
Halo Readers jangan lupa seperti biasa absen dulu dengan cara kasih like,komen and votenya ya, dan maaf kalo di Novel You're Mine Cool Girl terlalu banyak typo bertebaran, dan terima kasih untuk 100k viewersnya readers Gomawo😊
Happy Reading All 📖
...
Sejak hari itu Dira mulai kembali sedikit membuka diri, karena ia selalu mengingat perkataan Ayahnya tentang pertanyaan yang diajukan olehnya pada saat dikamar Dira hari itu yang bertanya tentang "Apakah kamu mau menikah?" Ya...pertanyaan itu sampai sekarang masih berputar-putar didalam otaknya, Dira bingung jika dia ingin menikah kepada siapa??? di satu sisi ia berpikir apakah di jaman seperti ini masih ada yang ingin menerima seorang wanita hamil diluar nikah, sudah gitu bisa-bisa Dira dicap wanita Bekas
"Cptt"
Dira pun berdecak kesal sambil berjalan mondar mandir didalam kamarnya, jujur saja ia pusing dengan pertanyaan yang diajukan oleh Papahnya Ghani, di satu sisi lagi ia berpikir tentang kesehatan janin dikandungannya dan dia juga sebagai Ibu kandung sang bayi harus bersikap tidak boleh egois
Tiba-tiba munculah ide yang keluar dibenak otak kepalanya itu
"Apakah aku harus melakukan sholat Istikharah sekali lagi malam ini?, biar Allah cepat memberi jawaban...dan perkara semua ini selesai"
Dira pun langsung merasa lega karena dia punya ide cemerlang yang timbul didalam otak kepalanya, dan tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang dari luar kamarnya
Dengan cepat orang itu langsung menyahut memanggil nama Dira
"Hello, Dira ini Papah... bolehkah Papah masuk?"
Syukurlah itu Papahnya yang menyahut, jika bukan yang mengetuk selain Papahnya & Bundanya Dira sangat malas bertemu orang baru, sampai-sampai ia sedikit lupa dengan satu sahabat kesayangannya itu Rara
Tanpa banyak basa-basi Dira langsung melangkahkan kakinya kearah pintu kamarnya yang sedari tadi ia kunci agar tak sembarang orang bisa masuk
Ceklekk...
Ghani pun langsung masuk, dan tak lupa ia memberi senyuman hangat kepada putri tunggalnya itu sambil melangkahkan kakinya ke arah ranjang Dira, yang dimana setelah Dira membukakan pintu untuk Papahnya ia langsung kembali senderan diatas ranjangnya
Ghani: Gimana? Apakah kamu sudah ada jawaban dari pertanyaan Papah?
(Tanya Ghani sambil mengelus pucuk rambut Dira pelan)
Dira: Belum... sepertinya aku akan melakukan sholat Istikharah sekali lagi malam ini Pah, huuft aku berharap Allah memberi jawaban terbaik dengan waktu secepatnya
(Jawab Dira dengan wajah lesu)
Ghani: Amin...Ara papah ingin bicara tentang masalah kuliah kamu
(Tiba-tiba wajah Ghani berubah menjadi lebih serius)
Dira: Jadi...gimana Pah?
(Tanyanya sedikit kebingungan)
Ghani: lebih baik kamu kuliah di Jakarta saja Nak..bagaimana?
Dira: huft...ya sudah kalo itu yang terbaik buat Dira, Dira mau kok Pah...asalkan selama Dira hamil Dira sekolah Daring online saja ya Pah, nah nanti baru kalau Dira selesai persalinan Dira minta 1 bulan buat ngurus si dedek bayi habis itu Dira kuliah offline kaya biasa, gimana?
(Jelas Dira yang membuat Ghani tersenyum bahagia, karena ia senang Putrinya mulai kembali ceria)
Ghani: Ide bagus...nanti Papah bakalan cari kampus terbaik di Jakarta
Dira: tapi satu kampus ya Pah sama Rara
(Ucap Dira yang membuat papahnya menggangukan kepala sambil bertanya)
Ghani: tumben kamu gak nelpon dia, apa udah lupa?
