
Besoknya
Besoknya Rara dihubungi Dira untuk main ke rumah Tante Hana & Om Adam, katanya itu perintah dari Tante Hana buat mengundang diri Rara main ke rumahnya, kebetulan sekali Rara ingin memberitahu kabar baik dirinya ke keluarga Dira yang sudah dianggap keluarga kandung, biar nanti jika dirinya sudah menjabat sebagai seorang CEO Perusahaan dan membuat acara tidak perlu menjelaskan dan tidak ada kesalahpahaman antara pihak karena nanti dijuluki "si Rara Sukses tak memberitahu Dasar anak sombong" mendingan menceritakan semuanya dan nanti jika acara penyambutannya tiba Rara bisa mengundang seluruh pihak keluarga Dira
Tepat pada pukul 10 Rara sudah siap-siap hari ini ia mengenakan pakaian yang bagus karena ia akan bertemu Keluarga besar Dira yang dijuluki "Keluarga Kaya"
Maksud hati Rara biar nanti dia datang tidak merasa malu karena memakai pakaian simple dan kurang formal
Juga tidak menjelekkan nama baik Keluarga Dira, karena keluarga mereka sangat terkenal, alasannya karena Keluarga Dira memiliki Perusahaan Terbesar terutama pusatnya Di Negara Indonesia ini dan di cabang lainnya ada di Negara, Cina, Jepang, & Korea, Arab, Perancis, Australia. Ada 7 Cabang Perusahaannya loh, keren bukan???
Keren dong, Kalau Perusahaan Yang nanti Rara pimpin baru memiliki 2 cabang yaitu Cabang Di Negara Indonesia & Negara Korea, mungkin nanti Rara akan membuka cabang lagi setelah ia sukses mengelola Perusahaan Almarhum ayahnya dengan baik & benar
Oh ya berikut Fashion Style yang saat ini Rara kenakan, dan ingat moodnya kali ini sedang bagus jadi dia lagi minat mengenakan baju yang agak feminim
Bagus gak guys??? bagus loh aku pengen beli malah, cuma lagi keadaan PPKM harus irit ya kan, oke back to the story
Tak lupa setelah Rara sudah siap ia memakai parfum yang harganya sedang-sedang aja ajalah,juga ia memoles wajahnya dengan bedak bayi, memakai mascara, dan merapikan alis serta memberi bibirnya lipstick berwarna natural banget
Dan langsung deh dia keluar rumah dan menguncinya, oh ya Rara ke rumah Dira naik Grab-Car jadi dia udah pesen sedari tadi dan bapaknya sabar banget nungguin Rara di luar komplek perumahannya
"Halo siang Pak" (Sapa Rara sambil menutup pintu mobilnya)
"Siang Mbak, kita ke lokasi sesuai aplikasi ya mbak" (menarik rem tangan,dan mengunci mobil)
"Iya benar pak" (Rara)
Mobil pun jalan ke lokasi Rumah/Mansion Om Adam
...
