Young teacher vs Clever student

Young teacher vs Clever student
Sweet moment 2



Setelah acara lamar melamar, hari ini April sekolah seperti biasa, hanya sampai jam 10. Pulang sekolah, ia harus ke kantor bersama fauzi karena ayah dan papi minta agar mereka terbiasa untuk mengurus perusahaan.


POV FAUZI


"Assalamualaikum ayah bunda." Ucapku sambil menyalami keduanya. Ya memang hari ini aku menjemput April untuk ke sekolah.


"Wih calon mantu ayah nih." Ucap ayah


"Tunggu ya, April nya lagi siap siap." Ucap bunda.


"Oiya bun, tenang saja." Ucapku


"Kamu sarapan dulu aja." Ucap bunda


"Saya nunggu April bun." Tolakku sopan


Bunda pun kembali ke dapur. Aku dan ayah pun mengobrol


"2 bulan lagi April naik kelas, secara tidak langsung kalian akan menikah 10 bulan lagi, bagaimana? apa yang sudah kau kenal dari April?." Tanya ayah serius


" Untuk itu saya siap yah, dan soal kenal mengenal, April itu anak yang baik, dia gapernah mengeluh, selain itu dia sangat keras kepala yah." Ucapku malu


"Hahaha, memang dia anak keras kepala." Ucap ayah sambil tertawa.


"Sama sepertimu mas." Ucap bunda pada ayah.


Kami pun tertawa tepatnya menertawakan ayah karena terskakmat oleh bunda.


"Bicarain apa sih?." Tanya april yang baru dateng.


"Bicarain kalo kamu cantik." Ucapku yang tidak malu dilihat ayah bunda.


"Hey pak, ada ayah sama bunda." Ucap April malu.


"Gapapa lah, kami juga ngerti." Ucap bunda menggoda April.


"Pak, saya jadi diusilin bunda." Ucap April merajuk kepada ku.


"Kok manggilnya masih bapak sih?." Tanya bunda.


"Terus? Harus apa bun? Kakek?." Ucap april sambil tertawa.


"Ish kamu ni, kalian sudah tunangan, 10 bulan lagi menikah, masa mau bapak, dia tuh pacar kamu ya bukan papah kamu." Ucap bunda.


"Pak, bapak mau saya panggil apa?." Tanya April padaku.


"Apa saja, asal kamu nyaman." Ucapku


"Kamu panggil Fauzi dengan mas, dan jangan pake saya saya an." Omel bun


"Hem iya bun, aku mau berangkat dulu ya." Ucap april badmood


"Ini sarapan kamu belum abis." Ucap bunda


"Gampang bun, kasih saja ayah kasihan masih lapar." Ucap April yang sudah menjauh


"Bun, yah, saya pamit dulu mengantar April." Ucapku sambil menyalami buru buru.


"Kita berangkat sekarang?." Tanyaku sambil membuka pintu mobil.


"Ayo cepet." Ucap April


"Oke nona." Ucapku berusaha menghibur April.


Di perjalanan dia terus cemberut, Aku ngomong ga dijawab


"Kamu kesel sama saya?." Tanyaku


"Tidak." Ucapnya dingin


"Kalo kamu memang ga suka, gapapa kok, lagian saya nyaman dengan panggilan kamu." Ucapku menghibur April.


April pun hanya terdiam, terlihat dari raut wajahnya dia sedang memikirkan sesuatu.


"Pak, apa bapak yakin tidak ingin seperti pasangan lain?." Tanyanya padaku.


"Siapa yang tak ingin? aku tau ini semua perlu waktu, kalo kamu belum nyaman, tidak usah dipaksakan." Ucapku sambil tersenyum.


"Yaudah kalo kamu mau aku panggil kamu mas fauzi." Ucapnya sambil memeluk lenganku.


"Terimakasih sayang, aku sangat sayang padamu." Ucapku sambil mencium puncak kepala April.


Setelah tiba di sekolah, April masih memeluk tanganku.


"Udah sampai sayang, ayo turun nanti kamu kesiangan." Ucapku


"Gamau mas, april males sekolah, bosen." Ucapnya


Aku pun menaikan wajah April agar bertatapan dengan ku.


"Ayo dong sayang sekolah, kan kamu mau kuliah di Universitas terbaik, kamu juga harus bisa ujian akselerasi, biar dapet kelas itu, lulus 3 bulan lagi, lalu menikah." Ucapku


"Tapi kamu ga malu mas pacaran sama anak SMA labil kayak aku?." Tanyanya.


"Engga kok sayang, aku ga malu lagian kan aku juga pacaran sama anak SMA cantik." Ucapku menggodanya.


"Iih mas usil dasar." Ucapnya


"Udah sana turun nanti mas jemput, semangat sekolahnya, dan ini hadiah dari aku CUP." Ucapku sambil mencium bibirnya


"Mas itu first kiss aku, kamu ambil gitu aja." Ucapnya kesal


"Lagian itu akan menjadi miliku nanti." Ucapku.


"Udah sana turun." Ucapku lagi


"Yaudah tar jemput gapake telat." Ucap April


"Iya sayang babay." Ucapku


"Bai mas." Ucap April


Maaf nih baru UP lagi, pada sehat kan? stay safe ya gais, saranghae❤