Dira: nanti Pah, Dira takut dia sibuk soalnya Rara lagi berusaha mencari saudara kembarnya
Ghani: Oh walah ternyata Rara punya saudara kembar, semoga saja mereka secepatnya dipertemukan, dan kamu Dira...coba nanti malam kamu hubungi dia tanya kabar atau apa pun
Dira: iya Pah bener...nanti malam Dira telpon
Ghani: yaudah kita keluar yuk...Bunda lagi bikinin masakan buat makan siang
...
Disisi lain Rara sedang tiduran di kamarnya yang suasananya saat itu sunyi, hanya terdengar suara jarum jam yang berpindah tempat, Rara bingung dengan semua hal yang terjadi hari ini...yang jelas sekarang dibenar-benar merasakan sakit hati yang amat dalam, dan didalam benak pikirannya ia berkata
"Bisa-bisanya mereka hidup bahagia tanpa memikirkan perasaan dan perjuangan hidupku selama ini, dan lebih jahatnya mengapa mereka tidak menemuiku disaat mereka sudah mengetahui semuanya?"
Tiba-tiba hpnya berbunyi notifkasi chat room Wa dari Kak Elvan Ganendra yang isi chat berisi tentang
~ Elvan Ganendra
"Assalamualaikum, Ra...siang ini kita tidak jadi rapat dengan perusahaan Bil'L Company? Sebaiknya kita jalani saja dahulu kan lumayan jika kita berhasil menjalin kerjasama dengan perusahaannya, Perusahaan Abraham Company berkembang pesat"
Rara yang membacanya pun langsung mengetik jawaban dari pertanyaan Elvan
~ Raline Odelia
"Kak, jujur tadi aku habis ada problem dan-"
Belum sempat Rara mengetik pesan, Elvan langsung mengirimi pesan lagi
~ Elvan Ganendra
"Saya sudah tau Ra tentang masalah yang kamu hadapi pagi tadi, tapi yang jelas kamu sebagai CEO harus profesional didalam dunia kerja"
Pesan Elvan pun seketika membuat Rara tersadar, dan
"Benar kata Kak Elvan aku harus profesional, dalam dunia kerja, dan lumayan kalo kerjasamanya berhasil para gaji karyawan bisaku naiki"
(Ucap Rara dalam hati, ia pun langsung membalas chat Elvan)
~ Raline Odelia
"Okeh, kakak jemput aku ya, sekalian ajak Kak Emily biar dia buat laporan tentang kegiatan rapat hari ini"
~ Elvan Ganendra
"Jangan lupa sholat dulu, nanti Kakak langsung kerumah kamu bareng Emily"
~ Raline Odelia
"Siap kak"
...
Siang itu sehabis sholat Dzuhur Rara, Elvan juga Emily langsung datang ketempat khusus rapat di perusahaan Bil'L Company, jujur saat itu Rara merasa masih kesal dengan kejadian tadi, dan sekarang ia malah akan bertemu lagi dengan Alexander CEO Perusahaan Bil'L Company, lebih tepatnya Ayah tiri Renata si saudara kembarnya Rara
Tapi apa boleh buat, Rara harus tetap profesional karena sekarang dia adalah seorang pemimpin perusahaan, jadi dia harus belajar cara menjadi seorang pekerja profesional, dengan langkah percaya diri Rara memasuki ruangan rapat Perusahaan Bil'L Company
Saat mereka bertiga masuk, didalam ruangan itu sudah ada seseorang yang menatap kedatangannya, siapa lagi jika bukan Alex, dan seorang pemuda tampan disampingnya, tapi saat Rara menatap balik mereka
Dirinya merasa familier dengan seorang pria muda yang duduk di samping pak Alex, dan pria tersebut juga menatap Rara balik
Dalam hati Rara
"Bukankah dia ketua BEM dikampusku?"