Di Suasana rumah mewah semua orang sedang berkumpul diruangan tengah, mereka disana sedang menunggu kedatangan seseorang, mereka adalah keluarga Besar Adam, ada Dira, Nisa Bundanya Dira, Ghani Papahnya Dira, Udah pasti ada om Adam,tante Hana, dan yang paling unik disitu ada Daniel dan keluarga kakaknya yaitu Bryan,Ghina juga anaknya yang menggemaskan yaitu Kevin, ditambah ada Nenek dari pihak keluarga Adam alias Neneknya Daniel & Dira, kalau dari pihak Hana & Ghani orang tua mereka alias kakek & Neneknya sudah meninggal semua
Jadi Anggota Keluarga tertua hanya ada di pihak keluarga Adam yaitu ibunya yang masih setia menemani, melihat semua generasinya memiliki keluarga baru
Nenek: Niel...kamu belum punya pacar nak??? (tanya Omah yang menyuput tehnya)
Daniel: Belum Omah...sepertinya Daniel gak tertarik dengan hal seperti itu
Bryan: Halahh Omah...Daniel tuh suka sama- (ucapnya terpotong karena melihat tatapan tajam membunuh dari Daniel)
Omah: suka sama siapa??? Niel kamu harus memikirkan masa depan kamu juga jangan hanya sibuk bekerja nanti kamu jadi perjaka tua loh (menyengir jahil)
Semua orang tertawa ngakak diruang tamu itu kecuali Daniel yang memasang wajah datar saja
"gini nih kalo ngumpul bareng sama keluarga semprul, males banget dah lain kali gak mau ikut nimbrung lagi" (ucapnya dalam hati sambil menghela nafas dan menatap ke sudut lain)
Tiba-tiba Bel pintu rumah Mewah itu berbunyi, dan Tante Hana langsung memanggil bibi Surti untuk membukakan pintunya, tapi ditahan oleh Dira
Hana: Bik...Bik Surti tolong bukakan pintunya itu siapa??? (teriaknya masih dengan suara sedang)
B.Surti: Iya Nyonya Sebentar (berjalan kearah pintu)
Dira: SEBENTAR BIK biar Dira aja yang buka soalnya kayanya itu teman aku udah datang (menghentikan Bik Surti dan langsung membukakan pintu)
Ceklekkk (suara knop pintu terbuka)
"Assalamualaikum Dira"
Yap benar itu Rara yang sudah datang berdiri dengan senyuman khasnya yang indah, Dira yang melihat sahabatnya sudah datang langsung memeluk diri Rara dengan erat
Dira: Rara hemm😢 (memeluk Rara dengan wajah ekspresi agak sedih)
Rara: ih jawab dulu atuh salamku Dir (membalas pelukan)
Dira: Waalaikumsalam...yaudah kita masuk yuk... (melepas pelukan dan langsung menarik tangan Rara dan berjalan ke ruang tamu tempat dimana semua anggota keluarga itu berkumpul)
Sesampainy di ruang tengah Dira dan Rara berdiri, semua orang disitu langsung menatap mereka berdua dan Dira langsung memecahkan keheningan diruangan itu
Dira: Kok senyap??? ini Rara udah datang loh
Rara: Assalamualaikum Semua (menundukkan kepala)
"WAALAIKUMSALAM WARAHAMTULLAH" (Akhirnya semua orang diruangan tengah itu termasuk Daniel menjawab Salamnya Rara dengan ekspresi wajah tidak bisa dijelaskan datar tapi kaya sesuatu yang excited gitu)
Hana: Rara sudah datang sini Nak duduk (menunjuk sofa kosong yang ada disebelah Daniel)
Rara: iya Tante (ucap Rara sambil berjalan menyalami mereka semua satu per satu dengan sopan kecuali Daniel & Bryan Rara hanya berjabat tangan karena bukan sahnya)
Adam: Silahkan Nak Rara duduk...
Rara: Iya Om (duduk disebelah Daniel)
Daniel yang merasa ritme jantungnya berdetak lebih cepat, merasakan canggung berada di dekat Rara apalagi sekarang dia duduk disamping dirinya, haduh tambah cepat aja deh degupan jantungnya
Rara yang duduk disebelah Daniel juga merasa canggung tapi ia tetap terlihat cool, dan dia menyapa Daniel dengan senyuman tipisnya dan anggukan kepalanya
Rara: Ka-kak (sapanya)
Daniel: hanya mengganguk tersenyum tipis
Adam yang melihat anaknya bersikap canggung seperti itu hanya tersenyum, karena diri Danielah yang sangat mirip dengan dirinya dulu waktu dirinya PDKT dengan Hana, lalu Nisa adiknya Adam langsung membuka percakapan karena ia merasa tidak nyaman jika seruang tamu itu hening
Nisa: Rara sayang, Gimana kamu jadi mau kuliah bareng Dira ke America Harvard? (menyeruput kopi yang sudah mau habis)
Ghani: iya benar tuh kamu pasti minatkan kuliah di Harvard?
Rara: Sebelumnya Rara mohon maaf Tante Nisa, Dira, Om Ghani, Tante Hana dan Om Adam, Rara ingin memberitahu kalau ternyata Perusahaan Papah Abraham Group masih terus beroperasi dan Rara juga baru tau
Adam: Jadi kamu mau diangkat menjadi CEO Perusahaan? kok baru tau ya? aneh (mengernyitkan dahi)
Rara: iya Om Jadi...
