
Akupun ke ruangan pak fauzi, karena sesuai janji kita, kita akan pulang bersama.
Tok tok tok
"Masuk." Sahut pak fauzi
"Silahkan duduk." Ucapnya lagi
"Mmm iya pak terimakasih." Ucapku
"Keliatannya dia sedang sibuk, dia juga mendiamkan ku, lebih baik aku kabur saja tau gini." Batinku
"Kamu sudah makan?." Tanya fauzi
"mm belum pak." Jawabku
"Kenapa??" Tanya fauzi
"Lagi diet pak." Jawabku ketus
"Hei, badanmu sudah terlalu kurus." Ucapnya
"Oh jadi saya kurus pak?." Tanyaku padanya
"Eh tidak gitu, kamu hanya kurang makan." Ucap Fauzi.
"Yaudah ayo makannya pulang, saya ingin makan masakan bunda." Ucapku
"Tapi kita ke rumah mami dulu, lalu ke appart saya." Ucap fauzi
"Ih ngapain ke appartement?." Ucapku kesal.
"Ada beberapa file yang harus saya ambil untuk perusahaan yang untuk kamu." Ucap fauzi
"Oh yasudah." Ucapku.
Kami pun berjalan menuju parkiran, sekolah sudah sangat sepi. Mang baban penjaga sekolah pun sedang bersih bersih kelas.
"Silahkan masuk." Ucap fauzi sambil membukakan pintu.
"Mm iya terimakasih." Ucapku
Mobilpun memasuki pekarangan rumah mami, oiya ini pertama kali aku kesini.
"Mamiii." Ucapku manja ketika mami membuka pintu
"Halo menantuku sayang." Ucap mami
"Mami sudah siapkan semuanya?." Tanya fauzi.
"Udah kok, April mau langsung pulang?." Tanya mami
"Iya mi, dia mau makan masakan bundanya." Kata fauzi
"Ah sayang sekali mami belum masak, kalo mami sudah masak pasti kalian makan disini." Ucap mami sedih
"Next time aku makan disini ya mi." Ucapku menghibur mami.
"Oke sayang, mami ambilkan dulu barangnya ya." ucap mami.
Kami pun hanya duduk di kursi teras sambil menunggu mami
"Sayang ini untuk bundamu." Ucap mami padaku
"Ini baju untuk hari H kalian nanti, kan tinggal 3 minggu lagi." Ucap mami
"Oiya, terimakasih ya mi." Ucapku
"Kami pamit ya mi, aku mau mengantarkannya pulang." Ucap fauzi
"Hati hati ya." Ucap mami
Kami pun menyalami mami.
Seperti biasa diperjalanan tak ada obrolan sama sekali, pak fauzi tak menyapaku, akupun tak menyapanya. Gara gara itu akupun jadi mengantuk.
"Kamu ngantuk?." Tanya pak fauzi
"Tidak pak." Jawab ku
Tak lama akupun tertidur
"Ceroboh sekali, gimana kalo kamu tidur di mobil lelaki lain?." Batin pak fauzi.
Tak lama mobil kami sampai di basement appart pak Fauzi.
"Hei bangun." Ucap fauzi
aku tetap tertidur
"Aprilia Farhana bangun." Ucap fauzi lebih keras.
Aku pun tetap belum bangun.
"Yasudahlah aku angkat saja." Ucap fauzi.
Pak fauzi pun mengangkatku ala bridal, ketika sampai dikamarnya akupun masih belum terbangun.
Pov Fauzi
"Haduh bagaimana aku membuka pintunya?."Batinku
Dengan susah payah, akhirnya aku berhasil membuka pintunya.
"Akan ku taroh dimana anak ini?." Batinku bingung.
"Dikasur sajalah." Ucapku
Aku terus menatapnya, sungguh cantik sekali dia, hidung mancung, bulumata lentik, bibirnya sungguh menggoda.
"Bapak ngapain liatin saya?." Tanya april yang terbangun.
"Tidak aku hanya memastikan tidak ada nyamuk." Ucapku panik
"Oh, saya dimana?." Tanyanya.
"Kamu di appartement saya, saya ambil berkas dulu." Ucapku padanya.
"Mmm iya jangan lama lama saya lapar." Ucapnya.
Aku pun mencari berkas yang harus disetorkan pada ayah. Dari kejauhan aku melihat dia, yang kemungkinan masih mengantuk.
mau crazy up nih, ayo dong bantu like sama sarannya ya di komen. THANK YOU☺