(Ucapnya dalam hati)
Dengan sopan Rara memberi hormat kepada Alex karena mau bagaimana pun dia orang tua, mungkin kalo Papah dan Ibunya masih hidup usianya setara dengan Alex
"Selamat siang tuan Alex, dan tuan?-"
(Sapanya yang berhenti sampai Pemuda disampingnya Alex)
"Siang, Nyonya Raline perkenalkan nama saya Arion Asisten CEO tuan Alex"
(Sapa Arion yang sedikit tersenyum melihat Rara)
(Ucap Alex yang memuji diri Rara, tapi Rara yang mendengarnya sedikit kesal jadi dia memutuskan untuk langsung duduk dihadapan Alex dan Arion)
Dengan sopan Elvan pun langsung membuka pembicaraan rapat hari itu, dan diteruskan oleh Rara yang menjelaskan tentang konsep dll agar Alex minat menjalin kerjasama dengan perusahaan Rara
...
Pada pukul 15.00 Rapat pun selesai, dan
"Jadi kita deal ya, untuk model iklan makanan Nyonya Raline bagaimana jika Model terkenal saja namanya Renata Sophia Larusso?"
Dengan satu hentakan nafas, Rara menggangukan kepala dan mereka pun saling berjabat tangan karena mereka sudah deal untuk melakukan kerjasama antar perusahaan
Akhirnya rapat hari ini selesai juga meskipun sedari tadi Rara merasa tidak nyaman, karena si Asisten CEO sedari tadi sering menatap dirinya
Rara berpikir "Apakah pakaianku aneh, atau ada sesuatu diwajahku?"
(Meraba wajahnya sampai-sampai mengaca di kamera hpnya itu, tapi semua terlihat normal-normal saja)
Padahal ia biasanya hanya memakai style seperti ini pada saat rapat dengan perusahaan lainnya
Dengan cepat Rara langsung menghilangkan pemikiran itu pas mereka bertiga sampai dibasement tempat mobil Kantor diparkirkan
...
Sementara Alex, dia masih terdiam didalam ruangannya, sepertinya dia sedang menyusun rencana penjelasan dan permintaan maaf untuk Rara, agar semua masalah ini selesai dengan baik
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangannya dari arah luar, seperti biasa jika ada seseorang yang ingin masuk keruangan CEO harus menyebutkan namanya terlebih dahulu
Tok...tok...tok
"Permisi tuan Alex, ini saya Arven"
"Silahkan"
Ceklek
Ternyata orang itu adalah Arven sang Asisten CEO yang segera melangkahkan kakinya masuk menuju meja kebesaran Alex sambil membawa beberapa dokumen ditangannya
Sedari tadi Alex masih memikirkan rencananya itu, sampai-sampai dia mengacangi Arven yang menjelaskan isi dokumen tersebut dengan satu persatu
"Jadi seperti itu Tuan...maaf tuan...tuan"
(Panggil Arven karena pertanyaan tidak direspond)
"Oh iya, Huftt maaf Arven sa-saya sedang banyak pikiran jadi tidak fokus ke topik pembicaraan kamu"
(Ucap Alex yang mengusap wajahnya)
"Tak apa tuan, saya akan jelaskan kembali, tapi sebelumnya saya izin bertanya, apakah tuan sedang ada masalah lain? Jika ada mungkin tuan bisa mengajak saya diskusi, dan sepertinya saya bisa memberi pendapat dan jalan keluarnya"
(Jelas Arven)
"Huuftt...ada Ven, kamu benar saat ini mungkin saya butuh pendapat kamu agar ada cahaya jalan keluarnya masalah saya"
(Alex pun bangkit dari duduknya dan beralih duduk ke sofa panjang, diikuti Arven yang berjalan dibelakangnya)
"Maaf, saya rasa sepertinya tuan ada sedikit masalah ya dengan Nyonya Muda Raline? Soalnya sedari tadi raut wajah tuan agak berbeda"
(Arven pun langsung to the point, jujur ia orangnya tak suka bertele-tele jadi Langsung to the Point)
"Thats right...kamu memang lelaki yang peka Arven, saya ada masalah dengan Nyonya Muda Raline"
(Jawabnya terang-terangan)
"Mohon maaf saya ingin memberi tahu anda tuan bahwa Nyonya Muda Raline adalah adik tingkat dikampus saya, dan mungkin tuan bisa memberi tahu masalah tuan ke saya"
(Menaruh dokumen dimeja depan sofa)
"Jadi..."
