Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
masa SMP



Ketika semua orang bermain main, shoping tapi tidak dengan gadis ini. Sebut saja namanya April. Dia anak yang cantik, humoris, pandai dan mudah bergaul. Apalagi ia bisa membawa kehangatan di lingkungannya.


Karena kepintarannya itu, orang tuanya ingin selalu ia menjadi yang pertama di kelasnya. Mulai dari bimbel mahal, hingga bimbel biasa aja didaftarkan oleh kedua orangtuanya. Tapi yang sangat membuat lelah itu sebuah bimbel dikawasan mall ××. Bayangkan saja setiap hari april harus pulang pukul 8 karena bimbelnya, belum lagi jarak antara bimbel dan rumahnya itu lumayan jauh.


Ketika pertama masuk bimbel ini, ia menjadi anak yang bisa dibilang SKSD alias Sok Kenal Sok Dekat. Hampir tiap siswa bimbel yang belum ia kenali, ia sapa. Sampai akhirnya pembagian kelas, dan dia bertemu teman barunya, sehingga ia tidak perlu SKSD lagi hahaha:').


Ia merasa agak canggung dengan kawan barunya, jangankan menyapa tau namanya saja enggak. Sungguh beda April yang awal masuk dengan April yang sekarang. Eitss, tapi jangan khawatir, bukan April namanya jika kehilangan sifat SKSD nya. Akhirnya ia mengajak kenalan. Daaan ternyata nama dua siswi itu Alfia dan Nasyira. Setelah berkenalan ternyara mereka cocok, akhirnya mereka sharing tentang sekolah mereka.


Tanpa disangka bel masuk bimbel pun berbunyi, mereka gugup pelajaran apa yang akan mereka dapat untuk pertama kali? Apakah gurunya galak? Fyuh mereka semakin was was.


Tak lama datang lah seorang bapa bapa kira kira berumur 30 tahun, tinggi, pakai kacamata, terlihat tegas. Tiba tiba ia duduk di kursi guru yang disediakan, ketika hendak mengabsen pulpenya jatuh dan si bapak teriak "Aduh pulpen aku jatuh." dengan suara seperti kemayu kemayu. Hahahah sungguh April ingin tertawa saat itu juga tapi apa boleh buat ia bukan type anak yang tidak menghormati guru


POV April


"Eh ini mah bapak yang kemarin test IQ." Tanyaku


"Eheheh, gimana hasilnya bagus gak? bakatnya jadi apa?." Kata si guru math.


"Aku mah bahasa pak." kata Nasyira


"Aku juga pak sastra." kata Alfia


"Aku mah sosial pak, kerjanya jadi psikolog cocoknya, jadi kalo di kelas ini gila ke aku aja ya😂😂😂." Kataku


"Eeeh si onyon ya, tapi biarin kamu mah cocok jadi psikolog, mukanya pantes." Kata guru math


"Yaudah hayu kita belajar." Lanjutnya.


Lama kelamaan bimbel itu jadi penuh, ada 2 orang lelaki yang baru daftar namanya Daffa, dan Rafi.


"Wah yang namanya daffa boleh juga nih." batinku dalam hati.


Tapi karena sedang belajar biologi, aku pun berusaha fokus, toh aku dengan dia jauhan duduknya, jadi aku bisa fokus. Setelah jam pelajaran usai, tak ada percakapan yang bisa kami mulai, padahal orang lain sedang istirahat. Sisa di kelas cuman aku sama si daffa ini.


Bel pelajaran kedua pun masuk


GURU IPS POV


"Assalamualaikum anak anak." sapaku


"Eh eh ada anak baru tuh, yang satu mirip rizky febian, yang satu miriip ah siapa ya? ntahlah." batinku


"Hey anak baru, siapa nama kalian? udah kenalan belum sama temen temen?." Tanya ku pada kedua anak itu


"Udah bu, nama aku daffa, nama aku rafi." Kata kedua anak itu.


"Eh itu daffa mirip ih sama a iky." dasar narsis kagak inget umur si gue:')


"Eh makasih bu." kata daffa sambil memperlihatkan senyumannya


"Eh buset manis amat senyumya." batin ku


"Yaudah kita belajar ya, tapi daffa ibu pingin kamu duduk di depan ya sebelah April." kataku pada si a iky KW😅.


Pov April


"Hah? gimana?kok malah disuruh ke depan sih? bisa bisa mukaaa gue jadi tomat ini." Batinku


"Pril, kenapa? mukanya merah gitu, mmm kayanya ada yang suka sama daffa nih." Goda bu ips.


"Apa sih bu, enggak kok, emang lagi panas aja." kataku


dasarr bodoh padahal di ruangan ini ada dua AC masa ga kerasa sih:").


"Yasudah ayo kita belajar, tar waktunya terbuang, kalian mau UN bukan?" kata bu ips


Selama jam pelajaran aku terus memperhatikannya, mulai caranya menulis,dan yang tak disangka tulisannya bagus paraah cuyy, tulisan gue aja kalah.").


Masih tidak ada pembicaraan diantara kami, sampai bel pulang pun berbunyi, sebelum pulang aku memutuskan sholat maghrib terlebih dahulu, karena rumahku lumayan jauh, takut ga keburu hehe. Setelah selesai sholat aku kembali ke kelas, betapa terkejutnya ketika aku lihat daffa sama khansa sedang bertukar hp


"Khan ini ig aku yaa, kamu follow, salamin juga buat mamah." Kata daffa


"Iya daf, ini juga ig aku, jangan lupa follow ya titip salam juga buat bunda."


Bug bagaikan ada pisau yang menusuk hati April, bagaimana tidak? cinta pandangan pertamanya dekat sama orang lain?.


Ini masih awalan ya gaes, maafin juga belum pernah nulis, jadi tolong koreks:")