
Pov April
Di sekolah, jujur saja aku sangat malas, apalagi hari ini, entah kenapa aku malas sekali. Mmm kalo bukan ada test akselerasi, aku ga akan sekolah kali.
"Pagi anak anak." Sapa ibu TU.
"Pagi bu." Jawab kami serempak.
"Hari ini udah pada tau kan jadwalnya apa? pada ngapalin gak?." Tanya bu TU pada kami.
Kami pun tidak ada yang merespon, walaupun di kelas kami anak juara umum semua, tapi pada males hahahaha.
"Oh gak ada ya,yaudah kalo gitu ibu kasih tau aturannya. Untuk yang meraih nilai diatas 95, otomatis akan masuk kelas akselerasi, dan untuk yang ada di radius 90-95 akan ada seleksi lagi, kalian mengerti?." Tanya bu TU
"Ngerti bu." Ucap kami serempak.
"Oke duduknya jaga jarak ya, soalnya ada 15 soalan mudah, 20 soal sedang, dan 5 soal sulit, semangat." Ucap bu TU.
Kami pun mengerjakan itu semua, tidak ada yang bekerja sama. Karena,di ruangan kami disertai CCTV, dan bu TU mengawasnya sangat ketat.
"Oke waktu habis anak anak." Ucap bu TU
Ada yang teriak belum beres, pusing, ngasal, tapi aku bisa kok ngerjain semua, dan itu tidak terlalu susah.
"Untuk hasilnya, hari ini jam 11, jadi kalian bisa menunggu, dan hari ini kalian free." Ucap bu TU.
setelah bu TU keluar, naufal dan ziyah pun mengahampiriku.
"Mmm cie yang abis dilamar." Ucap ziyah.
"Apa sih lo zi." Ucapku.
"Selamat ye gue kemarin belum ngucapin." Ucap naufal.
"Eh sans aja." Ucapku.
"Lu mau tau ga? alasan kemarin naufal diem mulu?." Tanya ziyah.
"Pasti dia masih belum terima." Batinku.
"Mmm emang kenapa sih?." Tanyaku pada ziyah.
"Jadi, kemarin tuh." Ucap ziyah
"Apa sih lo zi ah, diem dong jangan bongkar rahasia." Ucap naufal.
"Apeni rahasia rahasiaan." Ucapku
"Dia tuh sakit perut, pengen buang air, tapi malu." Ucap ziyah tertawa.
mendengar itu, muka naufal memerah
"Ahahhaha lu pal dasar, kagak usah malu kali, kagak inget waktu itu lu nangis nangis depan gue." Ucapku.
"Apa sih lu pril ah." Ucap naufal.
"Udah yok ke lapang, siapa tau ada pengumuman buat aksel." Ucap ziyah
"Selamat pagi anak anak." Sapa pak kepsek.
"Pagi bu." Jawab semua siswa.
"Maafkan saya harus mengumpulkan kalian jam setengan 10 ini, saya pun minta maaf cuaca sedang panas tapi ini untuk pengumuman kelas aksel untuk kalian kelas 11." Ucap pak kepsek
Kami pun diam, hanya memperhatikan pak kepsek, muka ku sudah merah karena kepanasan terlebih lagi kulitku sensitif.
"Oke, saya akan mengumumkan peraih 3 nilai tertinggi yang otomatis pasti akan masuk kelas aksel." Ucap pak kepsek.
Seketika lapangan ribut, diwarnai suara siswa yang penasaran.
"Oke, ranking ketiga diraih oleh Tarayana Adinda Zalika, dari kelas XI Mipa 3." Ucap kepsek semangat.
Para siswa pun memberi tepuk tangan pada taraya yang sedang menuju ke depan.
"Yang kedua adalah, Naufal Aditya dari kelas XI Mipa 1." Ucap pak kepsek bangga.
Lagi lagi kemajuan seorang siswa ke depan diwarnai tepuk tangan siswa lain.
"Dan, ini yang pertama, seorang siswi, cantik, tinggi, ambisius, dan si juara umum kita yaitu Aprilia Farhana Kareem." Ucap kepsek lebih bangga.
Dan riuh siswa lain memberiku tepuk tangan, tak lupa teriakan dari siswa laki laki
"Woy bidadari gue." Teriak seorang siswa.
Kami bertiga pun diberikan ucapan selamat, dan secara tidak langsung kami dipastikan lulus 3 bulan lagi.
"Untuk selanjutnya yang poinnya tipis Ziyah dan Karen besok siap siap seleksi lagi." Ucap bu TU.
Aku dan naufal pun menghampiri ziyah
"Jiayou besok babe." Ucapku pada ziyah
"Thank you." Ucap ziyah
"Kita bertiga pasti bareng kok." Ucap naufal.
"Thank you bro." Ucap Ziyah.
"Untuk mengabadikan moment ini gimana kalo kita bikin snapgram?." Tanyaku.
"Ayok, kapan lagi masuk sg selebgram." Ucap ziya tertawa.
Baru saja mau mengangkat camera, tiba tiba
Handsome teacher is calling...
"Duh ada suaminya nih, angkat dulu gih tar marah." Ucap ziyah.
"Gapapa tar gue telepon balik aja." Sambil menggeser tombol merah.
Kami pun membuat snapgram yang banyak sekali sampe titik titik istilahnya, dan mas Fauzi? gatau nasibnya gimana