Skip
Alex akhirnya memberitahu semua masalahnya dengan Raline yang terjadi tadi pagi kepada Arven, Arven pun sedikit kesal mendengar cerita tuan Alex karena jujur jika dia menjadi Raline pasti dia akan bersikap sama seperti Raline, tapi apa boleh buat jadi dia hanya mendengarkan ceritanya dengan baik
"Saya tahu saya salah...hanya saja saat ini saya butuh pendapat seseorang untuk merancang sebuah rencana penjelasan dan permintaan maaf saya untuknya"
"Saya rasa... mungkin anda bisa mengajaknya ketemuan lagi tuan"
(Menatap wajah Alex dengan serius)
"How to?"
(Tanya Alex yang mengerutkan dahinya)
"Jadi...besok kan saya ada kelas sekitar pukul 09.00, dan nanti saya mungkin akan tanya ke teman-teman Nyonya Raline tentang jadwal matkulnya, nah setelah saya tahu mungkin saya akan mengajaknya pulang bareng atau makan bareng berdua, and then nanti saya akan ngereservevasi restoran untuk pertemuan tuan dengan Nyonya Raline tanpa sepengetahuannya, bagaimana tuan ?"
"Tak apa lah Ven, nanti yang ada Raline malah membenci kamu karena sudah membohongi dirinya, mungkin next time saya pelan-pelan mengatur jadwal pertemuan saya kepada dirinya diluar jam kerja"
"Ya sudah mungkin itu lebih baik tuan, saya percaya pasti anda akan menyelesaikan masalah ini dengan baik"
"Ya sudah...kamu jelaskan isi dokumen ini lagi ya Arven?"
(Menatap Arven dengan wajah sedikit lebih better daripada sebelumnya)
Arven pun mengganguk, karena dengan semangat 45 dia akan menjelaskan semua dokumen-dokumen ditangannya kepada Bossnya
...
Setelah selesai rapat dengan CEO Bil'L Company, Rara memutuskan untuk berkunjung kerumah sahabatnya yaitu Dira, tapi sebelum itu dia pulang dulu kerumah untuk berganti pakaian formalnya ke pakaian santai
Setelah itu tiba-tiba waktu Adzan Ashar berkumandang di speaker masjid dengan keras, karena Rara seorang wanita beragam muslim jadi dia memutuskan untuk menunaikan Sholat Asharnya terlebih dahulu
Tepat pukul 16.00 Rara pun sudah selesai menunaikan sholat Asharnya dan ia mendengar suara deringan hpnya yang berbunyi diatas nakas meja belajarnya, kebetulan banget orang yang menelpon dirinya adalah Dira
Rara pun segera mengangkat telpon dari Dira
"Assalamualaikum, Halo Dir..."
(Salam Rara sedikit agak gerogi karena jujur hubungan dia dengan Dira sekarang sedikit merenggang gegara insiden Dira waktu itu)
"Wa-waalaikumsalam, Ra...nanti mau main ke rumah gak?"
(Tanyanya dengan nada gerogi juga)
"Iya...In Syaa Allah kebetulan aku mau siap-siap main kerumah kamu sekarang"
"O-oke... hati-hati dijalan Assalamualaikum"
(Memutuskan telpon)
"Waalaikumsalam..."
Rara pun segera mengambil jaket, masker serta sarung tangan, memakai kaos kaki juga sepatu, tak lupa juga dia menguncir rambut yang panjangnya dibawah bahu, semua itu ia siapkan buat keamanan berkendara bermotor dijalan
Apalagi sekarang cuaca sore ini sudah mulai mendung pasti nanti malam atau sedikit lagi hujan akan turun membasahi permukaan aspal jalanan dan atap para gedung/perumahan
...
To Be Continue