Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Adik kakak?



"April sayaang banguuun, kamu gabakal sekolaah?." Teriak bunda pada April, ia sudah membangunkan April berkali kali tapi tak direspon oleh April.


"Apa sih bun baru juga jam 6." Ucap April pada bunda.


"Lutfi lebih baik tinggalin aja Aprilnya, dia emang agak kebo." Ucap bunda pada Lutfi. Ya, lutfi memang ada di rumah April untuk menjemputnya, karena bunda mempercayai lutfi untuk mengantar jemputnya, sekaligus menjadi guru private April.


"Biar Lutfi aja yang bangunin bun." Ucap Lutfi pada bunda lalu melangkah ke atas, ke kamar April.


"April, jika dalam hitungan 3 kamu ga bangun, tugas kamu akan saya tambah 5 kali lipat." Teriak Lutfi dari depan pintu kamar April.


Satuuu... duaaaa... tii..


April yang mendengar itu langsung bangun


"Iyaa pak saya siap siap dulu 15 menit ajaaa tungguin." Teriak April dari dalam kamar.


Lutfi yang mendengar itu semua hanya tersenyum. Ia pun kembali ke meja makan bersama bunda.


"Bangun dia?." Tanya bunda pada lutfi.


"Bangun dong bun." Ucap Lutfi membanggkan diri.


"Hebat banget anak bunda yang satu ini." Ucap Bunda yang memuji Lutfi. Tak beberapa lama, April pun datang sudah lengkap dengan seragam.


"Pak Lutfii, tugas aku gajadi ditambah kaaan?." Ucap April memelas tak lupa sambil memajang wajah imut.


"Mm iya iya ga jadi." Ucap Lutfi sambil mengelus rambut April.


"Jangan panggil lutfi bapak dong kalo di rumah panggilnya kakak ajaa." Pinta bunda pada April.


"Kalo April sih gimana yang dipanggilnya aja mau apa engga?." Tanya April pada Lutfi.


"Iya doong kamu kan adik saya satu satunya." Ucap Lutfi pada April.


Setelah percakapan malam tadi, Lutfi menceritakan semuanya, ibu dan papanya bercerai, tidak ada yang memperdulikannya lagi, tapi ia jujur soal ibunya sedang sakit. Tapi, ibunya tak ingin melihatnya, karena lutfi mirip dengan papanya.


Sarapan pun mereka lalui dengan canda tawa, kebahagiaan terurai di wajah mereka.


"Bun kita berangkat dulu ya." Pamit lutfi pada Bunda.


"Iya sayang, dijagain ya adiknya." Ucap Bunda pada Lutfi.


"Siap bundaa." Ucap lutfi sambil bersikap hormat seperti upacara.


Di perjalanan..


"Kak, kakak bener siap ketemu mas fauzi nanti?." Tanya April pada Lutfi.


"Siap lah, dia kan calon adik ipar saya." Ucap Lutfi. Jika boleh jujur sambil mengatakan itu lutfi merasa hatinya teriris, tapi ia harus ikhlas, karena April adalah adiknya sekarang.


"Kak, mm kalo di sekolah kita jangan terlihat seperti adik kakak ya, aku gamau dituduh curang sama anak satu sekolah, dan disebut rebut kakak dari fangirl nya kakak." Ucap April menggoda sang kakak.


"Ih iyalah siapa lagi yang mau ngakuin kamu adik di depan publik." Ucap Lutfi yang menggoda April.


"Ihhh nyebelin dasar." Ucap April sambil memukul tangan kakaknya.


"Ampuun ampuun adik cantiik." Ucap Lutfi.


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai di sekolah.


"Kak, hari ini kan aku biologi, tar aku pulang gimana?." Tanya April pada Lutfi.


"Kakak tunggu di ruangan kakak ya." Ucap Lutfi.


"Oke kak, jiayou ngajarnya." Ucap April menyemangati kakaknya.


"Kamu juga,jiayou dek, belajar yang bener, jangan malu maluin kakaknya yang guru matematika, dan juga calon suaminya yang juga mantan guru." Ucap Lutfi menggoda april.


"Hem iya iya." Ucap April lesu