedang sibuk bapak bisa tinggalkan saya." Ucap ku lantang.
"Baiklah, saya akan tinggalkan kamu, bentar lagi lutfi akan datang." Ucap pak fauzi dingin
Flashback on
Pov Fauzi
"Lu apain april sampe dia pingsan lagi." Ucap lutfi.
"Gue kagak ngapa ngapain dia, dia pingsan sendiri." Kataku dengan suara tinggi
"Lu jauhin April, gue suka sama dia." Ucap lutfi
"Gila lu suka sama anak murid sendiri?" Ejeku pada lutfi
"Kalo lu masih deket deket gue ga akan segan segan buat ngancurin hidup lu." Ucap lutfi penuh amarah
"Kalo lu bener sayang, lu dateng ke rumah sakit, dan gue ngelakuin ini karena ini tanggung jawab gue selaku guru mapel, gak kaya lu ada maunya." Ucapku sambil memasuki mobil.
Flashback Off
memang lutfi dan fauzi tidak pernah akur, karena dulu lutfi merebut mantan fauzi. Ia tak terima. Dan mulai saat itu mereka saling berambisi menjatuhkan satu sama lain