Rara menceritakan semua kejadian yang ia alami baru-baru ini, dari masa lalunya dia kecelakaan Bus, memberitahu kalau Almarhum Papahnya memberi surat dari perantara Elvan, dan semua ia ceritakan dengan detail tanpa ada dikurang-kurangkan maupun ditambah-tambahkan
1 Jam Rara bercerita dan sekarang dia sudah menarik nafas karena merasa lega
Sedangkan Daniel yang mendengarkan cerita Rara merasa prihatin juga sedih, karena wanita yang duduk disampingnya ini sangat tegar juga kuat, ia merasa yakin kalau hatinya ini sangat tertarik dan nyaman berada di dekat Rara
Daniel: Kapan hari penyambutan CEO-nya?
Rara: Hah??? ehm...mungkin hari Senin kak nanti aku kabari lagi ya (jawabnya dengan ekspresi wajah canggung)
Dira: Yah...berarti loh gak kuliah bareng gue di Harvard dong? hemm😢 (mengubah ekspresi wajahnya menjadi melas karena merasa sangat sedih dirinya dan sahabatnya akan berpisah lama)
Rara: Maaf ya Dir...sebenarnya gue juga pengen, tapi entahlah mungkin Allah punya rencana lain
Nisa: Sudahlah Nak kalian sudah dewasa pasti punya rencana masa depan masing-masing dan percayalah kalian pasti akan tetap bersama sampai tua nanti
Ghani: benar nak kata Bunda, kan kalo kamu liburan semester pasti bisa pulang ke Indo dan ketemu sama Rara
Adam: Selamat ya Rara...kamu hebat dibalik semua ujian yang kamu hadapi Allah memberikan kamu hadiah yang besar, tapi ingat tetap jadi Rara yang sekarang ya nak (tersenyum menatap Rara)
Bryan: Maafin Kakak ya Ra, atas kejadian waktu itu
Rara: aku udah belajar ikhlas kak, hanya saja mengikhlaskan tidak semudah itu tapi aku akan berusaha lagian ini mungkin sudah takdir
Tiba-tiba Kevin bangun dari pangkuan kak Ghina dan berjalan menghampiri Rara, memeluk diri Rara dan berkata
Kevin: Kakak antikkk...Epin mau diangku oleh gak? (ucapnya dengan bahasa anak kecil yang lumayan tidak jelas tapi bisa dipahami)
Rara: halo ganteng...sini kakak pangku (menggendong Kevin dan mendudukinya diatas pangkuan pahanya)
Hana yang melihat Rara, Daniel dan Kevin berasa bahwa Putra sudah cocok berkeluarga apalagi jika disandingi dengan Rara, benar-benar pasangan yang sangat serasi
Ghina: Maaf ya Ra...Kevin memang suka rese hehe😅 (berjalan kearah Rara ingin mengambil alih Kevin takut merepotkan diri Rara)
Rara: gakpp kak Ghin...kayanya Kevin ngantuk deh (bangun dari duduknya dan menina bobokan tubuh Kevin menepuk-menepuk punggungnya pelan)
Adam: Rara kamu sudah makan??? (tanya Adam)
Rara: ehm...belum Om Adam
Adam: Semuanya kita makan siang karena bik Surti sudah menyiapkan makanannya di ruang makan, mari (bangun dari tempat duduk)
Bryan: sini Ra biar Kevin aku aja yang gendong
Ghina: iya Ra kamu kesian mending makan dulu yuk
Rara: nanti aku nyusul kak makannya, kakak sama kak Bryan makan duluan abis itu kita gantian ngelonin Kevin kasihan sepertinya dia sedang lelap ini
Rara: siap
Daniel yang melihat Rara sangat ke Ibuan merasa benar-benar tambah tertarik karena ia sudah menemukan wanita tipe idamannya, tapi ia masih gengsi dengan perasaanya
Rara pun menimang-nimang tubuh Kevin sepenuh hati, sampai-sampai handphone didalam tasnya berbunyi dan ia pelan-pelan mengambil hpnya, mengecilkan volume nada deringnya dan menjawab telpon dari "Boss" di Cafenya tempat ia bekerja
"Halo Selamat siang Boss, ada apa?" (ucapnya dengan nada pelan)
"Siang Ra, kamu ada dimana?" (Boss)
"Lagi dirumah teman boss" (menjempit hpnya ditelinga dan bahunya)
"nanti malem biasa ya kamu ke cafe, ada job buat kamu" (boss)
"oh iya boss siap, nanti sekalian ada yang saya ingin omongin ke Boss"
"oke siap makasih Ra, nanti biasa kamu dapat bonus kalo kerjanya serius"
"insyallah boss Rara akan kerja dengan baik"
"oke saya matikan ya, bye Rara"
Handphone pun terputus, tiba-tiba Kevin bangun dan menangis, dengan tenang Rara membujuk Kevin dengan lembut karena Rara menyanyikan sebuah lagu slow ke Kevin, ditambah suara dia juga bagus
...I See The Light🎶...
