
"Nak kamu mau tau kak uzi ga." Tanya mami padaku
"Mmm gimana ya mi." Tanyaku bingung
"Mami tau kamu belum siap kok, tapi mami pastikan nanti uzi yang tau kamu duluan." Yakin mami.
"Iya mi, harusnya kak uzi dulu yang tau aku duluan." Canda ku pada mami
"kamu sudah siap 6 bulan lagi sah menjadi calon mantu kami?." Tanya mami sambil mengusap wajahku.
"I..i..iya mi." Jawabku gugup.
"Sayang, mami tau kamu ga cinta sama anak mami, tapi mami harap kamu bisa berusaha mencintainya ya." Jelas mami lesu
"Iya mi, akan april coba." Jawabku.
"Oiya mami punya foto uzi kecil, takutnya kamu ingin pemanasan melihatnya." Ucap mami sambil mengeluarkan sebuah foto.
"Ish, kamu kira calon mantu saya monster apa sampe anak saya harus pemanasan dulu." Potong mami.
Kami pun tertawa.
"Bagaimana?." Tanya mami padaku
"Lucu ya mi." Ucapku pada mami, tapi mataku tetap terfokus pada foto itu.
"Iya dong anak mami." Ucap mami
"Anakku juga ga kalah ya." Ucap bunda
"Iyalah makannya aku mau dia jadi mantuku juga, cantik sih." Ucap mami
"Mmm yang dipuji sama camer mukanya ampe merah gitu." Goda bunda
"Apa si bun." Ucapku malu
"Apalagi digoda sama suaminya nanti." Ucap mami.
"Mi, bun, apakah april boleh kuliah terlebih dahulu baru menikah?." Tanyaku takut.
"Bukannya tak boleh sayang, Uzi tidak muda lagi, yang ada dianya keburu tua, kamu nanti kuliah setelah menikah ya." Bujuk mami
"Tapi mi." Ucapku pada mami
"Udah nak, kamu percayakan pada kita lagian uzi ga bakal larang larang kamu kok." Ucap bunda
"Mmm iya bun." Ucapku pada bunda
Lalu, datang lah bi jumi mengatakan bahwa makanan sudah siap
"Mi, ayo makan dulu." Ajakku pada mami
"Manja sekali." Batinku.
"Mami pamit ya, kamu jaga diri baik baik." Ucap mami sambil pamit dan mengecup keningku.
Daritadi papi ngobrol sama ayah, ia pun pamit pada kami, akupun menyalaminya.
Dirumah Fauzi
"Mii, mamiii." Teriak Fauzi
"Bi, mami mana?." Tanya Fauzi pada bi lilis
"Anu den, tuan sama nyonya lagi ke rumah si neng tunangan aden." Ucap bibi
"Oh yasudah bi." Ucap Fauzi pasrah
Suara mesin mobil pun terdengar
"Mami lama amat sih, Uzi lapar." Ucap Fauzi manja.
"Mami habis dari rumah calon mantu." Ucap mami senang.
"Mami sendiri? papi mana?." Tanya Fauzi
"Papi langsung ke kantor." Ucap mami
"Oh iya mi, mami masakin uzi katsu ya." ucap fauzi manja.
"Kamu jangan manja terus lah, tar kasihan istri kamu." Ucap Mami
"Beda lah pada istri mah." Ucap Fauzi.
"Kamu sebenernya sudah mengenal dia." Ucap mami sambil menyodorkan foto
"Hah? Ayyil mi? Mi mami gasalah kan?." Tanya Fauzi
"Tidak sayang, dia pantas menjadi istrimu, dia jauh beda dengan sekarang, dia bukan anak cengeng lagi." Ucap mami.
"Aku jadi penasaran dengan Ayyil." Ucap Fauzi.
"Tunggu 2 bulan lagi ya, pas kalian pilih cincun sama fitting baju tunangan." Ucap mami
"Iya mi, ayo mi aku lapar." Ucap Fauzi.
"Iya iya anak manja." Ucap mami
"Ayyil, apa kabar kamu? aku tidak yakin kamu akan menjadi istri yang baik." Batin Fauzi
So bisa nebak dong siapa yang tunangan?