...All those days watching from the windows...
...All those years outside looking in...
...All that time never even knowing...
...Just how blind I've been...
...Now I'm here blinking in the starlight...
...Now I'm here suddenly I see...
...Standing here it's all so clear...
...I'm where I'm meant to be...
...And at last I see the light...
...And it's like the fog has lifted...
...And at last I see the light...
...And it's like the sky is new...
...And it's warm and real and bright...
...And the world has somehow shifted...
...All at once everything looks different...
...Now that I see you...
...All those days chasing down a daydream...
...All those years living in a blur...
...All that time never truly seeing...
...Things, the way they were...
...Now she's here shining in the starlight...
...Now she's here suddenly I know...
...If she's here it's crystal clear...
...I'm where I'm meant to go...
...And at last I see the light...
...And it's like the fog has lifted...
...And at last I see the light...
...And it's like the sky is new...
...And it's warm and real and bright...
...And the world has somehow shifted...
...All at once everything is different...
...Now that I see you...
...Now that I see you...
.........
Akhirny Kevin kembali tidur nyenyak, tanpa disadari air mata Rara menetas, lagu yang ia nyanyikan mengingatkan dirinya kepada Almarhum Bundanya dulu yang sering mengajarkan Rara bermain piano diiringi musik ini
"Ya Allah...kuatkanlah hati hamba-mu" (katanya dalam hati, sambil menatap kearah langit" ruangan besar itu)
Tanpa disadari Daniel mendengarkan nyanyinya, Daniel juga melihat Rara bernyanyi dibarengi tetesan air yang keluar dari matanya, karena ia tidak jadi makan, alasannya belum lapar, dengan rasa inisiatif tinggi Daniel menghampiri Rara lalu berkata
Daniel: Ekhem...(panggilnya)
Rara: Astagfirullah (terkejutnya, lalu ia berusaha menetralkan ekspresinya) Kak Brams, kakak gak ikut makan?
Daniel: belum lapar, kamu makan sana biar kakak yang gendong Kevin
Rara: syuut...kak Kevin jangan diusik dikit nanti dia bangun, tadi aja nangis (menepuk punggung Kevin lagi)
Daniel: lucu...
Rara: Hahh??? maaf kakak bilang apa?
Daniel: hah?? enggak...kakak gak bilang apa"
Rara: tadi kakak kayanya ngomong deh
"RARA AYO MAKAN DULU, KEVINNYA DITARO DI KAMARNYA SAJA"
Tiba-tiba seseorang meneriakki Rara untuk makan di ruang makan yang jaraknya tak jauh dari ruang tamu, dia adalah Om Adam
"Iya Om Adam" (sahutnya yang sedikit berteriak)
Daniel: yuk taro Kevin di kamarnya (ajaknya)
Rara: iya kak ayo...
setibanya dikamar Kevin Rara dengan pelan menaruh tubuh kecil Kevin dengan hati-hati, agar Kevin tidak terbangun
Rara: nah udah...selamat tidur ganteng, Cuupp (Mencium dahi Kevin)
Daniel: udah? kita makan yuk ntar dicariin Om Adam
Rara: iya ayo kak
.
.
.
.
.
To Be Continue
Don't forget to give me Like, Coment and Vote this Novel oke👍